21/Desember/2025-02.30| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Gavialis gangeticus
Nama English : Gharial
Nama Lokal : Buaya Gavial
Penemu : (Gmelin in Linnaeus, 1789
Sinonim :
-Lacerta gangetica GMELIN in LINNAEUS 1789: 1057
-Crocodilus gavial BONNATERRE 1789: 34
-Crocodylus gangeticus , MEYER 1795: 20
-Crocodilus longirostris SCHNEIDER 1801: 160
-Crocodilus arctirostris DAUDIN 1802: 393 (nom. subst.)
-Crocodilus tenuirostris CUVIER 1807: 66
Rkamphostoma [sic] tenuirostre , WAGLER 1830: 141 (fide D & B 1836)
-Gavialis gangeticus , GRAY 1831: 56
-Gavialis gangeticus , DUMÉRIL & BIBRON 1836: 134
-Gavialis gangeticus , WERMUTH & MERTENS 1977: 150
-Gavialis gangeticus , KING & BURKE 1989
Biogeografi : Bangladesh, Bhutan, Myanmar (= Burma), N India (Madhya Pradesh etc), Nepal, Pakistan
Ekologi (Habitat) :
-rawa-rawa, sungai, danau
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Crocodilia
Family: Gavialidae
Genus: Gavialis
Species: Gavialis gangeticus
Included & Paleo species/ : -
Paleo : -
Subspesies : -
Status Konservasi:
IUCN : CR (Criticaly Endangered/ Kritis)
Morfologi :
Panjang : 3 - 6,20 Meter
Berat : 150 - 250 Kg
Fisiologi :
Mata & Hidung : Mata dan lubang hidung di bagian atas kepala, kaki belakang berselaput, ekor terkompresi lateral, memungkinkan mereka mengintai di air.
Gigi: Ratusan gigi tajam, berbentuk sama, saling mengait, tertanam dalam rongga (tekodont).
Tubuh : Tubuh & Kulit: Salah satu buaya terpanjang (hingga 6,25 m), kulit bersisik halus.
Warna : berwarna cokelat kemerahan gelap di bagian punggung coklat atau zaitun dengan pita gelap, perut putih kekuningan.
Moncong: Moncong (Snout): Sangat panjang, tipis, dan ramping, melebar sedikit di ujung, dengan gigi tajam untuk menangkap ikan
Kaki: Jari-jari kaki memiliki selaput (webbed) di bagian dasarnya untuk membantu mobilitas di air.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal (Aktif Sepanjang Hari)
Diet (Makanan) : ikan,ular,kura-kura,burung mamalia, monyet,tupai,tikus,
Reproduksi : ovipar
Musim Reproduksi : November - Februari
Jumlah anak/Telur : 30-50 Telur
(Chronialogi) Masa Hidup : -
Alam liar : 100 Tahun
Penangkaran :50-70 Tahun
Notes : Gavialis kemungkinan pertama kali muncul di anak benua India pada zaman Pliosen dan menyebar ke Kepulauan Melayu melalui jalur yang disebut rute Siwa–Malaya pada zaman Kuarter . Sisa-sisa yang dikaitkan dengan Gavialis juga telah ditemukan di Sulawesi dan Pulau Woodlark di sebelah timur Garis Wallace , menunjukkan bahwa garis keturunan prasejarah Gavialis mampu melintasi lingkungan laut dan mencapai tempat-tempat yang mungkin sejauh Oseania barat . Adaptasi Memiliki moncong sempit yang ideal untuk menangkap ikan, serta lapisan reflektif (tapetum lucidum) di mata untuk penglihatan malam hari.
Statusnya Sangat langka, dengan populasi dewasa di alam liar diperkirakan kurang dari 1.000 ekor.Ancaman Hilangnya habitat, perburuan, dan tersangkut jaring ikan.
