Spesies Baru Tokek Penghuni Bebatuan dari Sichuan: Gekko tesselatus

Spesies Baru Tokek Penghuni Bebatuan dari Sichuan: Gekko tesselatus

Spesies Baru Tokek Penghuni Bebatuan dari Sichuan: Gekko tesselatus

Status: Active
31 Mar 2026
Ali Maruf
31 Views

30/Maret/2026 | Nova & Extinct PARAMIDSN


 

(Reptil | 2025 ) Gekko tesselatus | Yuhao Xu, Shun Ma, Bo Cai, Shuo Qi, Tomoya Matsukoji, Nikolay A. Poyarkov, Fanyue Sun, Shiyang Weng, Tianxuan Gu, Kaidi Tian, ​​​​Di Zhang, Jianping Jiang dan Lifang Peng. | Provinsi Sichuan | China 


 

Herpetologi • 2025] Gekko tesselatus • Gekko Penghuni Batu Baru (Subgenus Japonigekko ) (Squamata: Gekkonidae) dari barat laut Provinsi Sichuan, Tiongkok



 

Surabaya, Paramidsn.com — Sebuah tim peneliti internasional kembali mengungkap kekayaan biodiversitas dari daratan Tiongkok. Dalam studi terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Zoosystematics and Evolution, para ahli mendeskripsikan spesies baru tokek penghuni bebatuan dari genus Gekko (subgenus Japonigekko).

​Spesies ini ditemukan di Kabupaten Heishui, Prefektur Otonomi Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Penemuan ini secara otomatis meningkatkan jumlah spesies Japonigekko yang tercatat di Tiongkok menjadi 26 spesies, dengan tujuh di antaranya berada di Provinsi Sichuan.

​Deskripsi Morfologi dan Filogenetik

​Secara morfologi, Gekko tesselatus sp. nov. merupakan tokek berukuran sedang dengan panjang tubuh (SVL) mencapai 64,9 mm pada jantan dan 72,9 mm pada betina. Beberapa ciri diagnostik utamanya meliputi:

Sisik dan Tuberkel: Memiliki 12–15 baris tuberkel dorsal pipih yang memanjang dari belakang kepala hingga pangkal ekor. Terdapat 98–106 baris sisik di bagian tengah tubuh dan 31–39 baris sisik ventral.

Ekstremitas: Lamela subdigital berjumlah 7–10 pada jari tangan I dan 9–12 pada jari tangan IV. Spesies ini tidak memiliki selaput (webbing) pada jari-jarinya.

Karakter Reproduksi: Jantan memiliki 6–8 pori prekloaka, sementara betina tidak memilikinya. ​Secara molekuler, spesies ini menunjukkan perbedaan genetik yang signifikan. Berdasarkan analisis gen 16S rRNA, Gekko tesselatus memiliki divergensi setidaknya 8,2% dari kerabat terdekatnya, G. liboensis. Pada gen ND2, perbedaannya mencapai 14,3% dari G. fengshanensis.


 

​Etimologi: Si "Papan Catur"

​Nama spesifik "tesselatus" diambil dari bahasa Latin yang berarti "berbentuk jaring" atau "seperti papan catur". Nama ini merujuk pada pola warna punggungnya yang sangat khas. Bagian dorsalnya berwarna cokelat keabu-abuan dengan pita melintang gelap tidak beraturan yang saling terhubung di bagian lateral, menciptakan pola retikulasi yang menyerupai susunan ubin atau papan catur.

​Karena pola unik tersebut, para peneliti menyarankan nama umum "Checkered Gecko" dalam bahasa Inggris atau "Bān Wén Bì Hǔ" dalam bahasa Mandarin.


 

Klasifikasi & Taksonomi

​Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Reptilia

Ordo: Squamata

Famili: Gekkonidae

Genus: Gekko Subgenus: Japonigekko Spesies: Gekko tesselatus


 

Referensi: Yuhao Xu, Shun Ma, Bo Cai, Shuo Qi, Tomoya Matsukoji, Nikolay A. Poyarkov, Fanyue Sun, Shiyang Weng, Tianxuan Gu, Kaidi Tian, ​​​​Di Zhang, Jianping Jiang dan Lifang Peng. 2025. Tokek Penghuni Batu Baru dari Subgenus  Japonigekko  (Squamata, Gekkonidae,  Gekko ) dari barat laut Provinsi Sichuan, Tiongkok Zoosystematics and Evolution, 101(4): 2221-2242.


 

Link: doi.org/10.3897/zse.101.175246

Penulis: Ali Setyaki

Editor: Agung Monche

Foto by : Yuhao Xu, Shun Ma, Bo Cai, Shuo Qi, Tomoya Matsukoji, Nikolay A. Poyarkov, Fanyue Sun, Shiyang Weng, Tianxuan Gu, Kaidi Tian, ​​​​Di Zhang, Jianping Jiang dan Lifang Peng

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.