Juni 4,/ 2025-07.00| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Chloropsis Sonnerati
Nama Lokal : Cica-daun besar
Penemu : Jardine & Selby, 1827.
Sinonim: Cica Daun, Cucak ijo,
Biogeografi : Indonesia (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan)
Ekologi (Habitat) : Hutan Iklim Sedang/Dataran Rendah.
Klasifikasi:
Domain: Eukaryota
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Chloropseidae
Genus: Chloropsis
Species: C. Sonnerati
Status Konservasi: EN (Endangered/Genting)
Morfologi :
Panjang sekitar 22 cm.
Fisiologi : Seperti cica-daun pada umumnya, seluruh tubuhnya didominasi warna hijau terang (hijau daun).
Sayap & ekor berwarna hitam berkilau. Tenggorokan burung jantan berwarna hitam berkilau.
Perbedaan dengan cica-daun yang lain adalah adanya warna (noktah) biru pada bahu burung jantan.
Burung betina dengan tenggorokan kuning dan lingkaran mata kuning.
Kedua jenis kelamin memiliki sepasang setrip malar biru berkilau di sisi dagunya.
Iris mata berwarna cokelat gelap, paruh tebal hitam, dan kaki abu-abu kebiruan.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal. Burung ini lebih banyak Beraktivitas di siang hari.
Diet (Makanan) : Makanannya adalah aneka serangga dan buah-buahan hutan.
Reproduksi : Bertelur
Musim Reproduksi : -
Jumlah Anak/Telur : 3 Telur /inkubasi 14 hari.
(Chronialogi) Masa Hidup : -
Domestikasi : Burung Cica /Cica makanan utamanya adalah pisang, burung ini juga mengonsumsi serangga kecil dan kroto. Hobiis juga biasanya menambahkan "pur" (voer) sebagai tambahan makanan. Burung ini rentan terhadap panas dan perjalanan jauh.
Biasanya Burung Cica Hijau juga di buat untuk kontes perlombaan Kicaumania di Indonesia.
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : Suaizam
Referensi :
Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Vol 3 Burung.
Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung.
Foto by : PARAMIDSN