18/FEBRUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Boa nebulosa
Nama English : Dominican Boa / Clouded Boa
Nama Lokal : Boa Dominika
Penemu : (Lazell, 1964)
Sinonim :
Boa constrictor nebulosa Lazell, 1964
Biogeografi : Endemik di Pulau Dominika (Kepulauan Lesser Antilles) di Karibia. Tidak ditemukan secara alami di tempat lain di dunia.
Ekologi (Habitat) : * Hutan hujan tropis pegunungan
Hutan awan (Cloud forest)
Perkebunan kakao dan pisang
Daerah pinggiran hutan yang lembap
Taksonomi & Klasifikasi : *
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Boidae
Genus: Boa *
Species: Boa nebulosa
Similar species / species terkait : *
-Boa atlantica Gonzalez, Bezerra de Lima, Passos & Silva, 2024
- Boa constrictor Linnaeus, 1758 - Boa Constrictor
- Boa imperator Daudin, 1803 - Hog Island Boa
- Boa nebulosa (Lazell, 1964) - Dominican Clouded Boa
- Boa orophias Linnaeus, 1758 - St. Lucia Boa
- Boa sigma (Smith, 1943)
Fosil taxa: (-)
Subspecies: (-)
Status Konservasi : *
CITES Appendix II.
IUCN:Rentan (Vulnerable)
Morfologi : *
Panjang : 1,5 – 2,5 Meter
Berat : 3 – 8 Kg.
Fisiologi : *
Warna : Memiliki warna dasar cokelat kusam, keabu-abuan, atau zaitun gelap.
Pola : Pola "saddle" (pelana) di punggung cenderung tidak beraturan dan tampak "berawan" atau kabur (nebulosus berarti berawan/berkabut), seringkali menyatu dengan warna dasar tubuh sehingga memberikan kamuflase yang sangat efektif di lantai hutan yang gelap.
Ciri Diagnostik : Secara visual lebih gelap dan kurang kontras dibandingkan Boa constrictor. Memiliki sisik yang sangat halus dengan kilauan iridescence (pelangi) yang tipis saat terkena cahaya matahari.
Mata : Biasanya berwarna gelap atau perunggu, menyatu dengan pola kepala.
Ekologi (Tingkah Laku) : * Nocturnal & Semi-Arboreal :
Diet (Makanan) : * Mamalia kecil (kelelawar, tikus), burung, dan kadal besar (Anolis).
Membunuh dengan metode konstriksi.
Reproduksi : * Vivipar (Melahirkan).
Musim Reproduksi:
Jumlah anak : 10 – 30 ekor.
(Chronialogi) Masa Hidup : *
Alam liar : 15 – 20 Tahun
Penangkaran : 20 – 30 Tahun
Notes : Boa nebulosa sebelumnya dianggap sebagai subspesies dari Boa constrictor, namun studi genetik terbaru menempatkannya sebagai spesies mandiri. Di Pulau Dominika, ular ini sangat dihormati karena perannya dalam mengendalikan populasi hama tikus di perkebunan, meskipun terkadang masih ada konflik dengan manusia karena kesalahpahaman. Dominican Boa (Boa nebulosa). Spesies ini sangat istimewa karena merupakan salah satu dari sedikit anggota genus Boa yang secara resmi diangkat menjadi spesies penuh dan memiliki distribusi yang sangat terbatas di Kepulauan Karibia. Tersebar dari pesisir hingga ketinggian ±800 m dpl. karena jangkauan geografis yang sangat sempit dan ancaman badai tropis serta kehilangan habitat. Mereka termasuk Predator Sabar yang Menggunakan strategi penyergapan di jalur yang sering dilalui mangsa. Meraka juga Sangat aktif di malam hari. Individu muda sering ditemukan di pepohonan, sementara dewasa lebih sering di permukaan tanah atau di dahan rendah.
Sumber Pustaka :
National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 4.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi. Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 184-186.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 42-44.
- DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
- Pustaka Alam Life Reptil 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
- NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA) CHRISTINA WILSDON.
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id143734/
https://www.inaturalist.org/observations/266787718
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=1119983
https://en.wikipedia.org/wiki/Boa_nebulosa
Penulis : Ali Maruf
Editor : Aji Jipang
Foto By : app Inaturalist | mael_dewynter