Mei, 30/2025 - 16.00| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Scleropages Jardinii
Nama Lokal : Arwana Australia,Arwana Irian Jaya,
Penemu : Seville kent 1892.
Sinonim: Gulf saratoga, Australian bonytongue, pearl arowana, atau northern saratoga Scleropages aureus, Scleropages legendrei Pouyaud dkk. , 2003.
Biogeografi : Australia, Indonesia (Irian Jaya)
Ekologi (Habitat) : Sungai & Danau
Klasifikasi:
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Osteoglossiformes
Famili: Osteoglossidae
Genus: Scleropages
Spesies: S. Jardinii
Status Konservasi: LC (Least Concern/Risiko rendah.
Morfologi :
Panjang tubuh :
90 Cm di alam liar.
50-60 cm di Penangkaran.
Air Optimal : Suhu : 25º-28ºC ; pH 6,5-7, 0; dH 6-8º.
Fisiologi : Tubuh panjang berwarna gelap dengan tujuh baris sisik besar, masing-masing dengan beberapa bintik kemerahan atau merah muda yang tersusun seperti bulan sabit di tepi belakang sisik, memberikan tampilan seperti mutiara .
Memiliki sirip dada (Pectoral) yang besar seperti sayap .
S. jardinii dapat dibedakan melalui punggung yang relatif melengkung dan jumlah jari-jari sirip punggung dan anal yang lebih tinggi.
Ada dua varian warna yang dikenal: Red Pearl (mutiara merah) dan Green Pearl (mutiara hijau).
Etologi (Tingkah Laku) : Nocturnal atau lebih sering menghabiskan waktu mencari mangsa di malam Hari.
Diet (Makanan) : di alam liar pakan alami yakni Serangga kecil, ikan-ikan kecil, & Udang. Di Aquarium dapat di beri pakan Jangkrik sampai ikan tetra.
Reproduksi : Mouthbrooder ikan yang berkembang biak dengan cara mengerami telurnya di dalam mulut. Namun perbedaan yang signifikan untuk spesies S. jardinii penjaga telur adalah Jantan bukan betina.
Musim Reproduksi : Juli - Desember
Jumlah Anak/Telur : 40-60 Ekor dalam sekali pemijahan.
(Chronialogi) Masa Hidup : di alam liar bisa 15-20 Tahun sedangkan di Aquarium atau penangkaran bisa sampai 30Tahun.
Domestikasi: Di Indonesia, khususnya di Merauke dan sekitarnya, Scleropages jardinii dikenal sebagai Kaloso. Sifatnya yang teritorial dan agresif membuatnya tidak cocok untuk akuarium komunitas. Meskipun demikian, spesies ini telah berhasil dikembangbiakkan di penangkaran .
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 188-220.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 6.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 142-153.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 178-180.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 46-50.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 86-104.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 38 & 39.
- DK e.encylopedia fauna hlm 126-154
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5 Ikan & Amfibi
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 142-155.
- Pustaka Alam Life Ikan 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna IKAN 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam ikan Air Laut (Satrio Yudhoyono).
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Ikan Air Tawar (Keyla Nazira).
- Ensiklopedia Ikan Hias Air Tawar (Darti Setya Lesmana).
- Reef Fishes of the Indo Pacific 2nd Edition
- ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Tawar Eko Budi Kuncoro.
- ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Laut Eko Budi Kuncoro & F.E. Ardhi Wiharto.
Referensi :
IKAN HIAS AIR TAWAR ; Darti Satya Lesmana
Penulis : Sifa Ramadhan
Editor : Ali Ma'ruf
Foto by : app inaturalist | fir0002