Nycticebus javanicus

Nycticebus javanicus

Nycticebus javanicus

Mamalia
Kamis, 19 Februari 2026
Dsn Mamalia
9 Views

17/FEBRUARI/2026 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Nycticebus javanicus

Nama English :Javan Slow Loris

Nama Lokal : Kukang Jawa, Muka Geni (Sunda)


 

Penemu : Édouard Geoffroy Saint-Hilaire (1812)


 

Sinonim : 

Nycticebus coucang javanicus (É. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812)

Nycticebus ornatus Thomas, 1921


 

Biogeografi : Endemik di Pulau Jawa, Indonesia. 


 

Ekologi (Habitat) : Hutan hujan primer dan sekunder, hutan bambu, hutan mangrove, hingga perkebunan penduduk (seperti kebun campur). Mereka lebih menyukai habitat dengan kanopi yang saling terhubung untuk memudahkan pergerakan.


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom: Animalia

​Filum: Chordata

​Kelas: Mammalia

​Ordo: Primates

​Famili: Lorisidae

​Genus: Nycticebus

Species: Nycticebus javanicus


 

Similar species/ species Fosil :

Similar species/ species Fosil :

- Nycticebus bancanus Lyon, 1906 - Bangka Slow Loris

- Nycticebus bengalensis (de Lacépède, 1800) - Bengal Slow Loris

- Nycticebus borneanus Lyon, 1906 - Bornean Slow Loris

- Nycticebus coucang (Boddaert, 1785) - Greater Slow Loris

- Nycticebus hilleri Stone & Rehn, 1902 - Hiller's Slow Loris

- Nycticebus javanicus É. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812 - Javan Slow Loris

- Nycticebus kayan Munds, Nekaris & S. M. Ford, 2013 - Kayan Slow Loris

- Nycticebus menagensis (Lydekker, 1893) - Philippine Slow Loris


 

Subspesies :-


 

Status Konservasi: CR (Critically Endangered) 


 

Morfologi :

 Panjang Tubuh : 28 – 32 cm

​Berat : 560 – 1.100 gram

 

​Fisiologi : - Kepala : Memiliki pola wajah "berlian" yang sangat kontras. Garis putih di dahi sangat jelas dan lebar, memisahkan lingkaran mata hitam yang tebal.

​Warna : Rambut badan berwarna keputihan atau abu-abu kekuningan. Jalur dorsal (garis punggung) berwarna cokelat tua atau hitam pekat yang sangat lebar.

​Telinga : Memiliki corak warna gelap di sekelilingnya yang menyatu dengan pola kepala.

​Khas : Memiliki kelenjar toksin di bawah ketiak (brachial gland) yang digunakan sebagai mekanisme pertahanan berbisa.


 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal


 

Diet (Makanan) : pemakan getah pohon). Mereka juga memakan nektar, buah-buahan, dan serangga kecil.


 

Reproduksi : Vivipar

Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun

Jumlah anak/Telur :1 Anak


 

(Chronialogi) Masa Hidup : 

Alam liar :15–20 tahun.

Penangkaran :25 tahun


 

Notes : Kukang Jawa sering kali menjadi korban perdagangan satwa liar untuk dijadikan peliharaan. Fakta menyedihkannya, para pemburu sering mencabut paksa gigi taring mereka agar tidak bisa menggigit pemiliknya, yang biasanya berujung pada infeksi atau kematian bagi si Kukang. Nycticebus javanicus (Kukang Jawa). Dari semua spesies kukang, spesies ini dianggap sebagai yang paling terancam punah sekaligus yang paling ikonik karena pola wajahnya yang sangat kontras, menyerupai pola "berlian". Nama lokal "Muka Geni" dalam bahasa Sunda merujuk pada pantulan matanya yang berwarna merah menyala di bawah cahaya lampu malam, atau bisa juga merujuk pada gigitannya yang terasa panas/berbisa. Kukang Jawa adalah satu-satunya spesies kukang yang secara konsisten memakan getah pohon sebagai sumber energi utama mereka. Upaya reintroduksi kukang Jawa dari hasil sitaan perdagangan satwa ke alam liar menjadi fokus utama lembaga konservasi seperti IAR (International Animal Rescue).


 

Sumber Pustaka :

- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.

- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47. 

- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.

- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.

- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia. 

- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93

- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.

- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila). 


 

Referensi : 

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id135399/

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id32060/

-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=74792

-https://www.inaturalist.org/observations/159811326

-Kungkang jawa https://share.google/QoTTwNb2KsjY5KWNA


 

Penulis : Dila

Editor : Aji Jipang 

Foto By : Inaturalist| resdwikelana