Lyciasalamandra Billae

Lyciasalamandra Billae

Lyciasalamandra Billae

Amfibi (Amfibi)
Sabtu, 20 September 2025
YunitaParami
6 Views

September/20/2025-15.47|PARAMIDSN

 

Nama Ilmiah : Lyciasalamandra billae

Nama English : Bay Lycian Salamander

Nama Lokal : -
 

Penemu : Franzen & Klewen, 1987
 

Sinonim

-Mertensiella luschani billae

-Lyciasalamandra luschani billae

 

Biogeografi : Turki 

Ekologi (Habitat) : hutan
 

Taksonomi & Klasifikasi :

Domain: Eukaryota

Kingdom: Animalia 

Phylum: Chordata

Class: Amphibia 

Order: Salamandroidea

Family: Salamandridae

Genus:  Lyciasalamandra

Species: Lyciasalamandra billae

 

Similar species/ species Fosil

-species Lyciasalamandra antalyana (Başoğlu & Baran, 1976)

-species Lyciasalamandra arikani Göçmen & Akman, 2012

-species Lyciasalamandra atifi (Basoglu, 1967)

-species Lyciasalamandra billae (Franzen & Klewen, 1987)

-species Lyciasalamandra fazilae (Başoğlu & Atatür, 1974)

-species Lyciasalamandra flavimembris (Mutz & Steinfartz, 1995)

-species Lyciasalamandra helverseni (Pieper, 1963) - Luschan's Salamander

-species Lyciasalamandra ifrani Göçmen, Arikan & Yalçinkaya, 2011

-species Lyciasalamandra luschani (Steindachner, 1891) - Luschan's Salamander

-species Lyciasalamandra yehudahi Göçmen & Akman, 2012

 

Fosil : -

Zaman Tersier: -

 

Subspesies

-subspecies Lyciasalamandra billae billae (Franzen & Klewen, 1987)

-subspecies Lyciasalamandra billae eikeae Godmann, Karis & Göçmen, 2016

 

Status Konservasi: EN (Endangered/Genting)
 

Morfologi : panjang total dari 94 - 146 mm, panjang ekor berkisar antara 36 - 65 mm

 

Fisiologi : Moncongnya membulat, lubang hidungnya kecil. Spesies ini memiliki kelenjar paratoid yang panjang, melengkung, dan sempit yang lebih lebar di ujung posterior. Terdapat pula lipatan gular yang jelas. Ujung-ujung jari menebal. Jantan spesies ini memiliki tonjolan di pangkal ekornya pada permukaan dorsal yang tingginya berkisar antara 1,59 – 2,49 mm dan memiliki lubang hidung yang membengkak yang merupakan ciri khas genus ini

 

Ekologi (Tingkah Laku) : nokturnal 

Diet (Makanan) : invertebrata darat, larva, kumbang dewasa, kelabang 


 

Reproduksi : vivipar

Musim Reproduksi : September dan Maret

Jumlah anak/Telur : ±2 anak


 

(Chronialogi) Masa Hidup

Alam liar : 8-10 tahun

Penangkaran: -
 

Notes : Spesies ini berpotensi diburu secara berlebihan untuk tujuan penelitian ilmiah (Stuart dkk. 2008). Spesies ini tidak secara khusus penting bagi masyarakat lokal maupun pariwisata.


 

Sumber Pustaka :

- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 170-186.

- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 5.

- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.

- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 182.

- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.

- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 66-72.

- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 40 & 41.

- DK e.encylopedia fauna hlm 158-165.

- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5 Ikan & Amfibi. 

- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.

- Pustaka Alam Life Reptil 1979-1987.

- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi 1989.

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea). 

 

Referensi :  

https://www.biolib.cz/en/taxon/id600376/

https://amphibiaweb.org/species/6349

 

Penulis : Vivi Yunita 

Editor : Ali Maruf 

Foto By : plush_gf /inaturalist