JULI/19/2025 - 19.00| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Aspidelaps lubricus lubricus
Nama Lokal : -
Nama English : Cape Coral Snake
Penemu : (Laurenti, 1768)
Sinonim : Natrix lubrica
Laurenti, 1768. ; Elaps lubricus
Merrem, 1820. ;Naia somersettaA. Smith, 1826. ;Naja lubrica Schlegel, 1837.; Aspidelaps lubricus A. Smith, 1849.
Biogeografi : Afrika Selatan dan Karoo , Provinsi Cape , utara Namibia.
Ekologi (Habitat) :
- Gurun & Semi Gurun
- Habitat Terbuka, Padang Rumput, Moor, Alang-Alang, Savana, Ladang Semak.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Elapidae
Genus: Aspidelaps
Species: A. lubricus
Similar species/ species Fosil :
- Aspidelaps scutatus (A. Smith, 1849), Shield-nosed cobra.
- Aspidelaps lubricus (Laurenti, 1768), Cape coral snake.
Subspesies :
- Aspidelaps lubricus cowlesi (Bogert, 1940), Western Cape Coral Snake.
- Aspidelaps lubricus lubricus (Laurenti, 1768).
Status Konservasi: LC (Least Concern/Risiko rendah).
Morfologi :
panjang :49-61 cm.
Fisiologi :
Tudung : Saat terancam, ular ini dapat mengangkat kepalanya dan meratakan bagian lehernya, membentuk tudung sempit, mirip dengan kobra, meskipun tidak selebar kobra sejati.
Kepala : Kepala ular ini pendek dan kecil, terpisah jelas dari leher.
Warna : Warna dasar tubuhnya bervariasi dari merah oranye hingga kuning, dengan cincin hitam tebal yang melingkari tubuh.
Tubuh : Terdapat sekitar 20-47 cincin hitam yang membentang di sepanjang tubuh, dan cincin ini tidak sepenuhnya menutup pada segmen ekor.
Ekologi (Tingkah Laku) : (nokturnal) dan sering terlihat mencari makan di malam hari, terutama di pasir lepas.
Diet (Makanan) : Memangsa hewan kecil seperti kadal, hewan pengerat kecil, dan terkadang ular lain. Mereka juga bisa makan amfibi.
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi : Mei atau Juni
Jumlah anak/Telur : 3-11 telur
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 9 Tahun
Penangkaran : 10-20 Tahun
Domestikasi : Meskipun memiliki tudung, ukuran tudungnya tidak sebesar kobra sejati.
Pola warnanya mirip dengan beberapa ular jagung, tetapi cincin hitamnya lebih tebal dan berbeda.
Meskipun disebut "kobra karang", mereka berbeda dengan kobra sejati.
Cape Coral Snake adalah ular berbisa, dan gigitannya dapat menyebabkan pembengkakan dan nekrosis lokal, serta masalah pernapasan.
Sumber Pustaka :
National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 4.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi. Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 184-186.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 42-44.
- DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
- Pustaka Alam Life Reptil 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
- NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA) CHRISTINA WILSDON.
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id58722/
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Aspidelaps_lubricus
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : Suaizam
Foto By : Milan Kořínek
Origin of image
Czechia, Zoo Olomouc
28 July 2017