18/FEBRUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Bubalus depressicornis
Nama English :Mountain Anoa
Nama Lokal : Anoa Gunung
Penemu : Heude, 1888
Sinonim :
-Anoa quarlesi Ouwens, 1910 o
-Bubalus depressicornis quarlesi (Ouwens, 1910)
-Bubalus (Anoa) quarlesi (Ouwens, 1910)
Biogeografi : (Indonesia) Sulawesi
Ekologi (Habitat) :
- Hutan Tropis & Hutan Hujan
-Pegunungan, Dataran Tinggi, Tebing
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla
Family: Bovidae
Subfamily: Bovinae
Genus: Bubalus
Subgenus: Anoa
Species: Bubalus depressicornis
Similar species/ species Fosil : 4/11
- Bubalus arnee (Kerr, 1792) - Water Buffalo
- Bubalus depressicornis (C. H. Smith, 1827), Lowland Anoa
-Bubalus mindorensis Heude, 1888 ,Tamarau
- Bubalus quarlesi (Ouwens, 1910) - Mountain Anoa
Fossil taxa : 11
- Bubalus brevicornis Young, 1936 †
Quaternary: Chibanian
- Bubalus cebuensis Croft, Heaney, Flynn & Bautista, 2006 - Cebu Dwarf Buffalo †
- Bubalus grovesi Rozzi, 2017 †
- Bubalus mephistopheles (Hopwood, 1925) ,Short-horned Water Buffalo †
- Bubalus murrensis (Berckhemer, 1927) - European Water Buffalo †
Quaternary: Chibanian – Upper Pleistocene
- Bubalus palaeindicus (Falconer, 1859) †
Quaternary: Chibanian – Upper Pleistocene
- Bubalus palaeokerabau Dubois, 1908 †
Quaternary: Chibanian – Upper Pleistocene
- Bubalus platyceros Lydekker, 1877 †
- Bubalus teilhardi Young, 1932 †
Quaternary: Chibanian – Upper Pleistocene
- Bubalus wansijocki Boule & Teilhard, 1928 †
Quaternary: Upper Pleistocene
- Bubalus youngi Chow & Hsu, 1957 †
Quaternary: Upper Pleistocene
Subspesies :-
Status Konservasi: EN (Endangered/Genting)
Morfologi :
Tinggi : 75 cm
Berat : 170 - 320 kg
Fisiologi :
Bulu : bulunya yang tebal dan lebat, yang terkadang berwarna putih di wajah dan kakinya.
Tubuh : Berbentuk bulat dengan kaki yang ramping, adaptasi untuk bergerak cepat di medan terjal.
Tanduk : tanduknya bulat. Penampilannya mirip dengan kerbau air mini.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal/Diurnal
Diet (Makanan) : buah-buahan hutan, pakis, jahe-jahean, dan rumput
Reproduksi : Vivipar
Musim Reproduksi : (-)
Jumlah anak/Telur : 1
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 15- 25 Tahun
Penangkaran : 20-30 Tahun
Notes : Kedua spesies anoa telah diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah sejak tahun 1960-an dan populasinya terus menurun. Diperkirakan kurang dari 5.000 ekor hewan dari setiap spesies yang tersisa. Alasan penurunan populasi mereka termasuk perburuan untuk diambil kulit, tanduk, dan dagingnya oleh masyarakat setempat serta hilangnya habitat akibat kemajuan pemukiman. Saat ini, perburuan merupakan faktor yang lebih serius di sebagian besar wilayah. Teradaptasi di lingkungan hutan dataran tinggi. Mereka menyukai daerah berair (wallowing) untuk mengatur suhu tubuh. Kematangan Seksual: Anoa mencapai kedewasaan seksual pada usia 2–3 tahun
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.
- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93
- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila).
-
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id33812/
https://en.wikipedia.org/wiki/Mountain_anoa
https://mammalbase.net/me/16000/
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=42244
Penulis : Ali Maruf
Editor : Suaizam
Foto By : Database PARAMI | KBS ZOO SURABAYA