Geotria Australis

Geotria Australis

Geotria Australis

Pisces (Ikan)
Senin, 23 Juni 2025
Ali Maruf
7 Views

JUNI/23/2025 - 18.00 | PARAMIDSN

 

Nama Ilmiah : Geotria Australis

 

Nama Lokal :  -

 

Penemu : (J. E. Gray, 1851) 

 

Sinonim : Chilopterus Philippi 1858. ; Dionisia Lahille 1915 non Landau Chabaud, Miltgen & Baccam 1980. ; Exomegas Gill 1883 non Burmeister 1868. ;Macrophthalmia Plate 1897.

; Neomordacia Castelnau 1872. ;Thysanochilus Troschel 1857 non Butler 1878 non non Falc. 1839. :Velasia Gray 1853. ;Yarra Castelnau 1872 non Krapp-Schickel 2000.

 

Biogeografi : 

Australia: perairan pantai dan sungai di Australia, terutama di bagian selatan dan tenggara.

 

Selandia Baru: Di Selandia Baru, spesies ini dikenal dengan nama piharau (Pulau Utara) dan korokoro, kanakana (Pulau Selatan).

 

Amerika Selatan: Geotria australis juga ditemukan di sungai-sungai di Chili dan Argentina.

 

Ekologi (Habitat) : 

- Laut & Samudera. 

-  Sungai & Air yang Mengalir, Danau. 

 

Klasifikasi :

Domain: Eukaryota

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Subphylum: Vertebrata

Infraphylum: Agnatha

Superclass: Cyclostomi

Class: Petromyzontida

Order: Petromyzontiformes

Family: Geotriidae

Genus: Geotria

 

Status Konservasi :

- LC (Least Concern/RisiKonservasi).

- DD (Data Deficient/Kekurangan data). 

 

Morfologi :

 panjang  60cm

 

Fisiologi : 

Bentuk Tubuh: Tubuhnya panjang, ramping, dan seperti belut. 

insang :Terdapat 7 pasang lubang insang yang terlihat seperti pori-pori. 

Mata : Matanya relatif kecil dan terletak di sisi kepala. 

Warna: Kulitnya berwarna perak mencolok saat di air laut, tetapi berubah menjadi cokelat setelah beberapa waktu di air tawar.

 

Alat Gerak: Tidak memiliki rahang, hanya memiliki mulut berbentuk cakram pengisap yang digunakan untuk menempel dan menghisap. 

 

Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal aktif sepanjang hari. 

 

Diet (Makanan) : 

Saat larva  mereka menggunakan Ammocoetes adalah filter feeder yang memakan partikel organik tersuspensi dari sedimen sunga. 

Lamprey dewasa, setelah bermigrasi ke air tawar untuk bertelur, tidak lagi makan dan bertahan hidup dengan cadangan lemak dan jaringan tubuh mereka. 

Filter feeder: Ammocoetes lamprey memakan partikel organik tersuspensi dari sedimen sungai.

Mikroorganisme: Mereka juga dapat mengonsumsi mikroorganisme seperti bakteri dan alga. 

 

Reproduksi : Pemijahan biasanya terjadi di sarang yang dibuat di dasar sungai. 

Musim Reproduksi : 18 Bulan untuk mencapai kematangan seksual. 

Jumlah anak/Telur : 60.000 telur, dalam sekali pemijahan. 

 

(Chronialogi) Masa Hidup : 

Larva : 3-5 Tahun. 

Dewasa : 1-2 Tahun. 

 

Domestikasi : 

Lamprey dimangsa oleh burung albatros, burung shag, ikan besar dan mamalia laut.  Telah dihipotesiskan bahwa penurunan jumlah lamprey yang nyata dapat disebabkan oleh degradasi kualitas air di perairan dataran rendah.

 

Sumber Pustaka :

- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 188-220.

- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 6.

- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 142-153. 

- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 178-180.

- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 46-50.

- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 86-104.

- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 38 & 39.

- DK e.encylopedia fauna hlm 126-154

- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5 Ikan & Amfibi

- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 142-155.

- Pustaka Alam Life Ikan 1979-1987.

- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna IKAN 1989.

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam ikan Air Laut  (Satrio Yudhoyono). 

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Ikan Air Tawar (Keyla Nazira). 

- Ensiklopedia Ikan Hias Air Tawar (Darti Setya Lesmana). 

- Reef Fishes of the Indo Pacific 2nd Edition

- ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Tawar Eko Budi Kuncoro. 

- ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Laut Eko Budi Kuncoro & F.E. Ardhi Wiharto. 

 

Referensi : https://en.wikipedia.org/wiki/Pouched_lamprey

https://fishesofaustralia.net.au/home/species/3415

 

Penulis : Ali Ma'ruf

Editor :  M. Siffa Ramadhan

Foto By : Department of Conservation Te Papa Atawhai.