SubSpecies Karibu Rangifer tarandus dawsoni Dari Pulau Haida Gwaii yang Hilang dari Dunia

SubSpecies Karibu Rangifer tarandus dawsoni Dari Pulau Haida Gwaii yang Hilang dari Dunia

SubSpecies Karibu Rangifer tarandus dawsoni Dari Pulau Haida Gwaii yang Hilang dari Dunia

Status: Active
26 Sep 2026
Dsn Mamalia
32 Views

25/SEPTEMBER/2026| Nova & Extinct PARAMIDSN


 

(Mamalia | 1890 ) Rangifer tarandus dawsoni |  Ernest Thompson Seton | kepulauan Haida Gwaii | Columbia



 

SURABAYA, Paramidsn.com — Di antara berbagai bentuk karibu yang pernah hidup di Amerika Utara, Rangifer tarandus dawsoni merupakan salah satu yang memiliki sejarah paling terbatas. Dikenal sebagai Haida Gwaii caribou atau Dawson's caribou, hewan ini hanya diketahui berasal dari kepulauan Haida Gwaii di lepas pantai British Columbia, Kanada. Subspesies ini telah dinyatakan punah. Catatan terakhir yang dapat diverifikasi berasal dari 1908, ketika beberapa individu terakhir dikoleksi. NatureServe mencatat R. t. dawsoni sebagai subspesies yang diduga punah, sementara statusnya di Kanada dan British Columbia tercatat sebagai punah. Yang tersisa dari karibu pulau ini bukanlah populasi kecil yang masih bertahan di suatu tempat tersembunyi, melainkan spesimen museum yang menjadi bukti keberadaannya. Royal BC Museum menyimpan salah satu mount Dawson's caribou yang dibuat dari individu yang ditembak pada 1908.


 

Catatan Awal Penemuan

Catatan tertulis pertama: keberadaan karibu Haida Gwaii pertama kali dilaporkan oleh George Mercer Dawson pada 1890. Sumber sejarah ilmiah menyebut Dawson sebagai orang yang pertama kali melaporkan bentuk karibu tersebut. Deskripsi ilmiah pertama: Ernest Thompson Seton secara resmi mendeskripsikannya pada 1900 dengan nama Rangifer dawsoni dalam The Ottawa Naturalist 13:257–261. Nama tersebut kemudian ditempatkan sebagai subspesies Rangifer tarandus dawsoni. Menariknya, penelitian sejarah menyebut bahwa G. M. Dawson membawa informasi tentang karibu tersebut kepada Seton-Thompson pada 1899, sebelum deskripsi ilmiahnya diterbitkan pada 1900.


 

Karibu yang Terisolasi di Pulau

Haida Gwaii merupakan kepulauan yang terpisah dari daratan British Columbia. Isolasi geografis tersebut membuat populasi karibu yang hidup di sana berada dalam kondisi berbeda dari kerabatnya di daratan.

R. t. dawsoni dikenal memiliki tubuh relatif kecil. Deskripsi berdasarkan spesimen menunjukkan karakter morfologis yang berbeda dari karibu daratan, termasuk bentuk tubuh dan tanduk yang relatif khas. Penelitian sejarah juga menyebutkan bahwa hewan ini menghuni kawasan hutan lebat dan kemungkinan daerah rawa terbuka atau raised bogs di Graham Island.

Menariknya, informasi mengenai kehidupan alaminya sangat terbatas. E-Fauna BC bahkan mencatat bahwa hampir tidak ada informasi langsung mengenai sejarah alam Dawson's caribou, sehingga informasi seperti diet, struktur sosial, reproduksi, dan perilaku tidak dapat direkonstruksi secara rinci hanya dari catatan sejarah.


 

Hidup Bersama Masyarakat Haida

Kepulauan Haida Gwaii telah dihuni oleh masyarakat Haida selama ribuan tahun. Keberadaan karibu merupakan bagian dari sejarah alam kepulauan tersebut sebelum perubahan besar yang terjadi setelah meningkatnya aktivitas pendatang Eropa dan Amerika pada akhir abad ke-19.

Namun, keterbatasan dokumentasi membuat hubungan ekologis dan budaya antara masyarakat Haida dengan karibu ini tidak dapat digambarkan secara lengkap berdasarkan sumber ilmiah yang tersedia.


 

Hunter Datang dalam Jumlah Besar

Pada akhir abad ke-19, aktivitas perburuan oleh pendatang meningkat di Haida Gwaii. Populasi Dawson's caribou yang sejak awal terbatas di pulau akhirnya mengalami tekanan berat. Isolasi membuat keadaan menjadi semakin rentan. Berbeda dengan populasi di daratan, karibu Haida Gwaii tidak mempunyai populasi daratan yang dapat menjadi sumber individu baru apabila jumlahnya turun drastis. Kajian mengenai evolusinya juga menekankan bahwa populasi yang kecil dan terisolasi sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Bahkan perubahan yang relatif kecil dapat memberikan tekanan besar terhadap keberlangsungan populasi pulau.

Dengan kondisi tersebut, perburuan intensif bukan satu-satunya faktor yang dibahas dalam sejarah kepunahannya. Ketidakstabilan alami populasi pulau dan perubahan lingkungan juga menjadi bagian dari konteks yang perlu dipertimbangkan.


