17/JANUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Sus verrucosus
Nama English :Javan Warty Pig
Nama Lokal :, Babi Kutil, Celeng Bagong
Penemu : Heinrich Boie (1832)
Sinonim : -
Biogeografi : Endemik di Pulau Jawa, Madura, dan Bawean (meskipun populasi di Madura kemungkinan besar sudah punah).
Ekologi (Habitat) : hutan jati, hutan sekunder, dan padang rumput di dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Suidae
Genus: Sus
Spesies: Sus verrucosus
Similar species/ species Fosil :
Species Sus ahoenobarbus Huet, 1888 - Palawan Bearded Pig
- Species Sus barbatus S. Müller, 1838 - Bearded Pig
-Species Sus cebifrons Heude, 1888 - Visayan Warty Pig
- Species Sus celebensis S. Müller & Schlegel in Temminck, 1843 - Celebes Pig
- Species Sus oliveri Groves, 1997 - Mindoro Warty Pig
- Species Sus philippensis Nehring, 1886 - Philippine Warty Pig
-Species Sus scrofa Linnaeus, 1758 - Eurasian Wild Boar
- Species Sus verrucosus H. Boie, 1832 - Javan Warty Pig
Fossil taxa :
species Sus arvernensis (Croizet & Jobert, 1828) †
species Sus falconeri Lydekker, 1884 †
species Sus lydekkeri Zdansky, 1928 †
species Sus sondaari van der Made, 1999 †
species Sus strozzii Fosyth Major, 1881 †
Subspesies :
-subspecies Sus verrucosus blouchi Groves, 1981 - Bawean warty pig
-subspecies Sus verrucosus verrucosus Boie, 1832 - Javan Warty Pig
Status Konservasi: EN (Terancam)
Morfologi :
-Panjang tubuh 90–190 cm
tinggi bahu mencapai 70–90 cm.
-.
Fisiologi :
-Kutil Wajah: Ciri utama berupa tiga pasang kutil menonjol: satu pasang di preorbital, satu pasang infraorbital, dan satu pasang di rahang bawah (kutil mandibula), terutama pada jantan.
-Warna dan Bulu: Warna tubuh kemerahan hingga kuning kecokelatan, dengan bulu kasar.
-Surai: Memiliki surai berbulu panjang yang membentang dari tengkuk sepanjang tulang belakang.
-Kepala dan Moncong: Kepalanya besar dan berat, tampak cembung jika dilihat dari samping, dengan moncong panjang.
-Kaki dan Ekor: Kakinya ramping, sedangkan ekornya panjang dengan ujung yang berumbai.
Ekologi (Tingkah Laku) :Diurnal
Diet (Makanan) : Mengonsumsi akar, umbi-umbian, buah-buahan hutan, sayuran, dan sesekali hewan kecil atau serangga.
Reproduksi : Vivipar
Musim Reproduksi :September - Desember
Jumlah anak/Telur :3 hingga 9 ekor
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :8 – 12 tahun.
Penangkaran :14 – 18 tahun
Notes : Ancaman Utama Selain hilangnya habitat, ancaman terbesar spesies ini adalah hibridisasi (perkawinan silang) dengan Sus scrofa (babi hutan biasa) yang populasinya lebih dominan, yang menyebabkan polusi genetik pada spesies asli Sus verrucosus.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.
- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93
- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila).
Referensi :
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id20879/
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id33485/
-Babi kutil https://share.google/ojMn7Th982UoYIfDH
-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=42131
-https://www.inaturalist.org/observations/314983088
Penulis :Suaizam
Editor : Dila
Foto By : Inaturalist| khhafizh