07/FEBRUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN
Invertebrata | 2025) |Crematogaster epispina | Shingo Hosoishi dan Thai Hong Pham. |Cuc Phuong National Park| Vietnam
[Entomologi • 2025] Crematogaster epispina • Spesies baru bersarang di ranting dari kelompok Crematogaster quadriruga (Hymenoptera: Formicidae) dari Vietnam
SURABAYA, Paramidsn.com — Dunia entomologi kembali mencatat anggota baru dari genus Crematogaster. Para ilmuwan mendeskripsikan Crematogaster epispina Hosoishi, sp. nov., seekor semut yang ditemukan menghuni ranting-ranting pohon mati di Vietnam. Spesies baru ini termasuk dalam kelompok spesies Crematogaster quadriruga, tetapi memiliki sejumlah karakter morfologi yang membuatnya dapat dibedakan dari kerabat dekatnya. Penemuan tersebut sekaligus mendorong pembaruan kunci identifikasi untuk spesies-spesies dalam kelompok C. quadriruga di kawasan Asia Tenggara.
Semut dengan "Sidik Jari" pada Duri Tubuhnya
Salah satu karakter paling mencolok pada Crematogaster epispina terdapat pada bagian propodeum, yaitu bagian tubuh yang berada di antara mesosoma dan petiolus.
Pada semut pekerja, duri propodeum berukuran tebal dan melengkung ke arah atas. Bentuk duri tersebut menjadi salah satu ciri diagnostik utama yang membedakan spesies ini dari anggota lain dalam kelompok C. quadriruga. Karakter penting lainnya terdapat pada sistem anatomi bagian belakang tubuh. Spirakel propodeum berukuran besar dan menyentuh bulla kelenjar metapleural, sebuah struktur yang berhubungan dengan kelenjar metapleural pada semut. Semut ini juga mempunyai integumen yang pada dasarnya halus dan mengilap, memberikan penampilan tubuh yang relatif licin dan berkilau. Pada kasta pekerja, tangkai antena dapat mencapai sudut posterolateral kepala. Sementara itu, pada ratu, tangkai antenanya tidak mencapai sudut tersebut.
Ditemukan di Ranting Pohon Mati
Berbeda dengan gambaran umum bahwa semut selalu membuat sarang di dalam tanah, Crematogaster epispina diketahui ditemukan pada ranting mati yang masih berada pada pohon di Vietnam. Habitat seperti ranting mati merupakan ruang mikro yang penting bagi berbagai organisme kecil. Ranting yang telah mati dapat menyediakan tempat berlindung, ruang bersarang, serta lingkungan yang relatif terlindung dari gangguan eksternal.Kebiasaan bersarang pada ranting juga menjadi bagian penting dari karakter biologis spesies ini dan tercermin dalam konteks penelitian yang mendeskripsikannya.
Ciri Pekerja dan Ratu
Pada kasta pekerja, selain duri propodeum yang tebal dan mengarah ke atas, terdapat beberapa karakter diagnostik lain. Proses subpetiolar berkembang lemah, sedangkan proses subpostpetiolar tidak berkembang. Bagian ventral postpetiole terlihat cembung.
Pada kasta ratu, proses subpetiolar berukuran rendah dengan sudut ventral. Permukaan dorsal kepala dan clypeus juga memiliki permukaan yang halus dan mengilap. Perbedaan karakter antara kasta pekerja dan ratu menjadi salah satu bagian penting dalam proses identifikasi spesies.
Mengapa Penemuan Ini Penting?
Penemuan Crematogaster epispina bukan sekadar menambah satu nama baru dalam daftar keanekaragaman semut dunia.
Spesies ini juga memperlihatkan bahwa kawasan Asia Tenggara masih menyimpan keragaman semut yang dapat sulit dibedakan hanya berdasarkan kemiripan bentuk secara umum. Karena C. epispina memiliki kombinasi karakter yang khas, deskripsinya turut menghasilkan pembaruan kunci identifikasi untuk kelompok Crematogaster quadriruga. Kunci identifikasi tersebut dapat membantu peneliti membedakan spesies-spesies yang berkerabat dekat sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan identifikasi pada penelitian selanjutnya.
Etimologi & Nilai Ekologis
Nama spesifik epispina diberikan berdasarkan karakter paling menonjol dari spesies ini, yaitu duri propodeum yang mengarah atau melengkung ke atas.
Nama tersebut menjadi penanda morfologis yang membantu menggambarkan salah satu karakter diagnostik utama Crematogaster epispina. Sebagai semut penghuni ranting mati, Crematogaster epispina merupakan bagian dari komunitas organisme kecil yang memanfaatkan struktur kayu mati sebagai habitat. Koloni semut yang hidup pada mikrohabitat tersebut berpotensi berperan dalam jaring-jaring makanan, terutama sebagai predator atau pemangsa berbagai arthropoda berukuran kecil, sekaligus menjadi mangsa bagi organisme lain.
Keberadaannya juga memiliki nilai ekologis dalam konteks dekomposisi dan pemanfaatan kayu mati. Meskipun semut bukan organisme utama yang menguraikan kayu, aktivitas berbagai organisme yang hidup pada ranting mati dapat berkontribusi terhadap proses ekologis yang berlangsung pada mikrohabitat tersebut.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Hymenoptera
Family : Formicidae
Subfamily : Myrmicinae
Genus : Crematogaster
Species : Crematogaster epispina Hosoishi, sp. nov.
Kelompok spesies : Crematogaster quadriruga species group
Notes : Ciri utama : Duri propodeum tebal dan melengkung ke atas Karakter diagnostik lain menunjukkan Spirakel propodeum besar dan menyentuh bulla kelenjar metapleural
Tahun deskripsi : 2025. Dari perspektif keanekaragaman hayati, Crematogaster epispina juga memiliki nilai penting sebagai bagian dari biodiversitas semut Asia Tenggara, terutama karena spesies ini menunjukkan adaptasi terhadap habitat bersarang yang sangat spesifik.
Informasi & Publikasi
Shingo Hosoishi dan Thai Hong Pham. 2025. Deskripsi Spesies Baru yang Bersarang di Ranting dari Kelompok Crematogaster quadriruga (Hymenoptera: Formicidae) dari Vietnam, dengan kunci identifikasi yang diperbarui. Jurnal Keanekaragaman Hayati Asia-Pasifik. Dalam Proses Penerbitan, DOI: doi.org/10.1016/j.japb.2025.08.003 [27 September 2025]
Penulis :Dila
Editor : Ali Setyaki
Foto By :Shingo Hosoishi dan Thai Hong Pham
Link & DOI: doi.org/10.1016/j.japb.2025.08.003 [27 September 2025]