Hemitriakis indroyonoi

Hemitriakis indroyonoi

Hemitriakis indroyonoi

Pisces (Ikan)
Senin, 13 Oktober 2025
YunitaParami
2 Views

Oktober/13/2025-15.03| PARAMIDSN

 

 

Nama Ilmiah : Hemitriakis indroyonoi 

Nama English : Indonesian houndshark

Nama Lokal : hiu anjing Indonesia 

 

Penemu : White, Compagno & Dharmadi, 2009

Sinonim : -

 

Biogeografi : Indonesia (Bali, Lombok)

Ekologi (Habitat) : Laut dan Samudra

 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: chondrichthyes

Order: Carcharhiniformes

Family: Triakidae

Genus: Hemitriakis

Species: Hemitriakis indroyonoi 

 

Similar species:

-species Hemitriakis abdita Compagno & Stevens, 1993 - Deepwater Sicklefin Hound Shark

-species Hemitriakis complicofasciata Takahashi & Nakaya, 2004

-species Hemitriakis falcata Compagno & Stevens, 1993 - Sicklefin Houndshark

-species Hemitriakis indroyonoi White, Compagno & Dharmadi, 2009

-species Hemitriakis japanica (Müller & Henle, 1839) - Japanese topeshark

-species Hemitriakis leucoperiptera Herre, 1923 - Whitefin Tope Shark

 

Subspesies : -

Status Konservasi: EN (Endangered/genting)

 

Morfologi 

Panjang : jantan ± 120 cm, betina ± 115 cm

Berat : -

 

Fisiologi

Kepala: Kepala memanjang dan agak pipih dorsoventral (tertekan dari atas ke bawah) dengan moncong (snout) yang relatif panjang dan runcing, ujung moncong meruncing halus (tidak tumpul) dan panjang moncong lebih besar dibandingkan jarak antar mata. H. indroyonoi mudah dibedakan dari spesies lain seperti H. complicofasciata yang memiliki moncong lebih pendek dan kepala lebih lebar di bagian anterior

Tubuh : ramping dengan pola pita samar di punggung dan ekor (tidak sejelas H. complicofasciata), serta sirip punggung pertama yang besar dengan ujung membulat

 

Ekologi (Tingkah Laku) : - 

Diet (Makanan) : krustasea (termasuk udang , kepiting , kepiting pertapa , udang mantis ),cephalopoda (termasuk gurita ), cacing sendok ; cacing polikaeta, tunikata,cacing kacang, ikan bertulang kecil

 

Reproduksi :  ovovivipar 

Musim Reproduksi : -

Jumlah anak/Telur : 6-11 ekor

 

(Chronialogi) Masa Hidup

Alam liar : -

Penangkaran : -

 

Notes : Diberi nama Hemitriakis indroyonoi untuk menghormati Dr. Indroyono Soesilo, tokoh kelautan Indonesia. 

 

Sumber Pustaka

-National Geographic FAUNAPEDIA hlm 188-220.

- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 6.

- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 142-153. 

- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 178-180.

- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 46-50.

- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 86-104.

- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 38 & 39.

- DK e.encylopedia fauna hlm 126-154

- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5 Ikan & Amfibi

- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 142-155.

- Pustaka Alam Life Ikan 1979-1987.

- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna IKAN 1989.

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam ikan Air Laut  (Satrio Yudhoyono). 

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Ikan Air Tawar (Keyla Nazira). 

- Ensiklopedia Ikan Hias Air Tawar (Darti Setya Lesmana). 

- Reef Fishes of the Indo Pacific 2nd Edition

- ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Tawar Eko Budi Kuncoro. 

- ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Laut Eko Budi Kuncoro & F.E. Ardhi Wiharto. 

 

Referensi

https://www.biolib.cz/en/taxon/id710756/

https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesian_houndshark

 

Penulis : Vivi Yunita 

Editor : Ali Maruf 

Foto By : ResearchGate