25/Juni/ 2026 Nova & Extinct | PARAMIDSN
(Aves | 2025 ) Ptilorrhoa urrissia | A. Woxvold, Banak G. Gamui, Leo Legra, Samson Yama, Bonny Koane dan Salape Tulai | Pegunungan Lipatan Selatan | Papua Nugini |
[Ornitologi • 2025] Ptilorrhoa urrissia • Spesies Baru Burung Gembira (Passeriformes: Cinclosomatidae: Ptilorrhoa ) dari Pegunungan Lipatan Selatan Papua Nugini
Surabaya,Paramidsn.com- Para ornitolog kembali mengungkap kekayaan hayati Pulau Papua dengan mendeskripsikan spesies baru burung pengicau permata, Ptilorrhoa urrissia, yang ditemukan di kawasan karst terpencil Pegunungan Lipatan Selatan, Papua Nugini. Penemuan ini menjadi bukti bahwa wilayah pegunungan kapur yang sulit dijangkau masih menyimpan banyak spesies yang belum dikenal ilmu pengetahuan.
Karakter Morfologi
Spesies baru ini dideskripsikan berdasarkan kombinasi karakter morfologi yang unik serta vokalisasi khas, yang membedakannya dari seluruh kerabat dekatnya dalam genus Ptilorrhoa. Menariknya, dokumentasi ilmiah dilakukan menggunakan kamera jebak (camera trap) dan rekaman video, kemudian dipublikasikan sesuai ketentuan Deklarasi ICZN 45, yang mengatur validitas deskripsi spesies melalui bukti digital. Hingga kini, Ptilorrhoa urrissia hanya diketahui hidup di Punggungan Iagifu, sebuah antiklin batu kapur yang terisolasi pada ketinggian sekitar 1.335–1.400 meter di atas permukaan laut. Kawasan tersebut terpisah dari jajaran utama Pegunungan Tengah Papua Nugini, sehingga diduga menjadi "pulau habitat" yang memungkinkan evolusi spesies endemik.
Perbedaan Dengan Kerabat nya
Selama penelitian, burung ini tergolong sangat jarang. Kamera jebak hanya berhasil merekam beberapa individu, termasuk pasangan dewasa yang diduga jantan dan betina, seekor jantan yang sedang bernyanyi, serta individu muda yang masih memiliki pola bulu menyerupai betina. Rekaman tersebut memberikan informasi penting mengenai perilaku, ukuran tubuh, hingga struktur bulu spesies baru ini.
Analisis menunjukkan bahwa Ptilorrhoa urrissia berbeda dari kerabat terdekatnya seperti P. geislerorum, P. caerulescens, P. castanonota, dan P. leucosticta. Perbedaan tersebut terlihat pada kombinasi warna bulu, ukuran tubuh, serta karakter suara yang menjadi dasar utama penetapan sebagai spesies tersendiri.
Sebaran yang terisolasi
Para peneliti juga menduga bahwa persebaran spesies ini kemungkinan tidak hanya terbatas di Punggungan Iagifu. Populasinya mungkin tersebar secara sangat terfragmentasi pada pegunungan rendah terisolasi lainnya di Papua Nugini bagian selatan, terutama di kawasan antara Gunung Bosavi dan Gunung Karimui. Namun, wilayah tersebut masih minim survei sehingga keberadaan populasi lain belum dapat dipastikan. Penemuan Ptilorrhoa urrissia kembali menegaskan pentingnya kawasan karst Papua Nugini sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia. Habitat-habitat terpencil seperti ini berpotensi menyimpan lebih banyak spesies endemik yang belum pernah didokumentasikan dan memerlukan perlindungan sebelum terancam oleh perubahan lingkungan.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Cinclosomatidae
Genus: Ptilorrhoa
Species: Ptilorrhoa urrissia
Notes : Nama spesies urrissia merupakan kata benda dalam aposisi yang berasal dari bahasa Namo Me (Fasu). Istilah "Uri urrissia" berarti "Gunung Urrissia", yaitu nama lokal yang diberikan oleh masyarakat adat Klan Fasol kepada Punggungan Iagifu, lokasi tempat spesies ini pertama kali ditemukan. Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap pengetahuan dan bahasa masyarakat adat yang telah lama mengenal kawasan tersebut.
.
Informasi publikasi :
Iain A. Woxvold, Banak G. Gamui, Leo Legra, Samson Yama, Bonny Koane dan Salape Tulai. 2025. Spesies Baru Burung Gembira (Cinclosomatidae: Ptilorrhoa ) dari Pegunungan Lipatan Selatan Papua Nugini. Ibis. DOI: doi.org/10.1111/ibi.70016 [26 November 2025]
Penulis :Dila
Editor : Ali setyaki
Foto By : A. Woxvold, Banak G. Gamui, Leo Legra, Samson Yama, Bonny Koane dan Salape Tulai
Link/Doi : doi.org/10.1111/ibi.70016 [26 November 2025]