Spesies Burung Baru Greenlet Endemik dari Bolivia Terisolasi 2000 km

Spesies Burung Baru Greenlet Endemik dari Bolivia Terisolasi 2000 km

Spesies Burung Baru Greenlet Endemik dari Bolivia Terisolasi 2000 km

Status: Active
29 Jul 2026
Dsn Mamalia
34 Views

08/FEBRUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN


 

Aves | 2026) | Hylophilus moxensis |P.van Els, M. Montenegro-Avila, NA Avalos, T. Wijpkema & JT Wijpkema.  |  savana Beni | Bolivia


 

[Ornitologi • 2026] Hylophilus moxensis • Spesies Baru Burung Kedidi Hijau (Vireonidae , kelompok Hylophilus poicilotis / amaurocephalus ) dari Bolivia


 

Surabaya, Paramidsn.com – Dunia ornitologi kembali mencatat penemuan penting dengan dideskripsikannya Beni Greenlet (Hylophilus moxensis sp. nov.), seekor burung pengicau kecil dari famili Vireonidae yang hidup secara endemik di wilayah savana Beni, Bolivia. Spesies ini secara resmi dipublikasikan oleh P. van Els, M. Montenegro-Avila, N.A. Avalos, T. Wijpkema, dan J.T. Wijpkema dalam jurnal Bird Systematics pada 1 Januari 2026.


 

Analisis Morfologi & Vokalisasi

Selama bertahun-tahun, populasi greenlet dari wilayah Beni dianggap hanya merupakan bagian dari kelompok Rufous-crowned Greenlet (Hylophilus poicilotis) atau Grey-eyed Greenlet (Hylophilus amaurocephalus). Namun, penelitian terbaru yang menggabungkan analisis morfologi, vokalisasi, dan genetika berhasil membuktikan bahwa populasi tersebut merupakan spesies yang berbeda.

Tim peneliti menganalisis satu gen mitokondria (NADH2) serta tiga gen nuklir (MUSK, ACO1, dan SPIN1). 


 

Hasil & Kicauan Pembeda

Hasilnya menunjukkan bahwa populasi Beni merupakan garis keturunan tersendiri yang menjadi saudara evolusioner dari H. poicilotis dan H. amaurocephalus. Ketiga spesies diperkirakan telah berpisah secara evolusi sekitar 3,5 juta tahun yang lalu.

Selain berbeda secara genetik, Hylophilus moxensis juga memiliki ciri fisik yang khas. Burung ini tidak memiliki garis hitam maupun bercak cokelat pada bagian telinga sebagaimana ditemukan pada kerabat dekatnya. Mahkotanya berwarna kemerahan, bulu telinga abu-abu kecokelatan pucat, pipi tampak lebih gelap, serta memiliki iris berwarna gelap.

Suara juga menjadi salah satu pembeda penting. Peneliti menemukan bahwa panggilan H. moxensis memiliki harmoni yang menyerupai panggilan betina H. amaurocephalus, tetapi lagu utamanya memiliki pola nada berbentuk huruf V yang unik dan berbeda dari kedua spesies saudaranya.


 

Endemik yg terisolasi

Spesies baru ini diketahui hanya menghuni habitat semak belukar rawa di lanskap savana semi-terbuka yang tergenang air secara musiman di Departemen Beni, Bolivia tengah. Habitat tersebut terisolasi sekitar 2.000 kilometer dari persebaran dua spesies kerabat terdekatnya, sehingga memungkinkan terjadinya evolusi secara terpisah selama jutaan tahun. Penemuan Hylophilus moxensis kembali menunjukkan bahwa kawasan savana dan rawa musiman di Bolivia masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap. Dengan bertambahnya spesies baru ini, para ilmuwan berharap upaya konservasi terhadap ekosistem Beni dapat semakin ditingkatkan mengingat habitat tersebut rentan terhadap perubahan tata guna lahan dan aktivitas manusia.


 

Etimologi & Nilai Ekologis

Nama genus Hylophilus berasal dari bahasa Yunani, yaitu hylē yang berarti "hutan" dan philos yang berarti "pecinta" atau "penyuka", sehingga dapat diartikan sebagai "pecinta hutan", mengacu pada kebiasaan anggota genus ini yang hidup di vegetasi berhutan atau semak berhutan. Nama spesies moxensis diambil dari nama Moxos (Mojos), wilayah bersejarah di dataran rendah Beni, Bolivia. Penamaan ini diberikan untuk menghormati daerah asal sekaligus menegaskan bahwa spesies ini merupakan burung endemik dari lanskap savana Beni. Hylophilus moxensis berperan sebagai pemakan serangga kecil dan artropoda yang hidup di semak-semak rawa, sehingga membantu mengendalikan populasi serangga di habitat alaminya. Selain itu, burung ini juga diduga memakan buah-buahan kecil, sehingga berpotensi membantu penyebaran biji berbagai tumbuhan lokal. Sebagai spesies endemik dengan sebaran yang sangat terbatas, keberadaannya juga menjadi indikator penting bagi kesehatan ekosistem savana dan rawa musiman di Beni.


 

Klasifikasi & Taksonomi

Domain: Eukaryota

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Subphylum: Vertebrata

Class: Aves

Ordo: Passeriformes

Family: Vireonidae

Genus: Hylophilus

Species: Hylophilus moxensis van Els, Montenegro-Avila, Avalos, T. Wijpkema & J.T. Wijpkema, 2026

Notes :  Hylophilus moxensis merupakan salah satu spesies burung baru pertama yang dideskripsikan pada tahun 2026.

Spesies ini terisolasi sekitar 2.000 km dari kerabat terdekatnya, menunjukkan sejarah evolusi yang panjang. Lagu khasnya memiliki pola nada berbentuk huruf V, berbeda dari spesies Greenlet lainnya. Habitatnya berupa savana yang tergenang secara musiman, ekosistem unik yang hanya ditemukan di sebagian wilayah Bolivia. Penemuan ini menegaskan bahwa analisis DNA modern mampu mengungkap spesies yang sebelumnya tersembunyi di balik kemiripan morfologi dengan spesies lain.


 

Informasi Publikasi

P.van Els, M. Montenegro-Avila, NA Avalos, T. Wijpkema & JT Wijpkema. 2026. Spesies Baru Greenlet dari Bolivia dalam  kelompok Hylophilus poicilotis / amaurocephalus  (Vireonidae).  Sistematika Burung.  3 ; 17-37. (1 Januari 2026) 

https://www.avespress.com/sistem-burung​ 

 Researchgate.net/publication/ 399285182 _A_new_species_of_greenlet_from_Bolivia_in_the_ Hylophilus_poicilotis_amaurocephalus _group_Vireonidae



 

Penulis :Dila

Editor : Ali Setyaki

Foto By : P.van Els, M. Montenegro-Avila, NA Avalos, T. Wijpkema & JT Wijpkema.

Link & Doi : https://www.avespress.com/sistem-burung​ 

 Researchgate.net/publication/ 399285182 _A_new_species_of_greenlet_from_Bolivia_in_the_ Hylophilus_poicilotis_amaurocephalus _group_Vireonidae

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.