Oktober/14/2025-18.30|PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Eudyptes moseleyi
Nama English : Northern Rockhopper Penguin
Nama Lokal : Penguin pelompat-batu utara
Penemu : Mathews & Iredale, 1921
Sinonim :
-Eudyptes serresianus moseleyi Mathews & Iredale, 1921
-Eudyptes chrysocome moseleyi Mathews & Iredale, 1921
Biogeografi : Samudra Atlantik, Hindia selatan,
Ekologi (Habitat) : pantai
Taksonomi & Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Infraclass: Palaeognathae
Order: Sphenisciformes
Family: Spheniscidae
Genus: Eudyptes
Species: Eudyptes moseleyi
Similar species/ species Fosil
-species Eudyptes chrysocome (J. R. Forster, 1781) - Southern Rockhopper Penguin
-species Eudyptes chrysolophus (J. F. Brandt, 1837) - Macaroni Penguin
-species Eudyptes moseleyi Mathews & Iredale, 1921 - Northern Rockhopper Penguin
-species Eudyptes pachyrhynchus G. R. Gray, 1845 - Fiordland Penguin
-species Eudyptes robustus Oliver, 1953 - Snares Penguin
-species Eudyptes schlegeli Finsch, 1876 - Royal Penguin
-species Eudyptes sclateri Buller, 1888 - Erect-crested Penguin
Fosil : species Eudyptes atatu Thomas, Tennyson, Scofield & Ksepka, 2020 †
Subspesies : -
Status Konservasi: EN (Endangered/genting)
Morfologi
Panjang : ± 55–60 cm
Berat :
betina : ± 2,3–2,8 kg
Jantan : ± 2,5–3,5 kg
Fisiologi
-Paruh : Besar, berwarna coklat kemerahan
-Bulu : Dominan hitam di bagian dorsal dan putih di bagian ventral; memiliki jambul kuning mencolok dari atas mata yang menjulur ke belakang kepala
-Sayap : Termodifikasi menjadi sirip (flipper) untuk berenang
-Kaki : Pendek dan berwarna merah muda
-mata : Merah keunguan
Ekologi (Tingkah Laku) : diurnal
Diet (Makanan) : krill, krustasea , cumi-cumi , gurita , dan ikan
Reproduksi : ovipar
Musim Reproduksi : September–November (tergantung lokasi koloni)
Jumlah anak/Telur : ± 2 telur
(Chronialogi) Masa Hidup : -
Alam liar : -
Penangkaran : -
Notes : Eudyptes moseleyi sering dibedakan dari Eudyptes chrysocome (Southern Rockhopper Penguin) melalui panjang jambulnya yang lebih mencolok dan pola bulu di wajah yang lebih kontras. Spesies ini juga cenderung memiliki kaki yang lebih panjang dan beradaptasi pada pulau-pulau yang lebih hangat di wilayah utara.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id426472/
https://id.wikipedia.org/wiki/Penguin_pelompat-batu_utara
Penulis : Vivi Yunita
Editor : Ali Maruf
Foto By : Klaus Rudloff | BioLib