Nama genus Gavialis berasal dari istilah lokal “gharial” atau “ghariyal”, nama yang digunakan masyarakat di anak benua India untuk menyebut reptil dengan moncong panjang ini. Epitet spesifik gangeticus berasal dari bahasa Latin yang berarti “berasal dari Sungai Gangga”, merujuk pada kawasan Sungai Gangga (Ganges) yang merupakan salah satu wilayah penting dalam sejarah persebaran spesies ini. Nama Gharial sendiri berkaitan erat dengan bentuk khas moncongnya. Pada jantan dewasa terdapat tonjolan besar di ujung moncong yang disebut ghara, berasal dari bahasa Hindi yang merujuk pada bentuk seperti kendi atau pot. Struktur tersebut menjadi salah satu ciri paling khas yang membedakan gharial jantan dewasa dari kebanyakan crocodilian lainnya. Gharial merupakan salah satu crocodilian yang paling terspesialisasi untuk kehidupan akuatik. Moncongnya sangat panjang, sempit dan dipenuhi gigi tajam yang saling mengait, sebuah bentuk yang sangat efektif untuk menangkap ikan. Mata dan lubang hidung berada di bagian atas kepala sehingga gharial dapat mengamati lingkungan dan bernapas ketika sebagian besar tubuhnya tetap berada di bawah permukaan air. Tubuh dan ekornya juga sangat sesuai untuk berenang. Kaki yang relatif tidak ideal untuk berjalan di darat serta ekor yang kuat membuat gharial jauh lebih bergantung pada sungai dibandingkan banyak crocodilian lainnya. Gharial umumnya meninggalkan air untuk berjemur dan bertelur, terutama pada hamparan pasir atau gosong sungai.Gharial merupakan predator ikan penting dalam ekosistem sungai air tawar Asia Selatan. Spesialisasi rahangnya membuatnya mampu menangkap ikan secara efisien, sehingga membantu menjaga hubungan predator-mangsa dan keseimbangan komunitas ikan di sungai. Animal Diversity Web juga mengidentifikasi gharial sebagai predator ikan yang penting secara ekologis. Ketergantungan gharial terhadap sungai yang relatif bersih, dalam, berarus dan memiliki lokasi berpasir untuk berjemur serta bersarang menjadikannya salah satu satwa yang sangat berkaitan dengan kesehatan ekosistem sungai. Ketika habitat sungai mengalami perubahan besar akibat pembangunan, pengambilan air, perubahan aliran, penambangan pasir atau aktivitas perikanan, gharial dapat ikut terdampak.
Gharial juga memiliki nilai sebagai spesies indikator dan spesies payung. Upaya mempertahankan habitat sungai yang diperlukan gharial sekaligus dapat membantu mempertahankan berbagai organisme lain yang hidup di ekosistem sungai tersebut.Gharial menempati posisi predator di ekosistem sungai. Ikan menjadi makanan utamanya, sementara telur dan individu muda dapat dimangsa oleh berbagai predator lain. Dengan demikian, gharial tidak hanya berperan sebagai pemangsa, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan makanan yang lebih luas di ekosistem sungai.Gharial berstatus Critically Endangered (CR). Ancaman utamanya berkaitan dengan hilangnya dan perubahan habitat sungai, gangguan terhadap lokasi bertelur, aktivitas perikanan, serta penangkapan atau kematian tidak langsung akibat interaksi dengan manusia. Populasinya telah mengalami penyusutan besar dibandingkan persebaran historisnya. Dahulu gharial tersebar pada beberapa sistem sungai besar di anak benua India, termasuk Indus, Gangga, Mahanadi dan Brahmaputra, tetapi kini telah menghilang dari banyak wilayah tempatnya dahulu ditemukan.Gharial merupakan anggota famili Gavialidae, kelompok crocodilian yang memiliki sejarah evolusi panjang. Fosil dan kerabat purba kelompok ini menunjukkan bahwa garis keturunan gavial pernah memiliki persebaran yang jauh lebih luas daripada gharial modern. Karena itu, Gavialis gangeticus dapat dipandang sebagai salah satu perwakilan modern dari garis evolusi crocodilian yang sangat terspesialisasi terhadap kehidupan perairan. Gharial umumnya lebih banyak berada di air daripada di darat. Individu dapat berkumpul di bagian sungai yang dalam dengan arus lebih tenang dan menggunakan gosong pasir sebagai tempat berjemur serta lokasi bersarang. Juvenil cenderung menggunakan perairan yang lebih tenang dibandingkan individu dewasa. Moncong gharial yang sangat panjang bukan sekadar ciri penampilan. Bentuk tersebut merupakan hasil spesialisasi makan yang membuatnya sangat efektif menangkap ikan. Berbeda dari crocodilian dengan rahang lebih kokoh yang mampu menangani mangsa besar, rahang gharial yang ramping lebih cocok untuk gerakan cepat di dalam air.
Tonjolan ghara pada moncong jantan juga menjadi salah satu struktur seksual sekunder paling unik pada crocodilian. Struktur tersebut menjadi alasan mengapa gharial dapat dikenali dengan sangat mudah dibandingkan kerabatnya. Perlindungan gharial tidak dapat hanya dilakukan melalui perlindungan individunya. Konservasi spesies ini sangat bergantung pada perlindungan sistem sungai secara keseluruhan, termasuk kualitas air, aliran sungai, lokasi berjemur, gosong pasir untuk bertelur, serta pengurangan konflik dengan aktivitas perikanan. Dengan demikian, menyelamatkan gharial pada dasarnya juga berarti menjaga ekosistem sungai tempat berbagai spesies air tawar lainnya bergantung.
Sumber Pustaka :
- GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
RPT-EBDH-4 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 4.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 28
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 184-186.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 38-43.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 36.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 42-44.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
RPT-ESS-7 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
RPT-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Reptil (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).
RPT-NG-KIDS (2014) — NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
RPT-EHBR-R (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id42916/
https://en.wikipedia.org/wiki/Gavialis
https://reptile-database.reptarium.cz/Gavialis/gangeticus?search_param=%28%28search%3D%27Gavialis+gangeticus%27%29%29
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=116523
https://www.inaturalist.org/photos/73811667
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Agung Monche
Foto By : app Inaturalist| Fábio Olmos