9/JUNI/2025 - 03.00| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Trimeresurus Andalasensis
Nama Lokal : -
Penemu : David and Vogel, 1997.
Sinonim : Trimeresurus Andalasensis DAVID, VOGEL, VIJAYAKUMAR & VIDAL 2006.; Lachesis puniceus — HOLTZINGER-TENEVER 1917: 443.;Trimeresurus puniceus — MATSUI et al. 1984: 123. ;Lachesis borneensis — BAUMANN 1913: 273 (non Atropophis borneensis PETERS 1872). ;Trimeresurus borneensis DAVID & VOGEL 1996: 165. ; Trimeresurus (Craspedocephalus) andalasensis DAVID et al. 2011. ; Craspedocephalus andalasensis — WALLACH et al. 2014: 187.
Biogeografi : (Indonesia) Pulau Sumatera. Provinsi Aceh. Diketahui dari Blangkejeren, Taman Nasional Gunung Leuser, Ketembe, Takengon; Provinsi Sumatera Utara. Tercatat dari Pegunungan Toba; Provinsi Sumatera Barat. Tercatat dari Gunung Gadut dan “Dataran Tinggi Padang”. Spesies ini endemik di daerah pegunungan di bagian utara dan barat pulau
Ekologi (Habitat) : Arboreal
- Hutan iklim sedang, termasuk hutan kecil.
- Hutan Pinus , termasuk hutan kecil.
Klasifikasi:
Domain: Eukaryota
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Viperidae
Genus: Craspedocephalus
Species: C. andalasensis (T.Andalasensis)
Status Konservasi: LC (Least Concern/Risiko rendah).
Morfologi :
Panjang Tubuh 80.9cm
Fisiologi : Jantan memiliki Dorsal tubuh berwarna coklat-keunguan gelap dengan 17 hingga 25 buah garis-garis cukup tebal berwarna abu-abu pucat, pola terlihat lebih jelas pada individu jantan.
Pada tubuh betina tidak terlalu menonjol, daerah (Anus) ventral berwarna coklat-kemerahan atau kuning tua-coklat dengan bintik-bintik coklat.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal (Aktif mencari Mangsa pada malam Hari.
Diet (Makanan) : katak, kadal, burung dan mamalia kecil.
Reproduksi : Ovovivipar.
Musim Reproduksi : November- Desember.
Jumlah Anak/Telur : 25 ekor.
(Chronialogi) Masa Hidup : 20 Tahun.
Domestikasi : T. andalasensis pertama kali dideskripsikan sebagai spesies baru pada tahun 2006 . Penelitian ini juga merevalidasi Trimeresurus wiroti, memisahkannya dari populasi di Thailand dan Malaysia Barat.
Deskripsi ini berdasarkan analisis morfologi dan molekuler dari kelompok ular Trimeresurus puniceus di Asia Tenggara . Holotipe spesimen, SMF 22429, adalah ular jantan dewasa yang dikumpulkan oleh H. R. Roomaaker pada tahun 1929 di Danau Tawar, Takengon, Aceh, Sumatra Utara, Indonesia . Meskipun deskripsi ilmiahnya baru dipublikasikan tahun 2006, spesimen yang menjadi dasar penemuan ini sudah dikumpulkan jauh sebelumnya.
Sumber Pustaka :
National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 4.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi. Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 184-186.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 42-44.
- DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
- Pustaka Alam Life Reptil 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA) CHRISTINA WILSDON.
Referensi :
https://novataxa.blogspot.com/2012/11/2006-trimeresurus-andalasensis-sumatra.html?m=1
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Craspedocephalus_andalasensis
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : M. Sifa Ramadhan
Foto by : app Inaturalist | joshphangurha