JULI/10/2025 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Casuarius Bennetti
Nama Lokal : Burung Kasuari Kerdil
Nama English : Dwarf Cassowary
Penemu : Gould, 1858
Sinonim :
Casuarius bennetti claudii (Ogilvie-Grant, 1911).; Casuarius bennetti edwardsi (Oustalet, 1878). ;Casuarius bennetti foersteri (Rothschild, 1913). ;Casuarius papuanus goodfellowi. ;Casuarius bennetti hecki (Rothschild, 1899). ;Casuarius picticollis hecki. ;Casuarius bennetti kaupi (Sharpe, 1881). ;Casuarius bennetti keysseri (Rothschild, 1912). ;Casuarius bennetti loriae (Rothschild, 1898). ;Casuarius bennetti maculatus (Rothschild, 1900).
Biogeografi :, Indonesia (Papua) dan Papua Nugini, pulau Seram & New Britain.
Ekologi (Habitat) :
- Hutan Tropis & Hutan Hujan
-Pegunungan, Dataran Tinggi, Tebing.
Taksonomi & Klasifikasi :
Domain: Eukaryota
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Infraclass: Palaeognathae
Order: Casuariiformes
Family: Casuariidae
Genus: Casuarius
Species: C. bennetti
Similar species/ species Fosil :
- Casuarius casuarius (Linnaeus, 1758) Southern Cassowary.
- Casuarius casuarius (Linnaeus, 1758) Southern Cassowary.
- Casuarius unappendiculatus (Blyth, 1860) Northern Cassowary.
- Casuarius lydekkeri (Rothschild, 1911), (Punah)/Quaternary: Pleistocene.
Subspecies :
- Casuarius bennetti bennetti (Gould, 1857) - Bennett's Cassowary
- Casuarius bennetti westermanni (Sclater, 1874) - Westermann's Cassowary
Status Konservasi: LC (Least Concern/Risiko rendah)
Morfologi :
Tinggi : 100cm(1Meter) - 150cm (1, 5M)
Berat : 18kg -26 kg.
Fisiologi :
Memiliki casque (tanduk) berbentuk segitiga di atas kepalanya.
Kepala : Kulit kepala dan leher tidak berbulu, berwarna biru dengan bercak merah di sampingnya.
Sayap: Sayap ada, tetapi sangat kecil sehingga tidak bisa digunakan untuk terbang.
Bulu: Berwarna hitam mengkilap dan lebih kelam dibandingkan kasuari lain.
Kaki : Kokoh dan kuat, dengan tiga jari kaki dan cakar tajam di jari kaki bagian dalam.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal/Diurnal
Diet (Makanan) : Buah-buahan yang jatuh ke tanah, jamur, serangga, dan vertebrata kecil.
Reproduksi : Ovipar (Bertelur)
Musim Reproduksi : Mei - Juni
Jumlah anak/Telur : 3-8 Telur dalam 1 sarang.
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 18-20 Tahun
Penangkaran : 40 Tahun
Domestikasi : Kasuari memiliki nilai budaya penting bagi masyarakat adat Papua, sering muncul dalam cerita rakyat, tarian, dan seni, bahkan dianggap sebagai sosok ibu dalam beberapa cerita
Kasuari kerdil, sebagai pemakan buah, membantu menyebarkan biji-bijian dari buah-buahan yang mereka makan, yang penting untuk regenerasi hutan.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi : https://www.biolib.cz/en/taxon/id8319/
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Dwarf_cassowary
https://www.greeners.co/flora-fauna/kasuari-kerdil-tubuhnya-paling-mungil-di-antara-kasuari-lainnya/
https://www.loc.gov/everyday-mysteries/zoology/item/worlds-most-dangerous-bird/
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : M. Sifa Ramadhan.
Foto By : Vogelpark Walsrode(15 June 2014)