Spesies Baru Semut Arboreal (Tetraponera sirindhornae) dari Perkebunan Karet di Thailand Selatan

Spesies Baru Semut Arboreal (Tetraponera sirindhornae) dari Perkebunan Karet di Thailand Selatan

Spesies Baru Semut Arboreal (Tetraponera sirindhornae) dari Perkebunan Karet di Thailand Selatan

Status: Active
14 Jul 2026
Dsn Mamalia
32 Views

08/FEBRUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN


 

Invertebrata | 2025) | Tetraponera sirindhornae | Kuntima Yodprasit, Wattanachai Tasen, Tadsanai Jeenthong, Nopparat Buddhakala dan Weeyawat Jaitrong | Thailand


 

[Entomologi • 2025] Tetraponera sirindhornae • Spesies Baru dari Genus Semut Tetraponera Smith, 1852 (Hymenoptera: Formicidae : Pseudomyrmecinae ) dari Thailand


 

Surabaya, PARAMIDSN.com – Dunia mirmekologi (ilmu yang mempelajari semut) kembali mencatat penemuan menarik dari Thailand. Para peneliti berhasil mendeskripsikan spesies semut baru, Tetraponera sirindhornae Yodprasit, Tasen & Jaitrong, 2025, yang ditemukan di Thailand bagian selatan. Penemuan ini semakin memperkaya keanekaragaman hayati Asia Tenggara sekaligus menunjukkan bahwa kawasan perkebunan yang masih berdekatan dengan habitat alami juga dapat menjadi tempat hidup berbagai spesies semut yang sebelumnya belum dikenal.


 

Penambahan Spesies

Genus Tetraponera Smith, 1852 merupakan salah satu kelompok semut arboreal terbesar dalam famili Formicidae. Hingga saat ini genus tersebut mencakup 87 spesies yang masih hidup serta tujuh spesies fosil, dengan persebaran utama meliputi kawasan Afrotropis, Oriental, dan Australasia.

Spesies baru Tetraponera sirindhornae dideskripsikan berdasarkan beberapa kasta, yaitu pekerja, ratu yang telah kehilangan sayap (dealate queen), dan jantan. Kehadiran spesies ini menambah daftar kekayaan fauna semut Thailand yang masih terus bertambah melalui berbagai eksplorasi lapangan.


 

Ciri Pembeda Spesies Baru

Tetraponera sirindhornae memiliki dimorfisme pekerja, yaitu terdapat perbedaan ukuran dan bentuk tubuh di antara kasta pekerja. Secara morfologi, spesies ini paling mirip dengan Tetraponera binghami, T. connectens, dan T. notabilis karena sama-sama memiliki kepala yang memanjang. Namun demikian, spesies baru ini dapat dibedakan dengan jelas melalui adanya celah mandibula yang nyata ketika rahang dalam keadaan tertutup, terutama pada pekerja utama dan ratu. Karakter tersebut menjadi salah satu ciri diagnostik penting yang membedakannya dari spesies kerabatnya.


 

Penelitian pada koloni

Selama penelitian, koloni Tetraponera sirindhornae ditemukan bersarang di dalam cabang pohon karet (Hevea brasiliensis) yang telah mati tetapi masih melekat pada pohon hidup di sebuah perkebunan karet yang berada di dekat aliran sungai. Habitat tersebut menyediakan tempat berlindung yang stabil sekaligus akses menuju sumber makanan di lingkungan sekitarnya.


 

Etimologi & Nilai Ekologis

Nama spesies sirindhornae diberikan sebagai penghormatan kepada Putri Maha Chakri Sirindhorn dari Thailand atas dedikasinya dalam mendukung ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pelestarian sumber daya alam. Akhiran -ae dalam tata nama zoologi digunakan untuk menghormati seorang perempuan. Sebagai semut arboreal, Tetraponera sirindhornae memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Semut ini berperan sebagai predator berbagai artropoda kecil sehingga membantu mengendalikan populasi serangga di pepohonan. Aktivitasnya di dalam ranting mati juga mempercepat proses dekomposisi kayu serta mendukung daur ulang unsur hara. Selain itu, koloni semut ini menjadi bagian dari rantai makanan bagi burung, reptil kecil, laba-laba, dan amfibi. Keberadaannya dapat menjadi indikator bahwa habitat pepohonan di kawasan tersebut masih mampu mendukung keanekaragaman hayati yang tinggi.


 

Klasifikasi & Taksonomi

Kingdom : Animalia

Phylum : Arthropoda

Class : Insecta

Order : Hymenoptera

Family : Formicidae

Subfamily : Pseudomyrmecinae

Genus : Tetraponera

Species : Tetraponera sirindhornae Yodprasit, Tasen & Jaitrong, 2025

Notes : Penemuan Tetraponera sirindhornae menunjukkan bahwa kawasan perkebunan yang masih terhubung dengan ekosistem alami dapat menjadi habitat penting bagi spesies semut yang belum pernah dideskripsikan. Genus Tetraponera dikenal sebagai kelompok semut arboreal dengan tubuh ramping dan pergerakan yang lincah di pepohonan. Ditemukannya spesies baru ini juga memperlihatkan bahwa eksplorasi terhadap mikrohabitat seperti ranting pohon mati masih berpotensi menghasilkan penemuan spesies baru, bahkan di kawasan yang telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.


 

Informasi Publikasi

Kuntima Yodprasit, Wattanachai Tasen, Tadsanai Jeenthong, Nopparat Buddhakala dan Weeyawat Jaitrong. 2025. Spesies Baru Semut Genus  Tetraponera  Smith, 1852 (Hymenoptera: Formicidae: Pseudomyrmecinae) dari Thailand.  Sejarah Alam Tropis.  Suplai. 8 ; 287-296. DOI:  


 

Penulis :Dila

Editor : Ali Maruf

Foto By :Kuntima Yodprasit, Wattanachai Tasen, Tadsanai Jeenthong, Nopparat Buddhakala dan Weeyawat Jaitrong

Link & Doi : doi.org/10.58837/tnh.25.8.266419  [20-10-2025]

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.