20/Desember/2025- 13.00 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Thalassarche chrysostoma
Nama English : Grey-headed Albatross
Nama Lokal : -
Penemu : (J. R. Forster, 1785)
Sinonim :
- Diomedea chrysostoma J.R. Forster, 1785
- Thalassogeron chrysostoma alexanderi Mathews, 1916
- Diomedea culminata Gould, 1843
Biogeografi : Samudra Selatan, Georgia Selatan di Atlantik Selatan , Islas Diego Ramírez , Kepulauan Kerguelen , Kepulauan Crozet , Pulau Marion , dan Kepulauan Prince Edward di Samudra Hindia , Pulau Campbell , Pulau Macquarie di selatan Selandia Baru , dan Chili.
Ekologi (Habitat) :
-Laut & Samudera.
- Terumbu Karang & Perairan di sekitarnya.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Procellariiformes
Family: Diomedeidae
Genus: Thalassarche
Species: Thalassarche chrysostoma
Similar species/ species Fosil :9/0
- Thalassarche bulleri (Rothschild, 1893) Buller's Albatross.
- Thalassarche carteri (Rothschild, 1903) Indian Yellow-nosed Albatross.
- Thalassarche cauta (Gould, 1841) Shy Albatross.
- Thalassarche chlororhynchos (J. F. Gmelin, 1789),Atlantic Yellow-nosed Albatross.
- Thalassarche chrysostoma (J. R. Forster, 1785),Grey-headed Albatross.
- Thalassarche eremita (Murphy, 1930), Chatham Albatross.
- Thalassarche impavida (Mathews, 1912) Campbell Albatross.
- Thalassarche melanophris (Temminck, 1828),Black-browed Albatross.
- Thalassarche salvini (Rothschild, 1893), Salvin's Albatross.
Subspesies : -
Status Konservasi: EN (Endangered/Genting)
Fisiologi:
Kepala: & Leher: Abu-abu keabu-abuan
Paruh: Kuning-oranye dengan ujung yang lebih gelap (oranye-kemerahan), memiliki garis mata gelap (garis alis hitam).
Kaki: Kaki: Kaki berselaput, khas burung laut.
Sayap : Bawah Sayap (underwing) Dominan putih dengan tepi depan dan belakang yang lebar berwarna hitam.
Tubuh : Bawah: Putih., Punggung gelap
Morfologi :
Tinggi : 80-95.cm
Berat: 2,7 -4,4 kg
Panjang Sayap : 2,2 Meter
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal
Diet (Makanan) : cumi-cumi , ikan, tunikata , gurita , krustasea
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi : Oktober
Jumlah anak/Telur : 1
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 30 Tahun
Penangkaran :
Notes : Ia memiliki sebaran sirkumpolar , bersarang di pulau-pulau terpencil di Samudra Selatan dan mencari makan di lintang tinggi, lebih selatan daripada mollymawk lainnya . Namanya berasal dari kepala, tenggorokan, dan leher bagian atasnya yang berwarna abu-abu kehitaman.
Sumber Pustaka :
National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id20972/
https://en.wikipedia.org/wiki/Grey-headed_albatross
https://avibase.bsc-eoc.org/species.jsp?avibaseid=D626454E
https://www.inaturalist.org/observations/326876110
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=4090
Penulis : Ali Maruf
Editor : Dilla
Foto By :app inaturalist | charlottekirchner