Temuan Spesies Baru 4 Antlion baru (Layahima)di Tiongkok Barat Daya.

Temuan Spesies Baru 4 Antlion baru (Layahima)di Tiongkok Barat Daya.

Temuan Spesies Baru 4 Antlion baru (Layahima)di Tiongkok Barat Daya.

Status: Active
03 Jul 2026
Dsn Mamalia
35 Views

30/ JUNI/ 2026 Nova & Extinct | PARAMIDSN


 

(Invertebrata | 2025 ) Layahima qilin, L. pixiu | Yuchen Zheng, Yuezheng Tu, Davide Badano dan Xingyue Liu | Tiongkok Barat Daya | China


 

[Entomologi • 2025] Layahima qilin , L. pixiu , ... • Wawasan Baru tentang Keanekaragaman dan Evolusi Genus Layahima Navás, 1912 (Neuroptera: Myrmeleontidae) , dengan Deskripsi Spesies Baru dan Larva Baru dari Cina


 

Surabaya,Paramidsn.com-  Meskipun sebelumnya hanya dikenal 12 spesies, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kekayaan hayati genus ini jauh lebih besar dari yang kita duga. Para peneliti berhasil mengidentifikasi empat spesies baru yang ditemukan di wilayah Tiongkok Barat Daya:

-​Layahima haohani

-​Layahima qilin

-​Layahima pixiu

-​Layahima zhitengi

Empat Spesies Baru Antlion Layahima Ditemukan di Tiongkok Barat Daya, Ungkap Keragaman yang Selama Ini Tersembunyi


 

Pengungkapan 4 Antlion

Para entomolog kembali mengungkap kekayaan keanekaragaman serangga Asia melalui penemuan empat spesies baru antlion (undur-undur) dari genus Layahima. Keempat spesies tersebut adalah Layahima haohani sp. nov., Layahima qilin sp. nov., Layahima pixiu sp. nov., dan Layahima zhitengi sp. nov., yang seluruhnya ditemukan di wilayah pegunungan Tiongkok Barat Daya.


 

Publikasi ilmiah & penambahan Genus lama 

Penemuan ini dipublikasikan oleh Yuchen Zheng, Yuezheng Tu, Davide Badano, dan Xingyue Liu dalam jurnal Arthropod Systematics & Phylogeny pada 17 Oktober 2025. Studi tersebut tidak hanya menambah jumlah spesies dalam genus Layahima, tetapi juga memberikan wawasan baru mengenai evolusi, penyebaran, serta tahap larva genus yang sebelumnya masih sangat sedikit diketahui. Genus Layahima pertama kali didirikan oleh Navás pada tahun 1912 dan merupakan anggota suku Acanthoplectrini dalam subfamili Dendroleontinae. Seluruh anggota genus ini diketahui bersifat endemik di kawasan Oriental. Sebelum penelitian ini, genus tersebut hanya terdiri atas 12 spesies, sehingga penambahan empat spesies baru meningkatkan keragamannya secara signifikan.



 

Klarifikasi & Persebaran

Selain mendeskripsikan spesies baru, penelitian ini juga berhasil menjelaskan tahap larva dari tiga spesies yang telah dikenal, yaitu Layahima chiangi, Layahima lhoba, dan Layahima yangi. Informasi mengenai larva sangat penting karena sebagian besar siklus hidup antlion berlangsung pada fase ini, sementara karakter larvanya sering kali menjadi kunci dalam memahami hubungan evolusi antarspesies. Tim peneliti juga berhasil mengklarifikasi persebaran sebenarnya dari Layahima chiangi. Spesies tersebut kini dipastikan hanya ditemukan di lembah sungai Nujiang yang kering dan panas di sekitar Cawarong, Xizang (Tibet), Tiongkok, sehingga memiliki sebaran yang jauh lebih sempit dibandingkan dugaan sebelumnya.



 

Keberagaman kawasan & Filogenetik

Analisis filogenetik berbasis data molekuler yang dilakukan dalam penelitian ini menghasilkan temuan penting lainnya. Kelompok Layahima zonata, yang sebelumnya dianggap berasal dari satu nenek moyang yang sama (monofiletik), ternyata bersifat parafiletik, menunjukkan bahwa hubungan evolusi dalam genus ini lebih kompleks daripada yang diperkirakan. Temuan tersebut membuka peluang revisi klasifikasi pada masa mendatang. Penemuan empat spesies baru ini menegaskan bahwa kawasan pegunungan dan lembah di Tiongkok Barat Daya masih menyimpan banyak keanekaragaman hayati yang belum terdokumentasi. Eksplorasi lanjutan diperkirakan masih akan mengungkap lebih banyak spesies baru, terutama pada kelompok serangga yang selama ini kurang mendapat perhatian.


