Spesies Baru "Burung Permata" Ditemukan di Puncak Kapur Papua Nugini

Spesies Baru "Burung Permata" Ditemukan di Puncak Kapur Papua Nugini

Spesies Baru "Burung Permata" Ditemukan di Puncak Kapur Papua Nugini

Status: Active
30 Jun 2026
Dsn Mamalia
51 Views

25/Juni/ 2026 Nova & Extinct | PARAMIDSN


 

(Aves | 2025 ) Ptilorrhoa urrissia | A. Woxvold, Banak G. Gamui, Leo Legra, Samson Yama, Bonny Koane dan Salape Tulai | Pegunungan Lipatan Selatan | Papua Nugini |


 

[Ornitologi • 2025] Ptilorrhoa urrissia • Spesies Baru Burung Gembira (Passeriformes: Cinclosomatidae: Ptilorrhoa ) dari Pegunungan Lipatan Selatan Papua Nugini



 

Surabaya,Paramidsn.com-  Para ornitolog kembali mengungkap kekayaan hayati Pulau Papua dengan mendeskripsikan spesies baru burung pengicau permata, Ptilorrhoa urrissia, yang ditemukan di kawasan karst terpencil Pegunungan Lipatan Selatan, Papua Nugini. Penemuan ini menjadi bukti bahwa wilayah pegunungan kapur yang sulit dijangkau masih menyimpan banyak spesies yang belum dikenal ilmu pengetahuan.


 

Karakter Morfologi

Spesies baru ini dideskripsikan berdasarkan kombinasi karakter morfologi yang unik serta vokalisasi khas, yang membedakannya dari seluruh kerabat dekatnya dalam genus Ptilorrhoa. Menariknya, dokumentasi ilmiah dilakukan menggunakan kamera jebak (camera trap) dan rekaman video, kemudian dipublikasikan sesuai ketentuan Deklarasi ICZN 45, yang mengatur validitas deskripsi spesies melalui bukti digital. Hingga kini, Ptilorrhoa urrissia hanya diketahui hidup di Punggungan Iagifu, sebuah antiklin batu kapur yang terisolasi pada ketinggian sekitar 1.335–1.400 meter di atas permukaan laut. Kawasan tersebut terpisah dari jajaran utama Pegunungan Tengah Papua Nugini, sehingga diduga menjadi "pulau habitat" yang memungkinkan evolusi spesies endemik.


 

Perbedaan Dengan Kerabat nya

Selama penelitian, burung ini tergolong sangat jarang. Kamera jebak hanya berhasil merekam beberapa individu, termasuk pasangan dewasa yang diduga jantan dan betina, seekor jantan yang sedang bernyanyi, serta individu muda yang masih memiliki pola bulu menyerupai betina. Rekaman tersebut memberikan informasi penting mengenai perilaku, ukuran tubuh, hingga struktur bulu spesies baru ini.

Analisis menunjukkan bahwa Ptilorrhoa urrissia berbeda dari kerabat terdekatnya seperti P. geislerorum, P. caerulescens, P. castanonota, dan P. leucosticta. Perbedaan tersebut terlihat pada kombinasi warna bulu, ukuran tubuh, serta karakter suara yang menjadi dasar utama penetapan sebagai spesies tersendiri.


 

Sebaran yang terisolasi

Para peneliti juga menduga bahwa persebaran spesies ini kemungkinan tidak hanya terbatas di Punggungan Iagifu. Populasinya mungkin tersebar secara sangat terfragmentasi pada pegunungan rendah terisolasi lainnya di Papua Nugini bagian selatan, terutama di kawasan antara Gunung Bosavi dan Gunung Karimui. Namun, wilayah tersebut masih minim survei sehingga keberadaan populasi lain belum dapat dipastikan. Penemuan Ptilorrhoa urrissia kembali menegaskan pentingnya kawasan karst Papua Nugini sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia. Habitat-habitat terpencil seperti ini berpotensi menyimpan lebih banyak spesies endemik yang belum pernah didokumentasikan dan memerlukan perlindungan sebelum terancam oleh perubahan lingkungan.


 

Klasifikasi & Taksonomi

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Aves

Order: Passeriformes

Family: Cinclosomatidae

Genus: Ptilorrhoa

Species: Ptilorrhoa urrissia

Notes : Nama spesies urrissia merupakan kata benda dalam aposisi yang berasal dari bahasa Namo Me (Fasu). Istilah "Uri urrissia" berarti "Gunung Urrissia", yaitu nama lokal yang diberikan oleh masyarakat adat Klan Fasol kepada Punggungan Iagifu, lokasi tempat spesies ini pertama kali ditemukan. Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap pengetahuan dan bahasa masyarakat adat yang telah lama mengenal kawasan tersebut.

.



 

Informasi publikasi : 

Iain A. Woxvold, Banak G. Gamui, Leo Legra, Samson Yama, Bonny Koane dan Salape Tulai. 2025. Spesies Baru Burung Gembira (Cinclosomatidae:  Ptilorrhoa ) dari Pegunungan Lipatan Selatan Papua Nugini.  Ibis.  DOI:  doi.org/10.1111/ibi.70016  [26 November 2025] 




 

Penulis :Dila

Editor : Ali setyaki

Foto By : A. Woxvold, Banak G. Gamui, Leo Legra, Samson Yama, Bonny Koane dan Salape Tulai

Link/Doi : doi.org/10.1111/ibi.70016  [26 November 2025]

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.