Hylobates albibarbis

Hylobates albibarbis

Hylobates albibarbis

Mamalia
Minggu, 01 Februari 2026
Dsn Mamalia
10 Views

31/Januari/2026 | PARAMIDSN

Nama Ilmiah : Hylobates albibarbis

Nama English : Bornean White-bearded Gibbon, Southern Gibbon

Nama Lokal : Owa Kalimantan, Owa Jenggot Putih, Ungko 

Penemu :Marcus Ward Lyon Jr. (1911)

Sinonim :

‎Hylobates agilis albibarbis

Biogeografi : Endemik di pulau Kalimantan, Indonesia. Distribusinya terbatas pada area di antara Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) dan Sungai Barito (Kalimantan Tengah).

Ekologi (Habitat) : Hutan hujan tropis primer dan sekunder, hutan rawa gambut, dan hutan dipterokarpa perbukitan.

Taksonomi & Klasifikasi :

‎Kingdom: Animalia

‎Phylum: Chordata

‎Class: Mammalia

‎Order: Primates

‎Family: Hylobatidae

‎Genus: Hylobates

‎Species: Hylobates albibarbis

Similar species/ species Fosil : 

‎-species Hylobates abbotti Kloss, 1929 - Abbott's Gray Gibbon

‎-species Hylobates agilis F. Cuvier in É. Geoffroy Saint-Hilaire & F. Cuvier, 1821 - Agile Gibbon

‎-species Hylobates albibarbis Lyon, 1911 - Bornean White-bearded Gibbon

‎-species Hylobates funereus I. Geoffroy Saint-Hilaire, 1851 - Northern Gray Gibbon

‎-species Hylobates klossii (G. S. Miller, 1903) - Kloss's Gibbon

‎-species Hylobates lar (Linnaeus, 1771) - White-handed Gibbon

‎-species Hylobates moloch (Audebert, 1799) - Javan Gibbon

‎-species Hylobates muelleri W. C. L. Martin, 1841 - Müller's Bornean Gibbon

‎-species Hylobates pileatus J. E. Gray, 1861 - Pileated Gibbon

Subspesies : -

Status Konservasi: EN (Terancam) 

Morfologi : 

‎-Tinggi: Sekitar 45–60 cm.

‎-Berat Badan: Rata-rata 5–6,5 kg.

Fisiologi : 

‎-Bulu berwarna cokelat keabu-abuan dengan wajah hitam yang dikelilingi "jenggot" atau alis berwarna putih/terang. -Tidak memiliki ekor.

‎-Memiliki lengan yang sangat panjang dibandingkan tubuhnya

‎-memungkinkan mereka melakukan brakhiasi (berayun dari dahan ke dahan).

Ekologi (Tingkah Laku) :Diurnal

Diet (Makanan) : pemakan buah-buahan, terutama buah ara), namun juga mengonsumsi daun muda, bunga, dan serangga kecil.

Reproduksi : Vivipar

‎Musim Reproduksi :

‎Jumlah anak/Telur :1 ekor

‎(Chronialogi) Masa Hidup : 

‎Alam liar :25–30 tahun.

‎Penangkaran :40–50 tahun.

Notes : Owa Kalimantan berperan penting sebagai pemencar biji (seed disperser) di ekosistem hutan. Keberadaan mereka sangat bergantung pada kanopi hutan yang utuh karena mereka jarang sekali turun ke tanah.

Sumber Pustaka :

‎- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

‎- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.

‎- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47. 

‎- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.

‎- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

‎- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

‎- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.

‎- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

‎- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia. 

‎- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93

‎- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.

‎- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.

‎- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila). 

Referensi : 

‎-https://www.biolib.cz/en/taxon/id302439/

‎-https://www.biolib.cz/en/taxon/id32329/

‎-Owa kalimantan https://share.google/90I582Yq26MZnl00f

‎-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=74453

‎-https://www.inaturalist.org/observations/326771157

Penulis : Suaizam

Editor : Ali Maruf

Foto By :Inaturalist| anneowen2000