 

Etimologi 4 Sp. Nov Layahima

Layahima diduga merupakan nama genus yang dibentuk oleh Navás pada tahun 1912. Tidak terdapat penjelasan etimologi resmi dalam publikasi aslinya sehingga asal-usul nama ini masih belum diketahui secara pasti.

Layahima haohani dinamai untuk menghormati seseorang bernama Haohan, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi atau dukungannya terhadap penelitian.

Layahima qilin diambil dari Qilin, makhluk mitologi dalam budaya Tiongkok yang melambangkan keberuntungan, kebijaksanaan, dan kemakmuran.

Layahima pixiu berasal dari Pixiu, makhluk mitologi Tiongkok yang dipercaya sebagai penjaga kekayaan dan pelindung dari roh jahat.

 Layahima zhitengi diberikan sebagai penghormatan kepada seseorang bernama Zhiteng yang berkaitan dengan penelitian atau pengumpulan spesimen.



 

Klasifikasi & Taksonomi 4 Sp.nov


 

untuk keempat spesies tersebut:

Klasifikasi & Taksonomi Layahima haohani sp. nov.


 

Kingdom: Animalia

Phylum: Arthropoda

Class: Insecta

Order: Neuroptera

Family: Myrmeleontidae

Subfamily: Dendroleontinae

Tribe: Acanthoplectrini

Genus: Layahima

Species: Layahima haohani


 

Klasifikasi & Taksonomi Layahima qilin sp. nov.

Kingdom: Animalia

Phylum: Arthropoda

Class: Insecta

Order: Neuroptera

Family: Myrmeleontidae

Subfamily: Dendroleontinae

Tribe: Acanthoplectrini

Genus: Layahima

Species: Layahima qilin


 

Klasifikasi & Taksonomi Layahima pixiu sp. nov.

Kingdom: Animalia

Phylum: Arthropoda

Class: Insecta

Order: Neuroptera

Family: Myrmeleontidae

Subfamily: Dendroleontinae

Tribe: Acanthoplectrini

Genus: Layahima

Species: Layahima pixiu


 

Klasifikasi & Taksonomi Layahima zhitengi sp. nov.

Domain: Eukaryota

Kingdom: Animalia

Phylum: Arthropoda

Class: Insecta

Order: Neuroptera

Family: Myrmeleontidae

Subfamily: Dendroleontinae

Tribe: Acanthoplectrini

Genus: Layahima

Species: Layahima zhitengi


 

Notes : Antlion (undur-undur) dewasa merupakan serangga bersayap yang menyerupai capung kecil, tetapi termasuk ordo Neuroptera, bukan Odonata. Larva antlion dikenal sebagai predator penyergap yang menggunakan rahang panjang untuk menangkap berbagai arthropoda kecil. Tidak semua antlion membuat perangkap berbentuk corong di pasir. Banyak anggota subfamili Dendroleontinae, termasuk Layahima, hidup di habitat hutan dan berkembang di serasah daun, celah bebatuan, atau permukaan tanah tanpa membangun perangkap pasir. Penelitian ini merupakan salah satu kajian paling komprehensif mengenai genus Layahima karena menggabungkan data morfologi, deskripsi larva, distribusi geografis, dan analisis filogenetik berbasis DNA. Dengan penambahan empat spesies baru ini, genus Layahima kini mencakup 16 spesies yang telah dideskripsikan, menjadikannya genus paling beragam dalam suku Acanthoplectrini yang endemik kawasan Oriental.



 

Informasi Publikasi

Yuchen Zheng, Yuezheng Tu, Davide Badano dan Xingyue Liu. 2025. Wawasan Baru tentang Keanekaragaman dan Evolusi Genus  Layahima  Navás, 1912 (Neuroptera: Myrmeleontidae), dengan Deskripsi Spesies Baru dan Larva Baru dari Cina.  Arthropod Systematics & Phylogeny.  83: 543-571. DOI:  doi.org/10.3897/asp.83.e145082  [17 Okt 2025]




 

Penulis :Dila

Editor : Ali Setyaki

Foto By :Yuchen Zheng, Yuezheng Tu, Davide Badano dan Xingyue Liu.

Link & DOI : doi.org/10.3897/asp.83.e145082  [17 Okt 2025]

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.