JULI/21/2025 - 02.00| PARAMIDSN
Nama Ilmiah :Dendroaspis angusticeps
Nama English : Green mamba
Nama Lokal : Ular Mamba Hijau
Penemu : (A. Smith, 1849)
Sinonim :
Naja angusticeps (Smith, 1849).
Naja angusticeps (Duméril & Bibron, 1854).
Dendraphis angusticeps(Günther, 1858).
Dendrospis angusticeps (Boulenger, 1897).
Dendroaspis sjöstedti (Lönnberg, 1910).
Dendraspis angusticeps (Sternfeld, 1910).
Dendroaspis angusticeps (Razetti & Msuya, 2002).
Biogeografi : (Afrika Selatan dan Afrika Timur) Kenya selatan,Tanzania , Malawi , Zimbabwe timur, Zambia,Zanzibar
Ekologi (Habitat) :
- Hutan Tropis & Hutan Hujan
-
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Elapidae
Genus: Dendroaspis
Species: D. angusticeps
Similar species/ species Fosil :
- Dendroaspis angusticeps (A. Smith, 1849), Green Mamba.
- Dendroaspis jamesoni (Traill, 1843)
- Dendroaspis polylepis (Günther, 1864), Black Mamba.
-Dendroaspis polylepis
- Dendroaspis viridis (Hallowell, 1844) West African Green Mamba.
Subspesies : -
Status Konservasi: LC (Least Concern/Risiko rendah)
Morfologi :
Panjang tubuh 2,5 meter
Fisiologi :
Kepala : Panjang, ramping, dan dengan canthus yang menonjol dan sedikit terpisah dari leher.
Warna : Hijau cerah pada bagian atas, hijau kekuningan pucat pada bagian bawah. Sisik kadang-kadang memiliki warna kuning terisolasi.
Mata : Berukuran sedang dengan pupil bulat yang dikelilingi oleh tepi emas atau oker yang sempit. Irisnya berwarna hijau zaitun, berubah menjadi hijau terang di bagian belakang.
Ekor : Panjang dan ramping.
Ekologi (Tingkah Laku) : (Diurnal) Aktif pada siang hari untuk mencari makan.
Diet (Makanan) : Burung, telur burung, dan hewan pengerat arboreal seperti tikus dan tupai. Mereka juga diketahui memangsa kadal pohon.
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi :Oktober-November
Jumlah anak/Telur : 4-17
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 12-20 Tahun
Penangkaran : 11 Tahun
Domestikasi : Meskipun jarang ada laporan gigitan , gigitan mamba hijau timur bisa sangat berbahaya karena racunnya yang mengandung neurotoksin dan kardiotoksin. Gejala gigitan bisa meliputi pembengkakan, pusing, mual, kesulitan bernapas, dan dalam kasus yang parah, kelumpuhan pernapasan dan kematian.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 4.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi. Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 184-186.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 42-44.
- DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
- Pustaka Alam Life Reptil 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
- NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA) CHRISTINA WILSDON.
Referensi : https://a-z-animals.com/animals/eastern-green-mamba/
https://en.wikipedia.org/wiki/Eastern_green_mamba
https://www.biolib.cz/en/taxon/id58732/
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : M. Sifa Ramadhan
Foto by : app inaturalist | Ruan Stander