15/Maret/2026 | Nova & Extinct PARAMIDSN
(Paleontologi | 2025 ) Pseudocorax heteroserratus | Hunter Chase Egli, Benjamin Goode, Trevor Rempert dan Christopher Rego | Provinsi Khouribga | Maroko
PaleoIchthyology • 2025] Pseudocorax heteroserratus • Pseudocorax (Chondrichthyes: Lamniformes: Pseudocoracidae) dalam Fosfat Maastrichtian Atas Provinsi Khouribga, Maroko
Surabaya,Paramidsn.com-
KHOURIBGA – Sebuah penemuan penting dalam dunia paleontologi kembali mencuat dari Cekungan Oulad Abdoun, Maroko. Tim peneliti internasional berhasil mengidentifikasi spesies hiu punah baru yang hidup di akhir zaman Kapur (Maastrichtian Atas), sekitar 66 juta tahun lalu.
Etimologi Spesies
Spesies baru ini diberi nama "Pseudocorax heteroserratus". Nama tersebut diambil dari karakteristik unik giginya: "hetero" yang berarti berbeda dan "serratus" yang berarti gerigi, merujuk pada variasi gerigi gigi yang sangat ekstrem di antara individu-individu dalam spesies tersebut.
Ditemukan di "Gudang Fosil" Dunia
Fosil spesies ini ditemukan di tambang Sidi Chennane, Provinsi Khouribga, dalam lapisan yang dikenal sebagai Couche III. Wilayah ini memang tersohor sebagai salah satu deposit fosfat terkaya di dunia yang menyimpan ribuan fosil laut purba.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Paleontology (November 2025) ini didasarkan pada analisis sampel besar gigi-gigi terisolasi. Peneliti utama, Hunter Chase Egli bersama timnya, mencatat bahwa P. heteroserratus memiliki ciri fisik yang membedakannya dari kerabat Pseudocorax lainnya.
Keunikan Morfologi: Teka-teki Gerigi
Hal yang paling menarik perhatian para ilmuwan adalah variabilitas gerigi pada mahkota giginya. Berdasarkan sampel yang dikumpulkan, ditemukan bahwa:
Beberapa gigi memiliki gerigi yang kasar dan penuh.Beberapa lainnya memiliki gerigi halus atau bahkan tidak bergerigi sama sekali. Dasar gigi (root) cenderung melebar dan memanjang secara mesiodistal.
Variasi ini tidak bergantung pada posisi gigi di rahang maupun usia hiu (tahap ontogenetik). Hal ini memicu spekulasi baru mengenai sejarah evolusi hiu dari famili Pseudocoracidae. Para ahli kini mempertanyakan apakah evolusi gerigi pada garis keturunan ini terjadi dalam satu proses berkelanjutan atau muncul dari dua peristiwa evolusi yang berbeda.
Pentingnya Ukuran Sampel dalam Sains
Penemuan ini juga menjadi pengingat penting bagi komunitas ilmiah mengenai metodologi penelitian. Selama ini, banyak spesies hiu purba hanya dideskripsikan dari beberapa butir gigi saja.
Namun, melalui P. heteroserratus, terlihat bahwa satu spesies bisa memiliki bentuk gigi yang sangat beragam. Tanpa ukuran sampel yang besar, keragaman ini mungkin akan salah diartikan sebagai spesies yang berbeda-beda.
Klasifikasi Ilmiah
Berikut adalah klasifikasi ilmiah lengkap untuk spesies baru tersebut:
Kelas: Chondrichthyes (Huxley, 1880)
Subkelas: Elasmobranchii (Bonaparte, 1838)
Kohort: Euselachii (Hay, 1902)
Subkohort: Neoselachii (Compagno, 1977)
Ordo: Lamniformes (Berg, 1958)
Famili: Pseudocoracidae (Cappetta, 2012)
Genus: Pseudocorax (Priem, 1897)
Spesies Tipe: Pseudocorax affinis (Münster dalam Agassiz, 1843)
Spesies Baru: Pseudocorax heteroserratus (n. sp.)
Hunter Chase Egli, Benjamin Goode, Trevor Rempert dan Christopher Rego. 2025. Pseudocorax (Chondrichthyes, Lamniformes, Pseudocoracidae) di fosfat Maastrichtian Atas Provinsi Khouribga, Maroko. Jurnal Paleontologi . DOI: doi.org/10.1017/jpa.2025.10183 [21 November 2025]
Researchgate.net/publication/ 397832548 _Pseudocorax _in_the_Upper_Maastrichtian_phosphates_of_Khouribga_Province_Morocco
Penulis: Ali Maruf
Editor: Agung Widodo
Foto oleh: (Lampiran Dokumen Penelitian Egli et al. 2025)
Sumber: Journal of Paleontology / doi.org/10.1017/jpa.2025.10183
Foto by : https://www.moroccoworldnews.com/2025/11/269907/moroccos-phosphates-yield-a-new-fossil-shark-with-peculiar-teeth/