September/9/2025- 05.00| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Apteryx maxima
Nama English : Great Spotted Kiwi
Nama Lokal : Kiwi Cokelat Utara.
Penemu : (Sclater & Hochstetter, 1861)
Sinonim : Apteryx haastii (Potts, 1872).; Apteryx maxima Hutton, 1871.; Stictapteryx owenii maxima (Hutton, 1871).; Apteryx grandis Grieve, 1913.
Biogeografi : (Selandia baru) barat laut Nelson ke Sungai Buller , pantai barat laut ( Sungai Hurunui ke Arthur's Pass ),& Pegunungan Paparoa, Pulau Daratan Danau Rotoiti .
Ekologi (Habitat) :
- Habitat Terbuka, Padang Rumput, Moor, Alang-Alang, Savana, Ladang Semak.
- Hutan Tropis & Hutan Hujan.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Infraclass: Palaeognathae
Order: Apterygiformes
Family: Apterygidae
Genus: Apteryx
Species: A. maxima
Similar species/ species Fosil : 5/1
- species Apteryx australis (Shaw, 1813), Southern Brown Kiwi.
- species Apteryx mantelli (A. D. Bartlett, 1852) North Island Brown Kiwi.
- species Apteryx maxima (Sclater & Hochstetter, 1861) Great Spotted Kiwi.
- species Apteryx owenii Gould, 1847 - Little Spotted Kiwi.
- species Apteryx rowi (A. J. D. Tennyson, R. L. Palma, H. A. Robertson, T. H. Worthy & B. Gill, 2003) Okarito Kiwi.
Fosil :
- species Apteryx littoralis (Tennyson & Tomotani, 2021).
Subspesies : -
Status Konservasi: VU(Vulnerable/Rentan)
Morfologi :
Panjang : 50cm - 60 cm
Berat :
betina : 2,2kg - 3,3kg
Jantan : 1,6kg - 2,2kg
Fisiologi :
Paruh : Burung ini memiliki paruh panjang dengan lubang hidung di ujungnya, yang digunakan untuk mengendus dan mencari makan seperti cacing dan serangga di bawah tanah.
Bulu : Mereka tidak dapat terbang dan memiliki bulu seperti rambut.
Warna : berwarna abu-abu kecokelatan atau bergaris horizontal, dengan bintik-bintik halus.
Sayap : Kiwi memiliki sayap yang sangat kecil dan tidak fungsional, yang menjadi asal nama ilmiah 'Apteryx' yang berarti "tanpa sayap.
Mata : Mata burung kiwi berukuran kecil, yang tidak selaras dengan gaya hidup nokturnal mereka yang bergantung pada indra lain.
Kaki : Memiliki kaki yang kuat dengan jari-jari kaki bercakar yang pendek.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal : aktif pada malam hari.
Diet (Makanan) : kumbang, jangkrik, jangkrik, lalat, wētā , kupu-kupu, ngengat, laba-laba, ulat, siput & bekicot. Mereka memakan buah beri dan biji-bijian.
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi : Juni - Maret
Jumlah anak/Telur : 1-2 Telur
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :20 - 30 tahun
Penangkaran : 40 tahun
Notes : Karena kiwi tutul besar dewasa berukuran besar dan kuat, mereka mampu menangkis sebagian besar predator yang menyerang mereka, seperti cerpelai, musang, musang, babi, posum sikat, dan kucing, yang semuanya merupakan spesies invasif di Selandia Baru. Kiwi bintik besar adalah satu-satunya inang bagi spesies tungau bulu, Kiwialges haastii , yang dideskripsikan pada tahun 1985.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Great_spotted_kiwi
https://www.biolib.cz/en/taxon/id8325/
https://ebird.org/species/grskiw1
nzbirdsonline.org.nz https://share.google/AsKfK7FI4G1amdfmS
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : Vivi Yunita
Foto By : Max de beer