18/ MEI / 2026 | Nova & Extinct PARAMIDSN
(Invertebrata | 2025 ) Mysidopsis canariensis | Karl J. Wittmann | Tanjung Verde | Atlantik Timur Laut
Crustacea • 2025] Mysidopsis canariensis • Spesies Baru Mysidopsis (Mysida: Mysidae) dari Kepulauan Canary dan Cape Verde
Surabaya,Paramidsn.com- Penelitian terbaru mengenai kelompok udang kecil laut dari famili Mysidae berhasil mengungkap keberadaan spesies baru yang berasal dari wilayah Atlantik Timur Laut. Spesies tersebut diberi nama Mysidopsis canariensis sp. nov., yang ditemukan di beberapa pulau di Kepulauan Canary serta Tanjung Verde. Penemuan ini menambah kekayaan biodiversitas dalam genus Mysidopsis, salah satu genus terbesar dalam suku Mysidopsini. Studi ini dipublikasikan dalam kajian taksonomi terbaru mengenai subfamili Leptomysinae, kelompok mysid yang dikenal memiliki penyebaran luas di perairan tropis hingga subtropis dunia. Dalam suku Mysidopsini sendiri saat ini dikenal lima genus utama, yaitu Americamysis, Brasilomysis, Cubanomysis, Metamysidopsis, dan Mysidopsis. Di antara seluruh genus tersebut, Mysidopsis merupakan kelompok dengan jumlah spesies terbanyak dan penyebaran paling luas secara global.
Habitat dan Persebaran
Mysidopsis canariensis sp. nov. ditemukan pada kedalaman sekitar 5–30 meter. Habitat utamanya berupa dasar pasir laut, meskipun beberapa individu juga ditemukan di area berbatu dan hamparan bebatuan. Persebaran spesies ini meliputi lima pulau di Kepulauan Canary dan dua pulau di Tanjung Verde, menjadikannya salah satu mysid endemik Atlantik Timur Laut.
Lingkungan habitat yang relatif dangkal menunjukkan bahwa spesies ini kemungkinan memainkan peran penting dalam rantai makanan ekosistem pesisir, terutama sebagai penghubung antara plankton dan predator tingkat lebih tinggi seperti ikan kecil.
Ciri Morfologi Pembeda
Secara morfologi, Mysidopsis canariensis sp. nov. memiliki sejumlah karakter unik yang membedakannya dari spesies lain di Atlantik Timur Laut dan Laut Mediterania. Salah satu ciri utama terdapat pada bagian telson, yaitu struktur ekor berbentuk memanjang yang khas pada mysid. Pada spesies baru ini, tepi lateral telson bagian distal memiliki area yang lebih panjang dan tidak ditutupi rambut halus (setae). Selain itu, spesies ini memiliki jumlah duri yang lebih sedikit pada endopod uropoda dibandingkan spesies berkerabat dekat seperti Mysidopsis iluroensis dan Mysidopsis gibbosa. Karakter tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam penetapan statusnya sebagai spesies baru. Penelitian juga mendokumentasikan keberadaan sedikitnya enam variasi warna berbeda pada tubuh M. canariensis. Empat di antaranya sangat menyerupai pola warna pada Mysidopsis jenseni yang hidup di pesisir Pasifik Timur Laut. Meski demikian, M. jenseni tetap dapat dibedakan dengan jelas karena memiliki lipatan pada bagian tengah punggung dekat tepi posterior karapas betina, struktur yang tidak ditemukan pada spesies baru ini.
Signifikansi Ilmiah
Penemuan Mysidopsis canariensis sp. nov. memberikan kontribusi penting bagi pemahaman evolusi dan biogeografi mysid di Atlantik Timur. Keberadaan variasi warna yang sangat beragam juga membuka kemungkinan adanya adaptasi ekologis tertentu terhadap habitat pesisir yang berbeda. Selain mendeskripsikan spesies baru, penelitian ini turut menyusun kunci identifikasi terbaru untuk spesies-spesies Mysidopsis di Atlantik Timur dan Mediterania. Kunci identifikasi tersebut diharapkan dapat membantu penelitian taksonomi dan ekologi mysid pada masa mendatang.
Klasifikasi Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Subphylum: Crustacea
Class: Malacostraca
Ordo: Mysida
Family: Mysidae
Subfamily: Leptomysinae
Suku: Mysidopsini
Genus: Mysidopsis
Spesies: Mysidopsis canariensis sp. nov.
Notes :Nama ilmiah: Mysidopsis canariensis sp. nov.Etimologi: Nama “canariensis” merujuk pada wilayah Kepulauan Canary, lokasi utama ditemukannya spesies ini.
Habitat: Dasar pasir laut, area berbatu, dan bebatuan pesisir.Kedalaman: 5–30 meter.
Distribusi: Kepulauan Canary dan Tanjung Verde, Atlantik Timur Laut. Karakter diagnostik Tepi lateral telson distal lebih panjang dan tidak berbulu. Jumlah duri pada endopod uropoda lebih sedikit dibanding spesies kerabat dekat. Tidak memiliki lipatan dorsal pada karapas betina seperti pada Mysidopsis jenseni. Memiliki sedikitnya enam variasi warna tubuh yang berbeda.Penemuan Mysidopsis canariensis sp. nov. menunjukkan bahwa wilayah Atlantik Timur Laut masih menyimpan banyak biodiversitas laut yang belum sepenuhnya terungkap. Studi taksonomi seperti ini sangat penting untuk memahami hubungan evolusi, pola persebaran organisme laut, serta mendukung upaya konservasi ekosistem pesisir di masa depan.
Informasi Publikasi :
Karl J. Wittmann. 2025. Spesies Baru Mysidopsis (Crustacea, Mysida) dari kepulauan Canary dan Cape Verde. Biodiversity Data Journal 12: e139475. DOI:
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Agung Monche
Link : doi.org/10.3897/BDJ.12.e139475