05/JANUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Pongo pygmaeus pygmaeus
Nama English :Bornean Orangutan
Nama Lokal :Orangutan Kalimantan, Orang Utan.
Penemu : Linnaeus (1760)
Sinonim :-
Biogeografi : Pulau Kalimantan
Ekologi (Habitat) : Hutan Tropis & Hutan Hujan,Habitat Terbuka, Padang Rumput, Moor, Alang-Alang, Savana, Ladang Semak.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primates
Famili: Hominidae
Genus: Pongo
Spesies: Pongo pygmaeus pygmaeus
Similar species/ species Fosil :
-Pongo abelii Lesson, 1827 - Sumatran Orang-utan
-Pongo pygmaeus (Linnaeus, 1760) - Bornean Orangutan
-Pongo tapanuliensis Nurcahyo, Meijaard, Nowak, Fredriksson & Groves, 2017 - Tapanuli orangutan
Fossil taxa
-Pongo devosi Schwartz et al., 1995 †
-Pongo duboisi Drawhorn, 1995 †
-Pongo javensis Drawhorn, 1995 †
-Pongo palaeosumatrensis Hooijer, 1948 †
-Pongo weidenreichi (Hooijer, 1948) †"
Subspesies :
-Pongo pygmaeus morio (Owen, 1837) - North-east Bornean Orangutan
-Pongo pygmaeus pygmaeus (Linnaeus, 1760) - North-west Bornean Orangutan
-Pongo pygmaeus wurmbii (Tiedemann, 1808) - South-west Bornean Orangutan
Status Konservasi:CR (Criticaly Endangered/ Kritis)
Morfologi :
-Tinggi: Jantan dewasa:1,2–1,4 meter
-Tinggi Betina:1 meter.
-Berat Badan: Jantan:(50–100 kg)
-Berat Badan Betina:(30–50 kg).
Fisiologi :
-Memiliki kekuatan fisik yang luar biasa (kekuatan genggaman bisa 4 kali lipat manusia).
-Sistem pencernaan mampu mengolah makanan berserat tinggi saat musim paceklik buah.
-Tubuh lebih besar dan kekar dibandingkan spesies sumatera.
-Rambut berwarna coklat kemerahan gelap.
-Bantalan pipi pada jantan berbentuk bulat melebar ke samping.
Ekologi (Tingkah Laku) :Diurnal
Diet (Makanan) : Pemakan buah buah han,kulit kayu,daun.
Reproduksi : Vivipar.
Musim Reproduksi :-
Jumlah anak/Telur :1 Ekor
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :35-45 Tahun
Penangkaran :Lebih dari 60 Tahun
Notes : Orangutan Kalimantan secara genetik berbeda dengan Orangutan Sumatera. Mereka cenderung lebih "berani" turun ke lantai hutan karena di Kalimantan tidak ada predator besar seperti Harimau Sumatera yang mengancam mereka di permukaan tanah.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.
- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93
- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila).
Referensi :
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id32346/% https://www.google.com/search?kgmid=%2Fm%2F0ggrxt&hl=id-ID&q=Orang%20utan%20kalimantan&shndl=17&source=sh%2Fx%2Fkp%2Fosrp%2Fm1%2F4&kgs=f070c10effeb2bd1
-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=43582
-https://www.inaturalist.org/observations/247937854
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By : Inaturalist|liuye