06/SEPTEMBER/2026-20.00| Nova & Extinc PARAMIDSN
[Invertebrata | 2025 ] Taningia silasii | Sajikumar KK, Geetha Sasikumar, Shijin Ameri dan Toji Thomas | tenggara Laut Arab | Arab
[Mollusca • 2025] Taningia silasii • Spesies Baru Cumi Laut Dalam Genus Taningia (Cephalopoda: Octopoteuthidae) dari Laut Arab
Surabaya, PARAMIDSN.COM — Dunia laut dalam kembali mengungkap salah satu rahasianya. Para peneliti mendeskripsikan spesies baru cumi-cumi dari genus Taningia Joubin, 1931 yang ditemukan di bagian tenggara Laut Arab. Spesies tersebut diberi nama Taningia silasii sp. nov. dan diusulkan memiliki nama umum Cumi-cumi Gurita India. Spesimen yang menjadi dasar deskripsi dikumpulkan pada Maret 2024 dari kedalaman sekitar 390 meter. Penemuan ini menarik perhatian karena Taningia silasii sebelumnya dapat dengan mudah disamakan dengan kerabatnya, terutama Taningia danae. Namun, penelitian morfologi dan analisis DNA menunjukkan bahwa penghuni Laut Arab tersebut memiliki karakter yang cukup berbeda untuk diakui sebagai spesies tersendiri.
Bukan Sekadar Cumi-Cumi yang Berbeda Lokasi
Secara kasatmata, spesies dalam genus Taningia memiliki bentuk tubuh yang relatif khas sebagai kelompok cumi-cumi laut dalam. Karena hidup di lingkungan dengan kondisi cahaya sangat rendah, pengenalan spesiesnya tidak selalu dapat dilakukan hanya berdasarkan penampilan luar.
Para peneliti menemukan sejumlah karakter pembeda pada T. silasii, antara lain bentuk tulang rawan pengunci mantel-corong, tulang rawan pengunci tengkuk, morfologi paruh bawah, serta jumlah lamela insang.
Karakter-karakter tersebut menjadi kombinasi penting dalam membedakan T. silasii dari spesies yang berkerabat dekat.
Dengan kata lain, spesies baru ini tidak hanya berbeda karena berasal dari wilayah geografis yang berbeda, tetapi juga menunjukkan perbedaan anatomis yang dapat digunakan dalam identifikasi taksonomi.
DNA Status Spesies nov
Untuk memastikan hubungan kekerabatannya, penelitian juga menggunakan pendekatan molekuler melalui analisis gen mitokondria COI dan 16S rRNA.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Taningia silasii memiliki jarak genetik yang cukup besar dari T. danae. Berdasarkan jarak p yang tidak terkoreksi, perbedaannya mencapai sekitar 11,8–12,1% pada COI dan 4,3–4,5% pada 16S rRNA. Pohon filogenetik kemudian memperlihatkan pemisahan yang jelas antara T. silasii dari Laut Arab dengan garis keturunan T. danae yang diketahui berasal dari Samudra Atlantik. Temuan tersebut memperkuat kesimpulan bahwa T. silasii merupakan garis keturunan evolusioner yang berbeda, bukan sekadar populasi regional dari T. danae.
Laut Dalam Menyimpan Spesies tersembunyi
Penemuan Taningia silasii juga memberikan petunjuk bahwa genus Taningia mungkin jauh lebih beragam daripada yang selama ini diperkirakan.
Penelitian menunjukkan adanya kompleks spesies di dalam genus tersebut. Selain garis keturunan baru dari Samudra Hindia yang kini diwakili oleh T. silasii, setidaknya terdapat dua garis keturunan berbeda yang diketahui dari Samudra Atlantik.
Hal ini menjadi contoh bagaimana penelitian modern yang menggabungkan morfologi dan genetika molekuler dapat mengungkap keanekaragaman tersembunyi pada organisme laut dalam. Lingkungan laut dalam memang menjadi salah satu habitat yang paling sulit diteliti. Banyak organisme hanya diketahui dari sedikit spesimen sehingga batas antarspesies terkadang baru dapat dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan anatomi dan DNA secara mendalam.
Siapa Taningia silasii?
Taningia silasii merupakan anggota famili Octopoteuthidae, kelompok cumi-cumi laut dalam yang memiliki sejarah evolusi dan biologi yang masih terus dipelajari.
