09/SEPTEMBER/2026 | Nova & Extinct | PARAMIDSN
(Reptil | 2026 ) Cyrtodactylus khambui |Asmit SUBBA, Laxman KHANAL, Kai WANG, Sapana ULAK, Ankit Kumar SINGH, Kamala LIMBU, Laxmi Prasad UPADHYAYA dan Jing CHE | Distrik Sunsari| Nepal Timur|
[Herpetologi • 2026] Cyrtodactylus khambui • Spesies Baru Cyrtodactylus (Squamata: Gekkonidae) dari Nepal Timur
Surabaya, Paramidsn.com — Pegunungan Himalaya kembali memperlihatkan kekayaan herpetofauna yang belum sepenuhnya terungkap. Para peneliti mendeskripsikan spesies cecak baru dari Nepal timur, yaitu Cyrtodactylus khambui Subba, Khanal, Wang, Ulak, Singh, Limbu, Upadhyaya & Che, 2026, yang ditemukan di Distrik Sunsari, Provinsi Koshi. Spesies ini termasuk kelompok Cyrtodactylus khasiensis dan secara resmi dideskripsikan melalui pendekatan taksonomi integratif, yaitu dengan menggabungkan karakter morfologi dengan bukti genetik. Penelitian tersebut diterbitkan dalam Zootaxa pada 26 Januari 2026.
Cicak dengan identitas berbeda
Sekilas, Cyrtodactylus khambui mungkin tampak seperti cecak kecil lainnya. Namun, pemeriksaan morfologi menunjukkan kombinasi karakter yang membedakannya dari kerabat dekat. Panjang tubuhnya relatif kecil, dengan snout–vent length (SVL) sekitar 51,05–60,63 mm. Kepalanya berproporsi sedang dan relatif pipih, sementara sisik bagian punggung tersusun heterogen dengan sisik membulat yang bercampur dengan sisik yang memiliki tonjolan lemah. Salah satu ciri yang cukup mencolok adalah pola punggungnya. Spesies ini memiliki palang melintang gelap yang tidak beraturan, tanpa garis memanjang di bagian tengah punggung.
Pada bagian perut, terdapat sekitar 35–45 sisik ventral pada bagian tengah tubuh, sedangkan pada wilayah sebelum kloaka terdapat pori-pori kecil. Spesies ini justru tidak memiliki pori femoral maupun alur preklokal-femoral yang menjadi karakter pembanding penting dalam identifikasi spesies Cyrtodactylus.
DNA garis evolusi tersendiri
Keberadaan spesies ini tidak hanya ditentukan berdasarkan bentuk tubuh.
Tim peneliti menganalisis DNA mitokondria, khususnya gen ND2 (NADH dehydrogenase subunit 2). Hasilnya menunjukkan bahwa C. khambui memiliki perbedaan urutan lebih dari 12% dibandingkan kerabat terdekatnya, Cyrtodactylus martinstolli. Analisis filogenetik menggunakan Maximum Likelihood dan Bayesian Inference, bersama analisis pembatasan spesies, secara konsisten mendukung bahwa C. khambui merupakan garis evolusi yang berbeda.
Dengan kata lain, penemuan ini bukan sekadar variasi warna atau bentuk dari cecak yang sudah dikenal, tetapi menunjukkan adanya unit evolusioner yang berbeda.
Ditemukan di hutan & bangunan terbengkalai
Menariknya, Cyrtodactylus khambui tidak hanya ditemukan pada habitat hutan alami.
Spesies ini diketahui menempati hutan yang didominasi pohon Sal (Shorea robusta), hutan gugur campuran, serta struktur buatan manusia berupa dinding bangunan yang telah ditinggalkan. Salah satu lokasi tipe berada di kawasan Dharan Basecamp Area, Sunsari, pada ketinggian sekitar 628 meter di atas permukaan laut. Spesimen holotipe berupa jantan dewasa dikoleksi pada 1 Agustus 2023, sementara sejumlah paratipe juga dikoleksi dari lokasi yang sama. Kemampuan menggunakan lingkungan alami sekaligus struktur antropogenik menunjukkan bahwa spesies ini mungkin memiliki fleksibilitas habitat tertentu. Namun, hal tersebut belum berarti bahwa populasinya aman dari perubahan lingkungan.
Mengapa penemuan ini penting?
