Spesies Baru Cicak Kerdil Hemiphyllodactylus ziegleri dari Vietnam

Spesies Baru Cicak Kerdil Hemiphyllodactylus ziegleri dari Vietnam

Spesies Baru Cicak Kerdil Hemiphyllodactylus ziegleri dari Vietnam

Status: Active
16 Sep 2026
Dsn Mamalia
29 Views

16/ SEPTEMBER/2026 | Nova & Extinct | PARAMIDSN


 

(Invebrata | 2026 ) Hemiphyllodactylus ziegleri | Anh Van Pham, Truong Quang Nguyen, Cuong The Pham, Hanh Thi Ngo & Minh Duc Le | Provinsi Son La | Vietnam|


 

[Herpetologi • 2026] Hemiphyllodactylus ziegleri • Spesies Gecko Penghuni Karst Baru (Squamata: Gekkonidae) dari Provinsi Son La, Vietnam



 

SURABAYA, Paramidsn.com — Hutan dan kawasan karst di Asia Tenggara kembali menunjukkan bahwa masih banyak kekayaan hayati yang belum sepenuhnya terungkap. Para peneliti mendeskripsikan spesies baru cicak dari genus Hemiphyllodactylus di Provinsi Son La, Vietnam utara.

Spesies tersebut diberi nama Hemiphyllodactylus ziegleri sp. nov. Penemuan ini menambah jumlah spesies yang diakui dalam genus Hemiphyllodactylus menjadi 73 spesies di seluruh dunia.

Cicak dari kelompok yang dikenal sebagai cicak jari-separuh ini ditemukan di kawasan karst, habitat yang kerap memiliki kondisi lingkungan sangat spesifik dan terisolasi. Kondisi tersebut dapat mendorong terbentuknya garis keturunan unik melalui proses evolusi dalam jangka panjang.


 

Identifikasi DNA dan Morfologi

Identitas H. ziegleri tidak ditentukan hanya berdasarkan perbedaan bentuk tubuh. Tim peneliti menggunakan pendekatan integratif, yaitu menggabungkan karakter morfologi dengan analisis molekuler.

Analisis dilakukan menggunakan fragmen gen mitokondria ND2. Hasilnya menunjukkan bahwa H. ziegleri memiliki divergensi genetik setidaknya 14% dari takson saudaranya, Hemiphyllodactylus yunnanensis yang dalam penelitian tersebut dipandang sebagai kelompok paraphyletic, serta dari anggota genus lainnya.

Perbedaan genetik tersebut kemudian diperkuat oleh sejumlah karakter morfologi yang konsisten. Kombinasi bukti tersebut mendukung kesimpulan bahwa populasi dari Son La merupakan garis keturunan evolusioner yang berbeda dan layak dikenali sebagai spesies tersendiri.


 

 Penelitian Fisik yang Membedakan

Hemiphyllodactylus ziegleri merupakan cicak berukuran relatif kecil. Panjang moncong hingga kloaka atau SVL (snout–vent length) pada jantan dewasa berkisar antara 38,7–41,9 mm, sedangkan betina dewasa memiliki SVL lebih besar, yaitu sekitar 47,0–49,3 mm.

Bagian punggungnya memiliki warna dasar abu-abu kekuningan yang menjadi salah satu ciri khas spesies ini. Pada sisi punggung atau daerah dorsolateral terdapat garis terang yang terputus-putus, menghasilkan pola tubuh yang membantu membedakannya dari kerabatnya.

Spesies ini mempunyai 21–27 baris sisik dorsal dan 12–16 baris sisik ventral. Sisik dagu yang berbatasan dengan mental dan infralabial pertama juga mengalami pembesaran yang jelas.

Pada bagian jari, formula lamelanya adalah 3444 pada kaki depan dan 4555/4 pada kaki belakang. Pori femoral tidak ditemukan. Pada jantan terdapat 21–23 pori prekloaka, sedangkan struktur tersebut tidak ditemukan pada betina.

Ciri lainnya adalah keberadaan taji kloaka tunggal yang ditemukan pada kedua jenis kelamin.



