14/APRIL/2026 | Nova & Extinct PARAMIDSN
(Reptil | 2025 ) Plagiopholis maculosa | Shuo Qi, Lagu Han-Ming, Hao-Cong Yang, Yu-Hao Xu, Rui-Jian Fang, Jun-Rong Su, Zhi-Fa Liu, Yue-Ning Gong, Fang-Hua Li, Chun-He Lyu, Bing-Yang Wang dan Ying-Yong Wang. | Guangdong | China
Herpetologi • 2025] Plagiopholis maculosa • Spesies Baru Plagiopholis Boulenger, 1893 (Serpentes: Pseudoxenodontidae) dari Guangdong, Cina
Surabaya, Paramidsn.com – Dunia herpetologi kembali mencatatkan temuan penting dari Provinsi Guangdong, Tiongkok. Para peneliti berhasil mendeskripsikan satu spesies ular baru dari genus Plagiopholis, yang selama ini dikenal sebagai kelompok yang minim informasi. Spesies baru yang diberi nama Plagiopholis maculosa sp. nov. ini kini menambah daftar spesies dalam genus tersebut menjadi tujuh.
Identitas dan Karakteristik Unik
Penemuan P. maculosa didukung oleh integrasi data morfologi yang mendalam serta analisis filogenetik menggunakan fragmen gen mitokondria (CO1 dan cyt b). Hasil pengujian menunjukkan divergensi genetik yang signifikan, dengan perbedaan mencapai 12,73%–15,88% pada gen CO1 dan 16,17%–17,54% pada gen cyt b dibandingkan spesies kerabatnya.Secara morfologi, ular yang diusulkan memiliki nama umum "Nanling mountain snake" (dalam bahasa Mandarin: 南岭颈斑蛇 atau nánlǐng jǐngbānshé) ini memiliki ciri diagnostik yang sangat spesifik:
Pola Tubuh: Memiliki bercak tengkuk besar berbentuk "V" terbalik yang sangat khas. Permukaan punggungnya berwarna coklat kemerahan, dihiasi dengan serangkaian bintik coklat kehitaman yang tidak beraturan.
Anatomi: Tidak memiliki sisik loreal, susunan temporal 2+2, serta memiliki 17 gigi maksila. Spesimen yang diteliti memiliki 104 sisik ventral (tidak termasuk dua preventral) dan 24 pasang subkaudal.
Keunikan Sisik: Sisik di antara bercak lateral memiliki tepi berwarna putih, sementara sisik di bagian anterior dan posterior cenderung lebih gelap dengan tepi coklat kehitaman.
Etimologi Nama
Nama maculosa diambil dari bahasa Latin maculosus, yang berarti "berbintik" atau "memiliki bercak". Penamaan ini dipilih untuk menonjolkan ciri visual utama spesies ini, yaitu rangkaian bercak tidak beraturan yang menghiasi sepanjang bagian punggungnya. Pemilihan nama ini juga disesuaikan secara tata bahasa agar selaras dengan nama genus Plagiopholis yang bersifat feminin.
Pentingnya Penemuan
Penemuan ini tidak hanya menambah khazanah biodiversitas di kawasan Asia, tetapi juga menyoroti adanya kesenjangan pengambilan sampel yang luas di wilayah distribusi genus Plagiopholis. Para peneliti menyimpulkan bahwa masih terdapat kemungkinan besar ditemukannya spesies-spesies kriptik (spesies yang serupa secara visual namun berbeda secara genetik) lainnya yang belum terungkap di wilayah distribusi tersebut.
Klasifikasi dan Taksonomi Plagiopholis maculosa
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Xenodermatidae
Genus: Plagiopholis
Species: Plagiopholis maculosa
Informasi Publikasi :
Shuo Qi, Lagu Han-Ming, Hao-Cong Yang, Yu-Hao Xu, Rui-Jian Fang, Jun-Rong Su, Zhi-Fa Liu, Yue-Ning Gong, Fang-Hua Li, Chun-He Lyu, Bing-Yang Wang dan Ying-Yong Wang. 2025. Spesies Baru Plagiopholis Boulenger, 1893 (Serpentes, Pseudoxenodontidae) dari Guangdong, Cina. Zoosistematika dan Evolusi. 101(4): 2171-2180. DOI: doi.org/10.3897/zse.101.172706
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Agung Monche
Link : doi.org/10.3897/zse.101.172706
Foto by : Shuo Qi, Lagu Han-Ming, Hao-Cong Yang, Yu-Hao Xu, Rui-Jian Fang, Jun-Rong Su, Zhi-Fa Liu, Yue-Ning Gong, Fang-Hua Li, Chun-He Lyu, Bing-Yang Wang dan Ying-Yong Wang.