21/Desember/2025-02.10| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Osteolaemus tetraspis osborni
Nama English : Congo Dwarf Crocodile
Nama Lokal : -
Penemu : Schmidt, 1919
Sinonim : -
-Osteoblepharon osborni SCHMIDT 1919: 421
-Osteoblepharon osborni ,MOOK 1921
-Osteolaemus osborni,WERNER 1933
-Osteolaemus osborni,MERTENS 1943
-Osteolaemus tetraspis osborni,WERMUTH 1953
-Osteolaemus tetraspis osborni, WERMUTH & MERTENS 1977
-Osteolaemus osborni,BROCHU 2006
-Osteolaemus osborni , MCALILEY et al. 2006
-Osteolaemus osborni ,BROCHU 2007
-Osteolaemus osborni , EATON et al. 2009
-Osteolaemus osborni , ZIEGLER et al. 2017
Biogeografi : Cekungan Negara Kongo
Ekologi (Habitat) :
-Savana & Goa
-rawa-rawa, sungai, danau
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Crocodilia
Family: Crocodylidae
genus Osteolaemus
species: Osteolaemus tetraspis osborni
Similar species/ species Fosil : -
Fosil : -
Subspesies :
- Osteolaemus tetraspis osborni Schmidt, 1919,Congo Dwarf Crocodile
- Osteolaemus tetraspis tetraspis Cope, 1862,West African Dwarf Crocodile
Status Konservasi: VU(Vulnerable/Rentan)
Morfologi :
Panjang : 1 - 1,1 Meter
Berat : 13- 36 Kg
Fisiologi :
Tubuh & Moncong : Kepala & Moncong: Moncong pendek, tumpul, lebar, mirip (caiman kerdil).
Hidung: Tidak memiliki sekat internarial (batang tulang pemisah) pada lubang hidung, yang dapat dirasakan dengan menyentuh area lubang hidungnya.
Individu dewasa umumnya berwarna gelap merata (hitam atau cokelat tua) di bagian atas dan samping, sedangkan bagian perut berwarna kekuningan dengan bercak hitam.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal (Aktif pada Malam)
Diet (Makanan) : ikan,ular,kura-kura,burung dan mamalia termasuk monyet,tupai,tikus,berang-berang dan anjing
Reproduksi : ovipar
Musim Reproduksi : Mei - Juni
Jumlah anak/Telur : 10-20 Telur
(Chronialogi) Masa Hidup : -
Alam liar : 50-75 Tahun
Penangkaran : 70 Tahun
Notes : Nama Ilmiah: Nama Osteolaemus berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti "tenggorokan bertulang", merujuk pada perlindungan osteoderm (lempeng tulang) yang kuat di area tenggorokan. sebagai buaya kerdil Osborn , adalah spesies buaya endemik di Cekungan Kongo di Afrika Spesies ini memiliki sejarah taksonomi yang agak berbelit-belit . Spesies ini pertama kali dideskripsikan sebagai Osteoblepharon osborni oleh Schmidt pada tahun 1919, berdasarkan beberapa spesimen dari Cekungan Sungai Kongo Hulu di wilayah yang sekarang menjadi Republik Demokratik Kongo . Namun, Inger dalam makalah tahun 1948 menemukan bahwa spesimen tersebut tidak memiliki karakteristik yang dapat membenarkan pemisahan genus dari Osteolaemus dan merujuk spesimen tersebut ke Osteolaemus osborni . Pada tahun 1961, spesies ini diturunkan menjadi subspesies, tetapi divalidasi kembali menjadi spesies penuh pada tahun 2021.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 4.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi. Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 184-186.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 42-44.
- DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
- Pustaka Alam Life Reptil 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
- NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA) CHRISTINA WILSDON.
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id469665/
https://en.wikipedia.org/wiki/Osteolaemus_osborni
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=1304742
Penulis : Ali Maruf
Editor : Aji Jipang
Foto By : Spain, Zoo Santillana