Nova & Extinct | PARAMIDSN
(Invertebrata | 2026 ) Xistra balinsasayaoensis | Bolívar, 1887 | Pulau Negros| Filipina
Surabaya,Paramidsn.Com - Sebuah kerja keras ilmuwan selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Spesies belalang kerdil baru yang unik secara resmi ditemukan di kawasan hutan Taman Alam Danau Kembar Balinsasayao (Balinsasayao Twin Lakes Natural Park), Pulau Negros, Filipina.
Spesies yang diberi nama ilmiah Xistra balinsasayaoensis ini sebenarnya sudah sempat "menampakkan diri" sejak tahun 2017 melalui jepretan foto seorang fotografer amatir, Veronica Prudente. Namun, baru pada Oktober 2023, tim peneliti berhasil menemukan dan mengoleksi spesimen fisiknya untuk diteliti lebih lanjut.
Belalang yang kini dijuluki sebagai "Belalang Kerdil Bertanduk Balinsasayao" ini memiliki ciri fisik yang sangat mencolok namun sekaligus membantunya menyamar.
Tubuhnya didominasi warna hijau cerah dengan bintik-bintik kuning dan gelap, sangat mirip dengan lumut yang menyelimuti batang pohon tempat tinggalnya.
"Spesies ini sangat menarik karena memiliki semacam 'tanduk' di bagian kepala yang berukuran sedang," tulis tim peneliti dalam laporan mereka yang diterbitkan di Journal of Insect Biodiversity and Systematics.
Secara sekilas, belalang ini mirip dengan kerabatnya, Xistra gogorzae. Namun, para peneliti menemukan perbedaan kunci pada bagian wajahnya. Xistra balinsasayaoensis memiliki bagian dahi (vertex) yang jauh lebih lebar hampir selebar matanya dibandingkan kerabatnya yang cenderung sempit.
Penemuan ini bukan sekadar menambah daftar panjang biodiversitas dunia. Keberadaan belalang ini menjadi bukti betapa pentingnya menjaga kelestarian Taman Alam Danau Kembar Balinsasayao sebagai salah satu situs penelitian ekologi jangka panjang di Filipina.
Hutan tersebut merupakan rumah bagi pohon-pohon besar dari keluarga Ficus dan Lauraceae yang menjadi habitat utama serangga ini. Para peneliti berharap penemuan ini dapat mendorong upaya konservasi yang lebih ketat di wilayah tersebut, mengingat banyak spesies unik lainnya yang mungkin masih menunggu untuk ditemukan.
Saat ini, spesimen asli (holotipe) disimpan di Museum Universitas Central Mindanao sebelum akhirnya akan dipindahkan ke Museum Nasional Filipina untuk koleksi permanen.
Penulis: Dila
Editor: Ali Maruf
Foto by : Veronica Prudente