 

Tahun 1908 merupakan Catatan Terakhir

Pada 1908, sejumlah kecil karibu Dawson masih terlihat. Catatan historis menyebutkan adanya kelompok kecil yang terdiri atas dua jantan, seekor betina, dan seekor anak. Tiga individu dewasa kemudian ditembak dan kulit serta tengkoraknya dikirim untuk koleksi museum; salah satu individu kemudian dibuat menjadi mount. Tidak terdapat catatan perilaku rinci yang diperoleh melalui penelitian lapangan terhadap populasi tersebut. Akibatnya, sebagian besar gambaran mengenai R. t. dawsoni harus direkonstruksi dari spesimen, catatan sejarah, dan perbandingan dengan karibu lainnya. NatureServe menyebut 1908 sebagai catatan terverifikasi terakhir dan mencatat bahwa subspesies ini dianggap punah pada 1920-an.


 

Nilai Ekologis & Etimologi

Rangifer merupakan nama genus yang berhubungan dengan istilah untuk rusa kutub atau karibu. E-Fauna BC menjelaskan bahwa nama tersebut berasal dari bentuk Prancis rangifère, yang berarti reindeer.

tarandus berasal dari istilah Latin dan Yunani yang berkaitan dengan rusa kutub dalam tradisi penamaan klasik. Sementara itu, dawsoni diberikan untuk menghormati George Mercer Dawson, tokoh Geological Survey of Canada yang menjadi salah satu ilmuwan awal yang mendokumentasikan keberadaan karibu di kepulauan tersebut. Nama umum Dawson's caribou juga secara langsung merujuk kepada Dawson.  Keberadaan Rangifer tarandus dawsoni menunjukkan bagaimana isolasi pulau dapat menghasilkan populasi dengan karakter ekologis dan morfologis tersendiri.

Sebagai herbivora besar yang hidup di lingkungan hutan dan lahan basah Haida Gwaii, karibu tersebut kemungkinan menjadi bagian dari aliran energi antara vegetasi dan konsumen tingkat lebih tinggi. Namun, karena tidak ada penelitian ekologis lapangan terhadap populasinya ketika masih hidup, rincian perannya dalam ekosistem tidak dapat dipastikan secara langsung.

Nilai ekologis terbesar yang dapat dipastikan saat ini adalah nilai historis dan ilmiahnya. Hilangnya Dawson's caribou menjadi contoh bahwa populasi pulau dengan jumlah kecil dapat sangat rentan terhadap tekanan manusia dan perubahan lingkungan.

Yang lebih menarik, ekosistem tempat karibu tersebut pernah hidup tidak ikut menghilang ketika hewannya punah. Hutan pesisir Haida Gwaii tetap menjadi habitat berbagai satwa lain, sementara komunitas fauna pulau mengalami perubahan dari waktu ke waktu.


 

Dari Satwa Pulau jadi koleksi Museum

Kini, keberadaan Rangifer tarandus dawsoni terutama dapat dipelajari melalui koleksi museum. Royal BC Museum mencatat bahwa mount Dawson's caribou mereka merupakan satu-satunya mount spesies tersebut di dunia. Spesimen semacam ini memiliki nilai ilmiah karena dapat digunakan untuk mempelajari morfologi dan, melalui teknologi modern, bahkan memberikan peluang penelitian genetik terhadap hewan yang telah lama punah. Kisah R. t. dawsoni menunjukkan bahwa kepunahan tidak selalu terjadi pada spesies yang tersebar luas. Sebuah populasi yang hanya hidup di satu kepulauan dapat menghilang dalam waktu relatif singkat ketika tekanan terhadap populasi kecil dan terisolasi meningkat.

Satu pulau, satu bentuk karibu, dan satu populasi yang tidak memiliki tempat untuk mundur kini seluruh keberadaannya hanya dapat ditelusuri melalui jejak yang tersimpan di museum.


 

Klasifikasi dan Taksonomi

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Mammalia

Order: Artiodactyla

Family: Cervidae

Genus: Rangifer

Species: Rangifer tarandus

Subspecies: Rangifer tarandus dawsoni 

Notes : Dalam literatur taksonomi modern, Rangifer tarandus dawsoni masih digunakan sebagai nama subspesies punah. Namun, taksonomi karibu sendiri memiliki sejarah klasifikasi yang cukup kompleks. Kajian modern juga menunjukkan adanya perdebatan mengenai batas-batas spesies dan subspesies dalam genus Rangifer. Yang menarik, penelitian DNA mitokondria yang diterbitkan pada 2002 menemukan bahwa R. t. dawsoni tidak menunjukkan perbedaan genetik yang jelas dari beberapa karibu daratan yang dibandingkan. Para peneliti mengusulkan bahwa karakter morfologis khas bentuk Dawson mungkin muncul relatif baru dalam sejarah evolusinya. Karena itu, penyebutan hewan ini sebagai subspesies perlu ditempatkan dalam konteks sejarah taksonomi Rangifer, bukan dianggap sebagai persoalan yang sepenuhnya tidak diperdebatkan.



 

Informasi & Publikasi: 

NatureServe Explorer; Government of Canada/COSEWIC; Royal BC Museum; E-Fauna BC; Byun, S.A., Koop, B.F. & Reimchen, T.E. (2002), Evolution of the Dawson caribou (Rangifer tarandus dawsoni), Canadian Journal of Zoology 80: 956–960.



 

Penulis : Ali setyaki

Editor : Agung Monche

Photo by : Andrew Niemann / Royal BC Museum (CC BY 4.0)

Link & DOI : Canadian Journal of Zoology 80: 956–960.

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.