17/JANUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Morelia viridis
Nama English : Green Tree Python
Nama Lokal : Sanca Hijau Utara
Penemu : (Schlegel, 1872)
Sinonim :
Python viridis Schlegel, 1872
Chondropython viridis (Schlegel, 1872)
Chondropython viridis adelynhoserae Hoser, 2009
Morelia viridis adelynhoserae Hoser, 2009
Biogeografi :
Indonesia bagian Timur ( Misool , Salawati , Kepulauan Aru , Kepulauan Schouten , sebagian besar Papua Barat ), Papua Nugini (termasuk pulau-pulau terdekat dari permukaan laut hingga ketinggian 1.800 m, Pulau Normanby dan Kepulauan d'Entrecasteaux ) dan Australia ( Queensland di sepanjang pantai timur Semenanjung Cape York )
Ekologi (Habitat) :
-Hutan iklim sedang, termasuk hutan kecil
- Hutan Pinus , termasuk hutan kecil
- Hutan Tropis & Hutan Hujan
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Pythonidae
Genus: Morelia
Species: Morelia viridis
Similar species/ species Fosil :5/1
-species Morelia azurea (Meyer, 1874)
-species Morelia bredli (Gow, 1981) - Centralian Carpet Python
-species Morelia carinata (Smith, 1981) - Rough-scaled Python
-species Morelia spilota (Lacépède, 1804) - Carpet Python
-species Morelia viridis (Schlegel, 1872) - Green Tree Python
Fossil taxa:
-species Morelia riversleighensis (Smith & Plane, 1985) †
Subspesies :
- subspecies Morelia viridis shireenae Hoser, 2003
- subspecies Morelia viridis viridis (Schlegel, 1872
Status Konservasi: LC (Least Concern/Risiko rendah)
Morfologi :
Panjang : 1,5 - 2 Meter
Berat : 1,2 - 1,6 Kg
Fisiologi :
Kepala dan Leher: Tubuh berotot, berbentuk segitiga dengan tulang belakang yang menonjol. Kepala besar, lebar, dan pendek, dengan mata berukuran besar dan pupil vertikal.
Warna : warna hijau zamrud, terkadang kebiruan, dengan garis tulang belakang putih atau kuning yang tidak teratur, serta bintik-bintik biru/putih. Ular muda (juvenil) berwarna kuning cerah atau merah bata, berubah menjadi hijau pada umur 6-12 bulan.
Tubuh & Ekor :tubuh yang relatif ramping. mampu mencengkeram (prehensile), digunakan untuk memanjat serta menahan tubuh saat menyerang mangsa dari ketinggian. Ekor relatif panjang, mencakup sekitar 14% dari total panjang tubuh, dan bersifat prehensile (dapat mencengkeram) untuk memanjat.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal/
Diet (Makanan) : kadal (seperti skink dan gecko) serta sesekali invertebrata, mamalia kecil Tikus dll
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi : Oktober - Desember
Jumlah anak/Telur : 30 Telur
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 15-20 Tahun
Penangkaran : 20 - 45 Tahun
Notes : Spesies ini berasal dari Papua Nugini , beberapa pulau di Indonesia , dan Semenanjung Cape York di Australia . Pertama kali dideskripsikan oleh Hermann Schlegel pada tahun 1872, ular ini dikenal selama bertahun-tahun sebagai Chondropython viridis.Ular ini merupakan hewan peliharaan yang populer, dan jumlahnya di alam liar telah menurun akibat penyelundupan besar-besaran ular piton pohon hijau hasil tangkapan liar di Indonesia. Meskipun demikian, ular piton pohon hijau dikategorikan sebagai spesies yang tidak terlalu terancam punah dalam Daftar Merah IUCN. Hoser (2003) mendiagnosis Chondropython viridis shireenae ssp. nov. sebagai “satu-satunya Ular Piton Hijau (C. viridis) yang ditemukan di daratan Australia dan dapat dipisahkan dari semua C. viridis lainnya berdasarkan hal ini. Tanpa data lokasi yang baik, subspesies ini paling baik dipisahkan dari C. viridis lainnya dengan analisis DNA komparatif [tidak ada dalam makalah Hoser], yang telah berhasil digunakan untuk memisahkan subspesies ini. C. viridis Australia dewasa memiliki tanda putih atau tanda lainnya di sepanjang tulang belakang dan beberapa tanda lainnya, sedangkan yang dari tempat lain tidak selalu memiliki ciri ini. Oleh karena itu, ini adalah karakter diagnostik untuk spesimen C. viridis Australia.” Berdasarkan makalah Hoser tahun 2003, status subspesies ini masih belum pasti.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 188-220.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 6.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 142-153.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 178-180.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 46-50.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 86-104.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 38 & 39.
- DK e.encylopedia fauna hlm 126-154
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5 Ikan & Amfibi
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 142-155.
- Pustaka Alam Life Ikan 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna IKAN 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam ikan Air Laut (Satrio Yudhoyono).
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Ikan Air Tawar (Keyla Nazira).
- Ensiklopedia Ikan Hias Air Tawar (Darti Setya Lesmana).
- Reef Fishes of the Indo Pacific 2nd Edition
- ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Tawar Eko Budi Kuncoro.
- ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Laut Eko Budi Kuncoro & F.E. Ardhi Wiharto.
Referensi : https://www.biolib.cz/en/taxon/id58452/
https://en.wikipedia.org/wiki/Green_tree_python
https://reptile-database.reptarium.cz/Morelia/viridis?search_param=%28%28search%3D%27Morelia+viridis%27%29%29
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=1048277
https://www.inaturalist.org/observations/277682181
Penulis : Ali Maruf
Editor : Aji Jipang
Foto By : app Inaturalist| caleb_yates