Genus Cyrtodactylus dikenal sebagai salah satu kelompok cecak paling beragam di kawasan Himalaya. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa keanekaragaman genus tersebut di Nepal masih belum sepenuhnya terdokumentasi. Penemuan C. khambui memperlihatkan bagaimana spesies yang berukuran kecil dan memiliki penampilan relatif sederhana dapat menyimpan sejarah evolusi yang berbeda ketika diperiksa menggunakan kombinasi morfologi dan genetika. Ini juga menjadi pengingat bahwa kawasan hutan Himalaya dan kaki pegunungannya masih menyimpan banyak organisme yang belum teridentifikasi secara ilmiah.
Etimologi & Nilai Ekologis
Nama spesifik khambui merupakan patronim, yaitu nama yang diberikan untuk menghormati seseorang. Nama tersebut didedikasikan kepada Prof. Dr. Kalu Ram Rai Khambu, yang disebut sebagai sarjana Nepal pertama yang memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang herpetologi. Ia juga banyak melakukan penelitian mengenai herpetofauna di Nepal timur, kawasan tempat spesies baru ini ditemukan.
Para peneliti menggunakan nama tersebut sebagai penghormatan terhadap kontribusinya terhadap sistematika dan konservasi herpetofauna Nepal. Sebagai cecak pemakan hewan kecil, Cyrtodactylus khambui berpotensi menjadi bagian dari rantai makanan ekosistem hutan Nepal timur. Cecak bent-toed pada umumnya berperan sebagai predator arthropoda kecil, sehingga keberadaannya dapat membantu mengendalikan populasi berbagai serangga dan invertebrata lainnya. Keberadaannya di hutan Sal, hutan gugur campuran, hingga dinding bangunan terbengkalai juga menjadikan spesies ini menarik untuk dipelajari sebagai bagian dari komunitas reptil yang mampu memanfaatkan mosaik habitat alami dan lingkungan yang telah mengalami perubahan manusia.
Namun, data mengenai ukuran populasi, pola reproduksi, makanan spesifik, wilayah jelajah, serta status konservasinya masih perlu diteliti lebih lanjut. Karena baru dideskripsikan pada 2026, informasi ekologis C. khambui masih relatif terbatas.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Family: Gekkonidae
Genus: Cyrtodactylus Gray, 1827
Species: Cyrtodactylus khambui
Cyrtodactylus khambui termasuk Cyrtodactylus khasiensis group, sebuah kelompok spesies di dalam genus Cyrtodactylus. Dalam basis data reptil modern, spesies ini tercatat berasal dari Nepal, khususnya kawasan Churia Hills di Distrik Sunsari.
Notes : Cyrtodactylus khambui mungkin hanya memiliki ukuran tubuh sekitar enam sentimeter, tetapi penemuannya memberikan pesan besar bagi ilmu pengetahuan: ukuran kecil bukan berarti nilai biologisnya kecil. Perbedaan genetik lebih dari 12 persen dari kerabat terdekatnya, ciri morfologi yang khas, serta dukungan analisis filogenetik menunjukkan bahwa cecak kecil dari Sunsari ini telah mengikuti jalur evolusi tersendiri. Penemuan tersebut sekaligus memperkuat dugaan bahwa keanekaragaman reptil Nepal masih jauh dari sepenuhnya terungkap, terutama pada kelompok-kelompok yang secara morfologi terlihat sangat mirip satu sama lain.
Spesies baru: Cyrtodactylus khambui
Nama umum: Khambu's bent-toed gecko
Lokasi: Sunsari District, Koshi Province, Nepal
Habitat: Hutan Sal, hutan gugur campuran dan struktur antropogenik terbengkalai
Panjang tubuh: sekitar 51,05–60,63 mm SVL
Kerabat terdekat: Cyrtodactylus martinstolli
Status: Spesies baru yang dideskripsikan secara ilmiah pada 2026.
Informasi & publikasi
Asmit SUBBA, Laxman KHANAL, Kai WANG, Sapana ULAK, Ankit Kumar SINGH, Kamala LIMBU, Laxmi Prasad UPADHYAYA dan Jing CHE. 2026. Penerangan mengenai Spesies Baru Cyrtodactylus (Squamata: Gekkonidae) dari Nepal Timur. Zootaksa. 5752(1) ; 85-104. DOI: doi.org/10.11646/zootaxa.5752.1.4 [26-01-2026]
facebook.com/ LaxKhanal01 /posts/26220551554195342
Penulis :Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By :Asmit SUBBA, Laxman KHANAL, Kai WANG, Sapana ULAK, Ankit Kumar SINGH, Kamala LIMBU, Laxmi Prasad UPADHYAYA dan Jing CHE.
Link & Doi : doi.org/10.11646/zootaxa.5752.1.4 [26-01-2026]
facebook.com/ LaxKhanal01 /posts/26220551554195342