September/2/2025- 02.00| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Apteryx australis.
Nama English : Southern Brown Kiwi.
Nama Lokal : Kiwi Cokelat Selatan.
Penemu : (Shaw, 1813)
Sinonim : Apteryx lawryi Rothschild, 1893
Biogeografi : Pulau Selatan Selandia Baru. pegunungan sekitar Haast, Fiordland, dan Pulau Stewart.
Ekologi (Habitat) :
- Habitat Terbuka, Padang Rumput, Moor, Alang-Alang, Savana, Ladang Semak.
- Hutan Tropis & Hutan Hujan.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Infraclass: Palaeognathae
Order: Apterygiformes
Family: Apterygidae
Genus: Apteryx
Species: A. australis
Similar species/ species Fosil : 5/1
- species Apteryx australis (Shaw, 1813), Southern Brown Kiwi.
- species Apteryx mantelli (A. D. Bartlett, 1852) North Island Brown Kiwi.
- species Apteryx maxima (Sclater & Hochstetter, 1861) Great Spotted Kiwi.
- species Apteryx owenii Gould, 1847 - Little Spotted Kiwi.
- species Apteryx rowi (A. J. D. Tennyson, R. L. Palma, H. A. Robertson, T. H. Worthy & B. Gill, 2003) Okarito Kiwi.
Fosil :
- species Apteryx littoralis (Tennyson & Tomotani, 2021).
Subspesies :
- subspecies Apteryx australis australis (Shaw, 1813).
- subspecies Apteryx australis (lawryi Rothschild, 1893).
Status Konservasi: VU(Vulnerable/Rentan)
Morfologi :
Panjang : 45cm - 55 cm
Berat :
betina : 2,1kg - 3,9kg
Jantan : 1,6kg - 2,8kg
Fisiologi :
Paruh : Burung ini memiliki paruh panjang dengan lubang hidung di ujungnya, yang digunakan untuk mengendus dan mencari makan seperti cacing dan serangga di bawah tanah.
Bulu : Bulunya berwarna merah karat hingga cokelat tua, dengan corak hitam dan cokelat, serta memiliki tekstur yang sangat lembut, seperti rambut.
Sayap : Kiwi memiliki sayap yang sangat kecil dan tidak fungsional, yang menjadi asal nama ilmiah 'Apteryx' yang berarti "tanpa sayap.
Mata : Mata burung kiwi berukuran kecil, yang tidak selaras dengan gaya hidup nokturnal mereka yang bergantung pada indra lain.
Kaki : Memiliki kaki yang kuat dengan jari-jari kaki bercakar yang pendek.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal : aktif pada malam hari.
Diet (Makanan) : serangga, cacing, dan hewan kecil lainnya di bawah tanah.
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi :setiap 4 hingga 6 minggu
Jumlah anak/Telur : 1-2 Telur
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :20 - 30 tahun
Penangkaran : 40 tahun
Notes : Burung kiwi dinobatkan sebagai ikon negara Selandia Baru, Kiwi berkicau di malam hari untuk menandai wilayah kekuasaan mereka dan tetap berhubungan dengan pasangannya . Waktu terbaik untuk mendengarkan kicauan kiwi adalah pada malam tanpa bulan, hingga dua jam setelah gelap, dan tepat sebelum fajar. Saat itulah kiwi bangun dari liangnya dan berkicau untuk menghubungi pasangan atau keluarganya, serta menandai wilayah kekuasaan mereka.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Southern_brown_kiwi
https://ebird.org/species/sobkiw1
https://www.worldatlas.com/articles/how-many-types-of-kiwis-live-in-new-zealand.html
https://www.biolib.cz/en/taxon/id8324/
https://www.bioexplorer.net/order-apterygiformes/
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : Suaizam
Foto By :app inaturalist | paulinab