 

Habitat dan Persebaran Karst

Hemiphyllodactylus ziegleri diketahui dari Provinsi Son La, Vietnam utara, pada kawasan yang berkaitan dengan habitat karst. Lingkungan karst memiliki karakter geografis yang unik, termasuk tebing batu kapur, celah batuan, gua, serta mikrohabitat dengan kondisi kelembapan dan suhu yang berbeda-beda. Habitat semacam ini dapat menjadi tempat berlindung sekaligus ruang hidup bagi berbagai jenis reptil berukuran kecil.

Keterbatasan persebaran habitat karst juga dapat menyebabkan populasi fauna menjadi terisolasi. Dalam perspektif evolusi, isolasi tersebut berpotensi mendorong diferensiasi genetik dan pembentukan spesies baru.


 

Nilai Ekologis & Etimologi

Nama spesifik ziegleri diberikan untuk menghormati Thomas Ziegler, seorang zoolog yang memiliki kontribusi terhadap penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya fauna Asia Tenggara.

Penggunaan nama tersebut menjadi bentuk penghargaan ilmiah kepada tokoh yang memiliki peran dalam pengembangan pengetahuan mengenai fauna kawasan tersebut. Sebagai cicak kecil pemakan arthropoda, H. ziegleri berpotensi berperan dalam mengendalikan populasi serangga dan invertebrata kecil di habitatnya.

Keberadaannya juga menjadi bagian dari jaring makanan. Cicak dapat menjadi mangsa bagi berbagai predator yang lebih besar, sehingga keberadaannya turut menghubungkan tingkat trofik dalam ekosistem hutan dan karst.

Lebih jauh, penemuan H. ziegleri memiliki nilai ekologis dan konservasi karena menunjukkan bahwa kawasan karst Vietnam masih menyimpan keanekaragaman hayati yang belum sepenuhnya terungkap.

Spesies baru yang hanya diketahui dari wilayah tertentu juga menjadi pengingat bahwa perlindungan habitat tidak dapat hanya berfokus pada satwa berukuran besar. Reptil kecil dengan persebaran terbatas dapat memiliki nilai evolusioner yang sangat tinggi.


 

Puzzle Baru Evolusi Cicak Asia Tenggara

Penemuan Hemiphyllodactylus ziegleri memberikan gambaran baru mengenai kompleksitas evolusi genus Hemiphyllodactylus. Sebelumnya, sejumlah populasi yang memiliki kemiripan morfologi dapat dianggap sebagai bagian dari kelompok yang sama. Namun, ketika data DNA digabungkan dengan karakter fisik, batas antarspesies menjadi lebih jelas.

Kasus H. ziegleri menunjukkan bahwa kemiripan penampilan tidak selalu berarti kesamaan garis keturunan. Di balik tubuh kecil dan penampilannya yang sederhana, cicak karst tersebut menyimpan sejarah evolusi tersendiri.


 

Klasifikasi dan Taksonomi

Kingdom: Animalia
 

Phylum: Chordata
 

Class: Reptilia
 

Order: Squamata
 

Family: Gekkonidae
 

Genus: Hemiphyllodactylus
 

Species: Hemiphyllodactylus ziegleri

Notes :  Dengan bertambahnya H. ziegleri, genus Hemiphyllodactylus kini mencakup 73 spesies yang diakui, sekaligus memperlihatkan betapa dinamisnya penelitian taksonomi reptil Asia Tenggara.

Penemuan ini juga memperkuat urgensi penelitian lanjutan di kawasan karst Vietnam. Bisa jadi, masih terdapat populasi lain yang selama ini dianggap sebagai spesies yang telah dikenal, tetapi sebenarnya menyimpan identitas evolusioner yang berbeda.



 

Informasi & Publikasi

Anh Van Pham, Truong Quang Nguyen, Cuong The Pham, Hanh Thi Ngo & Minh Duc Le
Publikasi: ZooKeys 1268: 75–94
Tanggal publikasi: 4 Februari 2026
DOI: 10.3897/zookeys.1268.174678



 

Penulis :Dila

Editor : Ali Setyaki

Foto By : Anh Van Pham, Truong Quang Nguyen, Cuong The Pham, Hanh Thi Ngo & Minh Duc Le

Link & DOI: 10.3897/zookeys.1268.174678

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.