Spesies Baru Katak Bertanduk Brachytarsophrys wui Ditemukan di Guizhou, China

Spesies Baru Katak Bertanduk Brachytarsophrys wui Ditemukan di Guizhou, China

Spesies Baru Katak Bertanduk Brachytarsophrys wui Ditemukan di Guizhou, China

Status: Active
21 Jul 2026
Dsn Mamalia
53 Views

08/FEBRUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN


 

(Amfibi | 2026) | Brachytarsophrys wui | Jing-Cai Lyu, Sheng-Lun Zhou, Ting-Bi Zhang, Yang Fang, Si-Yu Ran, Liang-Liang Dai, Xuan-Kong Jiang, Han-Wu Long dan Guo Yuan. | Provinsi Guizhou | Tiongkok


 

[Herpetologi • 2026] Brachytarsophrys wui • Data Morfologi dan Molekuler mengungkapkan satu Spesies Baru dari Genus Brachytarsophrys Tian & Hu, 1983 (Anura: Megophryidae) dari Guizhou, Cina



 

Surabaya, PARAMIDSN.com – Kekayaan amfibi Asia kembali bertambah setelah tim herpetolog berhasil mendeskripsikan spesies baru katak bertanduk dari Pegunungan Foding, Provinsi Guizhou, Tiongkok. Spesies tersebut diberi nama Brachytarsophrys wui Lyu, Zhou & Long, sp. nov., yang ditemukan hidup di aliran sungai pegunungan dalam kawasan Cagar Alam Nasional Gunung Foding. Penemuan ini memperkaya genus Brachytarsophrys, kelompok katak megophryid yang dikenal memiliki kepala besar, tubuh kekar, serta kemampuan kamuflase luar biasa menyerupai daun gugur di lantai hutan.



 

Morfologi Brachytarsophrys wui

Secara morfologi, Brachytarsophrys wui memiliki ukuran tubuh sedang hingga besar. Jantan memiliki panjang tubuh (SVL) sekitar 88,1–93,2 mm, sedangkan betina mencapai 108,7–111,2 mm. Kepalanya sangat besar, bahkan hampir setengah dari panjang tubuh, dengan gendang telinga tersembunyi sehingga tampak tidak terlihat dari luar.

Salah satu ciri paling mencolok adalah adanya tuberkel menyerupai tanduk tumpul pada kelopak mata bagian atas. Iris matanya berwarna merah kecokelatan, sementara punggungnya dihiasi bercak gelap tak beraturan yang membuatnya sulit dibedakan dari dedaunan dan bebatuan di habitat alaminya.


 

Diagnosa Fisiologi

Bagian bawah tubuh didominasi warna cokelat kehitaman dengan bintik-bintik putih kekuningan. Jantan dewasa juga memiliki kantung vokal tunggal berukuran besar dan duri kawin kecil berwarna hitam pada jari depan saat musim reproduksi.

Selain karakter morfologi, analisis genetik menggunakan gen 16S rRNA dan COI menunjukkan bahwa spesies ini merupakan garis keturunan yang berbeda dan berkerabat paling dekat dengan Brachytarsophrys orientalis, namun memiliki jarak genetik yang cukup besar untuk diakui sebagai spesies tersendiri.

Hingga saat ini, Brachytarsophrys wui baru diketahui menghuni sungai-sungai kecil di kawasan Cagar Alam Nasional Gunung Foding pada ketinggian sekitar 740–1.000 meter di atas permukaan laut. Habitat tersebut berupa hutan pegunungan yang lembap dengan aliran air jernih yang masih alami.


 

Etimologi & Nilai Ekologis

Nama genus Brachytarsophrys berasal dari bahasa Yunani, yaitu brachys yang berarti "pendek", tarsos yang berarti "pergelangan kaki atau tarsus", serta ophrys yang berarti "alis" atau "tonjolan di atas mata". Nama tersebut merujuk pada tungkai yang relatif pendek serta tonjolan menyerupai tanduk di atas mata yang menjadi ciri khas anggota genus ini. Epitet spesifik wui diberikan untuk menghormati Profesor Lyu Wu (1915–1983), seorang zoolog terkemuka dan mantan Wakil Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Guizhou. Ia berperan besar dalam berbagai survei dan penelitian keanekaragaman hayati di Provinsi Guizhou pada dekade 1960–1970-an.Sebagai predator serangga dan berbagai invertebrata kecil, Brachytarsophrys wui membantu menjaga keseimbangan populasi hewan kecil di ekosistem hutan pegunungan. Berudunya yang berkembang di sungai berair jernih juga menjadikan spesies ini sebagai bioindikator kualitas lingkungan perairan. Kehadirannya menunjukkan bahwa habitat masih memiliki kondisi ekologis yang baik dan minim pencemaran.



 

Fakta Unik sp nov

Brachytarsophrys wui merupakan salah satu spesies katak bertanduk terbaru yang dideskripsikan dari Tiongkok. Kepala yang sangat besar dan tonjolan menyerupai tanduk membuatnya tampak garang, meskipun sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Warna tubuhnya menyerupai daun gugur sehingga sangat efektif untuk berkamuflase dari predator maupun mangsa. Berudunya memiliki cakram mulut berbentuk corong yang menghadap ke atas, adaptasi unik untuk hidup di aliran sungai pegunungan yang berarus. Penemuan spesies ini menunjukkan bahwa kawasan Pegunungan Foding masih menyimpan banyak keanekaragaman hayati yang belum terungkap dan menjadi salah satu pusat evolusi amfibi di Tiongkok selatan.


 

Klasifikasi & Taksonomi

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amphibia

Ordo : Anura

Famili : Megophryidae

Genus : Brachytarsophrys

Spesies : Brachytarsophrys wui Lyu, Zhou & Long, sp. nov.

Notes : Karena diketahui hanya hidup pada wilayah yang sangat terbatas, spesies ini berpotensi rentan terhadap kerusakan habitat, pembangunan infrastruktur, perubahan iklim, maupun pencemaran sungai, sehingga perlindungan kawasan hutan pegunungan menjadi sangat penting.


 

Informasi Publikasi

 Jing-Cai Lyu, Sheng-Lun Zhou, Ting-Bi Zhang, Yang Fang, Si-Yu Ran, Liang-Liang Dai, Xuan-Kong Jiang, Han-Wu Long dan Guo Yuan. 2026. Data Morfologi dan Molekuler mengungkap satu Spesies Baru Genus  Brachytarsophrys  Tian & Hu, 1983 (Anura, Megophryidae) dari Guizhou, Tiongkok.  Zoosistematika dan Evolusi.  102(1): 71-85.  [05 Jan 2026] 


 

Penulis :Dila

Editor : Ali Setyaki

Foto By :Jing-Cai Lyu, Sheng-Lun Zhou, Ting-Bi Zhang, Yang Fang, Si-Yu Ran, Liang-Liang Dai, Xuan-Kong Jiang, Han-Wu Long dan Guo Yuan

Link& DOI:  doi.org/10.3897/zse.102.161437

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.