3/April/2025 | Nova & Extinct PARAMIDSN
(Amfibi | 2025 ) Leptobrachella darongshanensis | Wei-Cai Chen, Yong-Jian Bei, Peng Li. | Cagar Alam Darongshan, Guangxi | China
Herpetologi • 2025] Leptobrachella darongshanensis • Spesies Baru dari Genus Leptobrachella (Anura: Megophryidae) dari Cagar Alam Darongshan, Guangxi, Tiongkok
SURABAYA, Paramidsn.com – Dunia herpetologi kembali menyambut anggota keluarga baru dari pedalaman hutan Tiongkok. Para peneliti baru saja mengonfirmasi penemuan spesies katak dari genus Leptobrachella yang ditemukan di kawasan Cagar Alam Darongshan, Kota Yulin, Provinsi Guangxi, Cina.
Spesies yang baru saja dideskripsikan ini diberi nama ilmiah Leptobrachella darongshanensis. Penemuan ini merupakan hasil integrasi analisis molekuler, pengamatan morfologi, hingga studi bioakustik (suara) yang mendalam.
Ciri Khas: Tubuh Kasar dan Mata Jingga-Perak
Leptobrachella darongshanensis memiliki ukuran tubuh sedang, dengan panjang jantan sekitar 24,9–27,7 mm dan betina yang sedikit lebih besar mencapai 32,0–35,4 mm. Namun, yang paling mencolok dari katak ini adalah penampilannya yang eksotis:
Kulit Punggung: Memiliki tekstur kasar dengan tonjolan-tonjolan kecil (tuberkel) yang menonjol, memberikan kamuflase sempurna di antara serasah daun.
Mata Dwiwarna (Bicolor): Salah satu fitur paling cantik adalah irisnya. Bagian atas berwarna jingga menyala, sementara bagian bawah berwarna perak dengan pola jaring hitam.
Warna Perut: Permukaan perutnya berwarna putih krem dengan bintik-bintik cokelat muda di bagian samping.
Tanda Hitam: Terdapat garis hitam yang jelas di atas telinga (supratimpanik) dan bintik hitam tidak beraturan di sisi tubuhnya.
Suara Unik di Ketinggian 1.200 Meter
Selain fisiknya, suara katak ini menjadi pembeda utama. Pada suhu 20,0 °C, jantan akan mengeluarkan panggilan kawin dengan frekuensi dominan antara 6,1–6,7 kHz.
Spesies ini ditemukan mendiami hutan hijau abadi (evergreen) pegunungan pada ketinggian 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Di habitat aslinya, ia berbagi wilayah (simpatrik) dengan kerabatnya, L. yunkaiensis, namun analisis DNA menunjukkan bahwa saudara terdekatnya adalah L. shiwandashanensis.
Pentingnya Penemuan
Studi yang dipublikasikan di jurnal ZooKeys (2025) oleh Wei-Cai Chen dkk. ini menegaskan bahwa wilayah Guangxi masih menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa. Penemuan spesies endemik seperti Katak Serasah Darongshan ini menjadi pengingat pentingnya pelestarian hutan pegunungan sebagai benteng terakhir bagi spesies-spesies unik yang belum terjamah manusia.
Klasifikasi dan Taksonomi
Secara ilmiah, katak ini diklasifikasikan ke dalam hierarki berikut:
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Anura (Katak dan Kodok)
Famili: Megophryidae
Genus: Leptobrachella
Spesies: Leptobrachella darongshanensis sp. nov.
Nama "darongshanensis" diambil dari lokasi penemuannya, yakni Gunung Darongshan. Secara umum, spesies ini dikenal dengan nama Inggris Darongshan Leaf Litter Toad atau Katak Serasah Darongshan.
Fakta Menarik: Genus Leptobrachella sering disebut katak serasah karena spesialisasi mereka yang hidup tersembunyi di bawah tumpukan daun kering di lantai hutan, membuat mereka sangat sulit ditemukan tanpa pengamatan ahli.
Informasi Publikasi
Wei-Cai Chen, Yong-Jian Bei, Peng Li. 2025. Spesies Baru dari Genus Leptobrachella (Amphibia, Anura, Megophryidae) dari Cagar Alam Darongshan, Guangxi, Cina. ZooKeys. 1260: 171-194. DOI: doi.org/10.3897/zookeys.1260.161514
Penulis: Ali Setyaki
Foto by : Chen, Bei & Li
Editor: Adi Mikayasa
Link : doi.org/10.3897/zookeys.1260.161514