Andrias Japonicus

Andrias Japonicus

Andrias Japonicus

Amfibi (Amfibi)
Rabu, 18 Juni 2025
Ali Maruf
6 Views

Juni/18/2025 - 05.45| PARAMIDSN

Nama Ilmiah : Andrias Japonicus

Nama Lokal :  Salamander Raksasa. 

Penemu : (Temminck, 1836)

Sinonim :Triton japonicusTemminck, 1836. ;Megalobatrachus sieboldiTschudi, 1837. ;Salamandra maximaS chlegel, 1837. ;Hydrosalamandra japonicaLeuckart, 1840. ;Sieboldia maxima Gray, 1850.; Cryptobranchus japonicus Van der Hoeven, 1838. ; Salamandra gigas A.M.C. Duméril, Bibron & A.H.A. Duméril, 1854. ; Tritomegas sieboldii A.M.C. Duméril, Bibron &A.H.A. Duméril, 1854. ;Megalobatrachus maximus— Boulenger, 1882. ;Cryptobranchus maximus — Chapman, 1893. ;Andrias japonicus — Lapparent, 1900. 

Biogeografi :  (Jepang) 

Honshu: Salamander raksasa Jepang ditemukan di wilayah Chubu, Kinki, dan Chugoku di pulau Honshu bagian tengah dan barat. 

Shikoku: Populasi yang lebih kecil juga terdapat di pulau Shikoku. 

Kyushu: Spesies ini juga ditemukan di Kyushu bagian timur laut. 

Ekologi (Habitat) :

 - Sungai & Air yang Mengalir, Danau. 

Klasifikasi :

Domain: Eukaryota

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Amphibia

Order: Urodela

Family: Cryptobranchidae

Genus: Andrias

Species: A. japonicus

Status Konservasi: VU(Vulnerable/Rentan). 

Morfologi : 

Panjang : 1,5 Meter

Berat : 25 kg

Fisiologi : Kulit mereka menghasilkan lendir yang lengket dan berbau seperti cabai, yang mungkin berfungsi sebagai pertahanan terhadap predator. 

Mereka memiliki mata kecil tanpa kelopak mata dan penglihatan yang buruk. Mereka mengandalkan indera lain, seperti sensor khusus di kepala mereka, untuk mendeteksi pergerakan. 

Mereka memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, mampu menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang. 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal. Mereka lebih aktif mencari makan dan beraktivitas pada malam hari.

Diet (Makanan) : udang sungai dan ikan kecil, tetapi mereka juga memakan serangga, cacing, moluska, berudu, dan salamander yang lebih kecil. 

Reproduksi : Pembuahan Eksternal :

Setelah betina bertelur, jantan melepaskan sperma untuk membuahi telur di luar tubuh betina. 

Musim Reproduksi : Agustus hingga awal September. 

Jumlah anak/Telur : 400-600 butir dalam sekali pembuahan dimana sang jantan menunggu telur sekitar 50-60 hari kemudian. 

(Chronialogi) Masa Hidup : 

Di alam Liar : 52 Tahun. 

Di penangkaran : 50 Tahun. 

Domestikasi : ada upaya penangkaran dan pembiakan di kebun binatang, seperti di Kebun Binatang Asa, Hiroshima. Salamander raksasa Jepang adalah spesies yang dilindungi dan merupakan bagian dari warisan alam Jepang.

Sumber Pustaka :

National Geographic FAUNAPEDIA hlm 170-186.

- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 5.

- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.

- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 182.

- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.

- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 66-72.

- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 40 & 41.

- DK e.encylopedia fauna hlm 158-165.

- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5 Ikan & Amfibi. 

- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.

- Pustaka Alam Life Reptil 1979-1987.

- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi 1989.

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).

Referensi :

 https://en.m.wikipedia.org/wiki/Japanese_giant_salamander

https://amphibiaweb.org/species/3859

https://www.divessi.com/en/blog/Japanese-giant-salamander-9855.html

https://nationalzoo.si.edu/animals/japanese-giant-salamander

https://greennetwork.id/kabar/sustainable-daisen-menyelamatkan-salamander-raksasa-jepang-dan-habitatnya/

Penulis : Ali Ma'ruf

Editor : Suaizam

Foto By : collect PARAMIDSN Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi 1989.