Agustus/24/2025 - 20.00| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Andrias Jiangxiensis
Nama Lokal : -
Nama Englsih : Jiangxi giant salamander
Penemu : (Andrias jiangxiensis) 2022
Sinonim : -
Biogeografi : (Provinsi Jiangxi) Tiongkok.
Ekologi (Habitat) :
- Sungai & Air yang Mengalir, Danau.
-Pegunungan, Dataran Tinggi, Tebing.
Taksonomi & Klasifikasi :
Domain: Eukaryota
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amphibia
Order: Urodela
Family: Cryptobranchidae
Genus: Andrias
Species: A. jiangxiensis
Similar species/ species Fosil :
- Andrias cheni Xu, Gong, Li, Jiang, Huang & Huang, 2023 - Qimen Giant Salamander.
- Andrias davidianus (Blanchard, 1871) Chinese Giant Salamander.
- Andrias japonicus (Temminck, 1836) - Japanese Giant Salamander.
- Andrias jiangxiensis Lu, Wang, Chai, Yi, Peng, Murphy, Zhang & Che, 2022 - Jiangxi Giant Salamander.
- Andrias sligoi (Boulenger, 1924) - South China Giant Salamander.
Fosil :
- Andrias bohemicus Laube, 1897 †
- Andrias scheuchzeri (Holl, 1831) †
Zaman Tersier: Oligosen – Pliosen.
Subspesies :
Status Konservasi: CR (Criticaly Endangered/ Kritis)
Morfologi :
Panjang : 1,8 meter.
Berat : 25-30kg.
Fisiologi :
kulit: Terdapat lipatan kulit yang menonjol di sepanjang sisi tubuh mereka.
Tulang : Tulang rusuk hanya memiliki satu titik perlekatan (berbeda dengan hewan lain yang memiliki dua).
Tidak Ada Lakrimal: Tidak ada tulang lakrimal (tulang di sekitar mata) pada spesies ini.
Telinga: Operculum (tutup telinga) menyatu dengan kapsul telinga.
Spirakel Terbuka: Spirakel (lubang untuk pernapasan) tetap terbuka bahkan pada hewan dewasa.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal. Mereka lebih aktif mencari makan dan beraktivitas pada malam hari.
Diet (Makanan) : udang sungai dan ikan kecil, tetapi mereka juga memakan serangga, cacing, moluska, berudu, dan salamander yang lebih kecil.
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi : Agustus hingga awal September.
Jumlah anak/Telur : 400-500 butir dalam sekali pembuahan dimana sang jantan menunggu telur sekitar 50-60 hari kemudian.
(Chronialogi) Masa Hidup :
Di alam Liar 50 Tahun - 200 tahun.
Di penangkaran : 52 Tahun.
Notes : Sebelum 2018, semua salamander raksasa di Tiongkok dianggap milik satu spesies: salamander raksasa Tiongkok ( A. davidianus ), spesies amfibi terbesar yang diketahui. Namun, sebuah studi genetik besar tahun itu menemukan divergensi yang dalam antara garis keturunan salamander raksasa Tiongkok, dengan banyak klade yang berbeda secara genetik terbatas pada cekungan sungai yang berbeda , dan dengan demikian mengusulkannya menjadi kompleks spesies yang terdiri dari setidaknya 5 spesies yang berbeda.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 170-186.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 5.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 182.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 66-72.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 40 & 41.
- DK e.encylopedia fauna hlm 158-165.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5 Ikan & Amfibi.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
- Pustaka Alam Life Reptil 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
Referensi :
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Jiangxi_giant_salamander
https://www.biolib.cz/en/taxon/id1990231/
https://amphibiaweb.org/lists/Cryptobranchidae.shtml
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : M. Sifa Ramadhan.
Foto By : Chen-Qi Lu