29/MEI/2025 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Scleropages legendrei
Nama English : Red Arowana
Nama Lokal : Siluk Merah/Arwana Merah,Ikan Naga, Barramundi, Saratoga, Pla Tapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkeleso, dan Aruwana/Arowana.
Penemu : Pouyaud, Sudarto & Teugels, 2003
.Sinonim:
Scleropages formosus Var.
Biogeografi : Sungai Kalimantan Barat & Danau Sentarum.
Ekologi (Habitat) :
-Air Tawar, Sungai & Danau
Taksonomi & Klasifikasi:
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Osteoglossiformes
Famili: Osteoglossidae
Genus: Scleropages
Spesies: Scleropages legendrei
Similiar spesies & Fosil Species : 7
- speciesScleropages aureus Pouyaud, Sudarto & Teugels, 2003
- species Scleropages formosus (Müller & Schlegel, 1840) - Asian Arowana
- species Scleropages inscriptus T. R. Roberts, 2012
- species Scleropages jardinii (Saville-Kent, 1892) - Australian Bonytongue
- species Scleropages legendrei Pouyaud, Sudarto & Teugels, 2003 - Red Arowana
- species Scleropages leichardti Günther, 1864 - Southern Saratoga
- species Scleropages macrocephalus Pouyaud, Sudarto & Teugels, 2003
Fossil: (-)
Subspecies: (-)
Status Konservasi:
IUCN : EN (Terancam)
CITES :
Morfologi :
Panjang tubuh : 24 inc - 60 Cm
Fisiologi :
Kepala : Bentuk kepala Terdapat tiga tipe kepala yang dikenal para penghobi arwana: normal, sendok, dan king.
Lidah : Lidah Ikan Arwana Asia adalah ikan bertulang dari keluarga Osteoglossidae, yang juga dikenal sebagai bonytongues.
Gigi : mereka berjumlah hingga 17 buah . Struktur mulut ini membantu mereka dalam menangkap mangsa.
Sirip Arwana : Sirip Punggung(Dorsal) : Arwana Super Red memiliki sirip punggung yang memanjang, menyerupai sayap , dan sirip anal yang terletak di bagian bawah belakang tubuhnya. Sirip-sirip ini berperan penting dalam pergerakan ikan di dalam air . Sirip anal (Ventral) yang berkualitas baik memiliki bagian luar yang rata, tidak bergerigi .
Sirip Dada (Pectoral) : Arwana memiliki sirip dada yang panjang dan bergabung di belakang kepala. Sirip ini, bersama dengan sirip punggung, dubur, dan ekor yang lebar, membantu arwana dalam berenang dan bahkan melompat hingga 2 meter di atas permukaan air.
Sirip Ekor (Caudal) : Sirip ekor pada Arwana Super Red umumnya berwarna merah, dengan variasi warna dari merah kekuningan hingga merah gelap atau merah cerah .
Warna Tubuh : Merah Menyala dengan
Etologi (Tingkah Laku) : Nocturnal
Diet (Makanan) : di alam liar pakan alami yakni Serangga kecil, ikan-ikan kecil, & Udang. Di Aquarium dapat di beri pakan Jangkrik sampai ikan tetra.
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi : Juli - Desember
Jumlah Anak/Telur : 40-60 Ekor
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 15-20 Tahun
Penangkaran : 30 Tahun.
Notes : ikan Arwan Merah atau biasa di sebut Super Red Arwana ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena merupakan primadona ekspor Indonesia yang sangat di lindungi. Untuk Ekspor hanya di ijinkan dari budidaya dengan tanda (Chip) yang di tanamkan di tubuhnya .Tanning : pada ikan, terutama ikan Arwana, adalah proses yang bertujuan untuk meningkatkan dan memunculkan warna alami mereka, seperti merah atau putih, dengan menggunakan cahaya khusus atau lampu khusus. Ada perbedaan antara soft tanning dan hard tanning, dengan soft tanning lebih fokus pada menjaga warna alami dan hard tanning lebih agresif dan dapat merusak kondisi Arwana. Mereka melakukan pengasuhan pada anak atau burayak dengan cara Mouthbrooder ikan yang berkembang biak dengan cara mengeramk telurnya di mulut. kategori yang di kenal di kalangan penghobi ikan yakni :
- Chili Red (Merah Cabai) Warna merahnya cenderung lebih gelap dan pekat dibandingkan Super Red.
- Blood Red (Merah Darah) Memiliki warna merah yang sangat intens dan pekat, mendekati warna darah.
- Orange Red (Oranye Merah) Warna merahnya lebih cenderung oranye.
- Golden Red (Merah Emas) Warna Merah nya bernuansa Ke emasan.
- Super Red (Merah Super) Jenis ini memiliki warna merah menyala yang sangat mencolok dan dianggap sebagai salah satu yang paling bernilai.
Sumber Pustaka:
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 188-220.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
GEN-EBDH-6 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 6.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 142-153.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 178-180.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 46-50.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 86-104.
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 38 & 39.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 126-154.
PSC-ESS-5 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5 Ikan & Amfibi.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 142-155.
PSC-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Ikan (Edisi Cetak 1979-1987).
PSC-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna IKAN (Edisi Cetak 1989).
PSC-EHBR-L (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Ikan Air Laut (Satrio Yudhoyono).
PSC-EHBR-T (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Ikan Air Tawar (Keyla Nazira).
PSC-DS-IHT (2007) — Ensiklopedia Ikan Hias Air Tawar (Darti Setya Lesmana).
PSC-RFIP (2001) — Reef Fishes of the Indo Pacific 2nd Edition.
PSC-EBK-T (2011) — ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Tawar (Eko Budi Kuncoro).
PSC-EBK-L (2009) — ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Laut (Eko Budi Kuncoro & F.E. Ardhi Wiharto).
Referensi : https://www.biolib.cz/en/taxon/id335526/
https://en.wikipedia.org/wiki/Asian_arowana
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=112325
Penulis : Suizam
Editor : Ali Maruf
Foto By : Database PARAMIDSN
Lisensi : CC-BY-NC