17/FEBRUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Nycticebus bengalensis
Nama English :Bengal Slow Loris
Nama Lokal : Kukang Benggala
Penemu : Bernard Germain de Lacépède (1800)
Sinonim :
Loris bengalensis Lacépède, 1800 o
Nycticebus cinereus Milne-Edwards, 1867
Nycticebus incanus Thomas, 1921
Nycticebus tenasserimensis Elliot, 1913
Biogeografi : Tersebar luas di Asia Selatan dan Tenggara. Meliputi India Timur Laut, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Tiongkok Selatan (Yunnan).
Ekologi (Habitat) : Menghuni berbagai jenis hutan, termasuk hutan hujan tropis dan subtropis, hutan semi-evergreen, serta hutan bambu. Mereka lebih menyukai tajuk pohon yang rapat.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Primates
Family: Lorisidae
Genus: Nycticebus
Similar species/ species Fosil :
- Nycticebus bancanus Lyon, 1906 - Bangka Slow Loris
- Nycticebus bengalensis (de Lacépède, 1800) - Bengal Slow Loris
- Nycticebus borneanus Lyon, 1906 - Bornean Slow Loris
- Nycticebus coucang (Boddaert, 1785) - Greater Slow Loris
- Nycticebus hilleri Stone & Rehn, 1902 - Hiller's Slow Loris
- Nycticebus javanicus É. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812 - Javan Slow Loris
- Nycticebus kayan Munds, Nekaris & S. M. Ford, 2013 - Kayan Slow Loris
- Nycticebus menagensis (Lydekker, 1893) - Philippine Slow Loris
Subspesies :-
Status Konservasi: EN (Terancam)
Morfologi :
Ukuran: - Panjang Tubuh : 34 – 38 cm (Spesies terbesar)
Berat : 1.000 – 2.100 gram (Bisa mencapai 2 kg lebih)
Fisiologi :
- Kepala : Wajah cenderung lebih pucat atau keputihan dibandingkan tubuhnya.
Warna : Rambut badan tebal dan lembut, berwarna abu-abu kecokelatan hingga cokelat kemerahan. Memiliki jalur dorsal (garis punggung) gelap yang jelas yang berakhir sebelum mencapai puncak kepala.
Telinga : Kecil dan sebagian tertutup rambut.
Mata : Besar dengan lapisan tapetum lucidum untuk penglihatan malam yang tajam, dikelilingi lingkaran cokelat tua.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal
Diet (Makanan) : Omnivora
Reproduksi : Vivipar
Musim Reproduksi :Sepanjang Tahun
Jumlah anak/Telur :1 Anak
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :15–20 tahun
Penangkaran :20–25 tahun
Notes : Kukang Benggala sering kali menjadi korban mitos medis. Di beberapa wilayah, bagian tubuh mereka dipercaya bisa menyembuhkan penyakit, padahal secara ilmiah gigitan mereka justru berbahaya bagi manusia karena racunnya dapat menyebabkan syok anafilaktik. spesies kukang yang paling besar di antara semua anggota genus Nycticebus, yaitu Nycticebus bengalensis (Kukang Benggala). Spesies ini memiliki sebaran geografis paling luas di daratan Asia.
Sumber Pustaka :
- - National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.
- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93
- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila).
Referensi :
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id302556/
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id32060/
-Kungkang benggala https://share.google/a4rHTsp9La6GWQ9Gr
-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=54863
-https://www.inaturalist.org/observations/269282392
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By : Inaturalist| comelygassah