Spesimen yang menjadi dasar deskripsi berasal dari tenggara Laut Arab dan diperoleh dari kedalaman 390 meter. Kedalaman tersebut sudah berada dalam lingkungan laut yang mengalami penurunan intensitas cahaya secara drastis dibandingkan perairan permukaan.
Keberadaan spesies ini memperluas pemahaman mengenai distribusi geografis genus Taningia dan menunjukkan bahwa Samudra Hindia menyimpan garis keturunan yang sebelumnya belum dikenali secara formal.
Etimologi & Nilai Ekologis
Nama genus Taningia diberikan oleh Joubin pada 1931. Sementara itu, nama spesifik silasii diberikan untuk menghormati Dr. E. G. Silas, ahli biologi kelautan terkemuka yang memiliki kontribusi penting terhadap penelitian biologi laut dan sumber daya perikanan di India.Dengan demikian, nama Taningia silasii menjadi bentuk penghormatan ilmiah terhadap jasa Dr. E. G. Silas dalam bidang ilmu kelautan. Nama umum yang diusulkan untuk spesies ini adalah Cumi-cumi Gurita India, merujuk pada keberadaannya di kawasan Samudra Hindia serta karakter kelompok Taningia yang secara umum memiliki ciri tubuh yang membuatnya menarik dalam kelompok cumi-cumi laut dalam. Sebagai penghuni laut dalam, Taningia silasii merupakan bagian dari jaring-jaring makanan ekosistem pelagis laut dalam. Cumi-cumi memiliki peran penting sebagai predator maupun mangsa. Keberadaan mereka membantu menghubungkan berbagai tingkat trofik di laut, terutama antara organisme yang lebih kecil dengan predator berukuran lebih besar.
Meskipun informasi mengenai ekologi spesifik T. silasii masih sangat terbatas karena spesies ini baru dideskripsikan, penemuannya memiliki nilai ekologis penting.
Keberadaan garis keturunan baru di Laut Arab menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati laut dalam masih belum sepenuhnya terungkap. Setiap spesies baru dapat memberikan informasi tambahan mengenai distribusi organisme, sejarah evolusi, konektivitas antarwilayah laut, serta bagaimana kehidupan beradaptasi pada lingkungan laut yang minim cahaya.
Penemuan ini juga menjadi pengingat bahwa laut dalam bukanlah wilayah yang kosong. Di balik gelapnya perairan, masih terdapat komunitas organisme dengan sejarah evolusi yang berbeda-beda dan kemungkinan belum teridentifikasi.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Mollusca
Class: Cephalopoda
Subclass: Coleoidea
Superordo: Decapodiformes
Ordo: Oegopsida
Family: Octopoteuthidae
Genus: Taningia
Spesies: Taningia silasii
Notes :
Taningia silasii menjadi tambahan baru bagi daftar keanekaragaman Cephalopoda laut dalam. Lebih dari sekadar menemukan seekor cumi-cumi yang sebelumnya belum dikenal, penelitian ini membuka gambaran bahwa genus Taningia kemungkinan merupakan kompleks spesies yang menyimpan lebih banyak keragaman daripada yang selama ini dipahami.
Dari satu spesimen yang dikumpulkan pada kedalaman 390 meter, para peneliti berhasil mengungkap garis keturunan baru dari Samudra Hindia. Perpaduan antara anatomi dan DNA menjadi kunci untuk memisahkan T. silasii dari kerabatnya.
Laut dalam masih menyimpan banyak pertanyaan. Dan Taningia silasii adalah salah satu bukti bahwa semakin dalam manusia menyelidiki lautan, semakin banyak pula kehidupan tersembunyi yang menunggu untuk dikenali.
Informasi & publikasi
Sajikumar KK, Geetha Sasikumar, Shijin Ameri dan Toji Thomas. 2025. Penerangan Spesies Baru Cumi Laut Dalam Genus Taningia (Cephalopoda: Octopoteuthidae) dari Laut Arab. Keanekaragaman Hayati Laut. 55, 107. DOI: doi.org/10.1007/s12526-025-01576-3 [14 November 2025]
Penulis :Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By :Sajikumar KK, Geetha Sasikumar, Shijin Ameri dan Toji Thomas.
Link & Doi : DOI: doi.org/10.1007/s12526-025-01576-3 [14 November 2025]