21/FEBRUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Nycticebus menagensis philippinus
Nama English : Philippine Slow Loris / Sulu Slow Loris
Nama Lokal : Kukang Filipina, Malu-malu (Sulu).
Penemu : Trouessart (1893)
Sinonim :
Nycticebus philippinus Cabrera, 1908
Nycticebus coucang philippinus (Trouessart, 1893)
Biogeografi : Tersebar di Kepulauan Sulu, Filipina Pulau Tawitawi, Bongao, Sanga-Sanga, Pangutarang, dan Simunul).
Ekologi (Habitat) : Hutan hujan tropis dataran rendah, hutan bakau (mangrove), serta semak belukar di wilayah pesisir kepulauan.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primates
Famili: Lorisidae
Genus: Nycticebus
Spesies: Nycticebus menagensis
Subspesies: Nycticebus menagensis philippinus
Similar species/ species Fosil
Nycticebus bancanus Lyon, 1906 - Bangka Slow Loris
- Nycticebus bengalensis (de Lacépède, 1800) - Bengal Slow Loris
- Nycticebus borneanus Lyon, 1906 - Bornean Slow Loris
- Nycticebus coucang (Boddaert, 1785) - Greater Slow Loris
- Nycticebus hilleri Stone & Rehn, 1902 - Hiller's Slow Loris
- Nycticebus javanicus É. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812 - Javan Slow Loris
- Nycticebus kayan Munds, Nekaris & S. M. Ford, 2013 - Kayan Slow Loris
- Nycticebus menagensis (Lydekker, 1893) - Philippine Slow Loris
Subspesies :
subspecies Nycticebus menagensis menagensis (Lydekker, 1893)
subspecies Nycticebus menagensis natunae Stone & Rehn, 1902
subspecies Nycticebus menagensis philippinus Trouessart, 1893
Status Konservasi: VU (Vulnerable/Rentan) -
Morfologi :
Panjang Tubuh : 26 - 29 cm.
Berat : 270 - 320 gram.
Fisiologi :
Kepala : Corak wajah sangat samar, seringkali hanya berupa bayangan tipis di sekitar mata. Garis dorsal di atas dahi hampir tidak terlihat atau sangat pucat.
Warna : Warna rambut tubuh adalah yang paling terang di antara subspesies lainnya, seringkali terlihat putih krem keabu-abuan atau cokelat sangat muda.
Telinga : Terlihat jelas karena rambut di area wajah dan kepala sangat pendek.
Gigi : Memiliki toothcomb (gigi sikat) yang digunakan untuk menyisir bulu dan mengikis kulit kayu.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal (Aktif di malam hari). Cenderung bergerak sangat lambat namun sangat stabil saat berada di dahan pohon yang berangin di area pesisir.
Diet (Makanan) : Terutama memakan getah pohon (gum), nektar bunga, buah-buahan lokal, dan serangga.
Reproduksi : Vivipar
Musim Reproduksi : Sepanjang tahun.
Jumlah anak : 1 Anak.
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 15–20 tahun.
Penangkaran : 20–25 tahun.
Notes : Nycticebus menagensis philippinus merupakan populasi yang sangat terisolasi di Kepulauan Sulu. Menariknya, meskipun secara geografis berada di wilayah Filipina, secara biologis mereka lebih dekat dengan fauna Kalimantan (Paparan Sunda) dibandingkan dengan fauna utama Filipina lainnya. Penampilannya yang sangat "pucat" adalah adaptasi visual yang unik bagi populasi ini. Subspesies ini mewakili titik penyebaran paling timur dari seluruh genus Nycticebus. Subspesies ini Terancam oleh hilangnya habitat kepulauan yang terbatas dan pengambilan ilegal untuk peliharaan lokal.
Sumber Pustaka :
National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.
- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93
- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila).
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id891136/https://www.inaturalist.org/taxa/607591-Nycticebus-menagensis-philippinus
https://alltheworldsprimates.org/
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By : Martin Pelanek