11/OKTOBER/2026 | NOVA & EXTINCT PARAMIDSN
(Mammalia | 2025) Soriculus dexingensis | Tao Zhang, Siyu Yang, Haijun Jiang, Lin Gu, Qingfang Zou, Changkun Fu, Keji Guo, Tong Zhang, Shaoying Liu dan Shunde Chen | Dexing Town, Medog County, Tibet | Cina
Mamalogi • 2025] Soriculus dexingensis • Spesies Baru Celurut dari Genus Soriculus (Eulipotyphla: Soricidae) di Tibet, Cina, Berdasarkan Data Morfologi dan Molekuler
Surabaya, Paramidsn.com — Penelitian mamalia kecil di Medog County, Tibet, Cina, menghasilkan deskripsi spesies baru celurut dari genus Soriculus, yaitu Soriculus dexingensis. Penemuan ini menambah pengetahuan mengenai keragaman mamalia kecil di kawasan Himalaya bagian timur, wilayah yang masih menyimpan banyak potensi penelitian biodiversitas.
Spesies tersebut dideskripsikan oleh Tao Zhang dan rekan-rekannya melalui penelitian yang menggabungkan pemeriksaan morfologi dengan analisis filogenetik molekuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen yang sebelumnya dikumpulkan dalam survei mamalia kecil memiliki perbedaan genetik dan karakter tubuh yang cukup signifikan dibandingkan spesies Soriculus lain yang telah dikenal.
Publikasi berjudul A New Species of the Genus Soriculus (Soricidae, Eulipotyphla, Mammalia) from Medog, Tibet, China, based on morphological and molecular data diterbitkan dalam jurnal ZooKeys, volume 1262, halaman 175–189, pada 4 Desember 2025.Penelitian ini memperlihatkan bahwa keragaman genus Soriculus kemungkinan masih belum sepenuhnya terungkap dan memerlukan survei lanjutan di kawasan Himalaya.
Mengenal Soriculus dexingensis
Soriculus dexingensis merupakan mamalia kecil dari famili Soricidae, kelompok yang dikenal dengan sebutan celurut atau shrew. Hewan ini bukan tikus sejati, meskipun sekilas bentuk tubuh beberapa jenis celurut dapat menyerupai hewan pengerat kecil.
Celurut umumnya memiliki moncong runcing, mata relatif kecil, dan metabolisme tinggi. Banyak spesies dalam kelompok ini aktif mencari mangsa berupa serangga serta artropoda kecil lainnya. Namun, rincian perilaku, makanan, dan pola aktivitas S. dexingensis secara khusus belum seluruhnya diketahui. Sebelum penemuan ini, genus Soriculus telah mencakup beberapa spesies yang dikenal dari kawasan Himalaya dan Pegunungan Gaoligong. Dalam survei di Medog County, para peneliti mengumpulkan 11 spesimen Soriculus. Pemeriksaan lebih lanjut memperlihatkan bahwa spesimen tersebut mewakili spesies yang berbeda dari kerabatnya.
Analisis Genetik Mengungkap Garis Keturunan Berbeda
Untuk menguji hubungan kekerabatan, penelitian menggunakan empat penanda genetik, terdiri atas satu gen mitokondria dan tiga gen nuklir.
Gen yang digunakan meliputi:
Cytb: Gen mitokondria yang banyak digunakan untuk membandingkan hubungan genetik dan mengidentifikasi perbedaan antarpopulasi maupun antarspesies.
BRCA1: Gen nuklir yang menyediakan informasi genetik untuk analisis kekerabatan.
APOB: Gen nuklir yang digunakan sebagai salah satu penanda dalam rekonstruksi filogenetik.
RAG2: Gen nuklir yang turut membantu mengungkap hubungan evolusioner antarkelompok.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Soriculus dexingensis membentuk klad tersendiri yang menjadi kelompok saudara (sister group) dari Soriculus medogensis. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa keduanya memiliki kekerabatan evolusioner, tetapi masing-masing mewakili garis keturunan yang berbeda. Peneliti juga menghitung jarak genetik menggunakan metode Kimura 2-Parameter (K2P). Nilai jarak genetik di antara spesies Soriculus yang dibandingkan berkisar antara 0,111 hingga 0,187. Hasil tersebut mendukung adanya diferensiasi genetik antargaris keturunan dalam genus ini.
Morfologi: Ekor Relatif Lebih Panjang
Salah satu karakter pembeda Soriculus dexingensis adalah ekornya yang relatif lebih panjang dibandingkan spesies pembanding, khususnya Soriculus nivatus.
Rata-rata panjang ekor S. dexingensis tercatat sekitar 57,45 ± 3,31 mm. Sementara itu, rata-rata panjang ekor S. nivatus yang digunakan sebagai pembanding sekitar 49,38 ± 5,05 mm. Rasio panjang ekor terhadap panjang kepala dan tubuh (tail length/head-body length atau TL/HB) pada S. dexingensis mencapai sekitar 74%, sedangkan pada S. nivatus sekitar 64%. Perbedaan tersebut menjadi salah satu karakter morfologis penting dalam diagnosis spesies baru. Penelitian juga menemukan perbedaan pada karakter gigi, meskipun pengukuran tengkorak saja tidak selalu cukup untuk membedakan kedua spesies tersebut. Holotipe S. dexingensis merupakan jantan dewasa dengan bobot 12,1 gram, panjang kepala dan tubuh 80 mm, panjang ekor 59 mm, panjang kepala 15 mm, serta panjang telinga 7 mm.
Spesifikasi Tempat Penemuan
Lokalitas tipe: Dexing Town, Medog County.
Wilayah administratif: Tibet, Cina.
Kawasan biogeografi: Himalaya bagian timur.
Koordinat lokalitas tipe: 29,41778° LU, 95,05969° BT.
Ketinggian lokalitas tipe: Sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut.
Rentang ketinggian persebaran yang diketahui: Sekitar 2.100–2.830 meter di atas permukaan laut.
Habitat yang tercatat: Hutan berdaun lebar (broadleaf forest).
Holotipe: SAF11216, jantan dewasa yang dikoleksi pada 29 Oktober 2011 oleh Rui Liao.
Tempat penyimpanan holotipe: Sichuan Academy of Forestry (SAF), Cina.
Spesimen paratipe: Tujuh spesimen tambahan tercatat dalam deskripsi taksonomi. Lokasi tipe di Dexing Town menjadi acuan nomenklatur bagi spesies ini. Meskipun demikian, persebaran yang diketahui tidak hanya ditentukan oleh satu titik tersebut, karena penelitian melaporkan spesimen dari kawasan Medog pada rentang ketinggian 2.100–2.830 meter.
Habitat hutan berdaun lebar merupakan informasi penting bagi penelitian lanjutan mengenai kebutuhan lingkungan spesies ini. Namun, data yang tersedia belum cukup untuk memastikan apakah S. dexingensis hanya dapat hidup di tipe hutan tersebut.
Etimologi dan Nilai Ekologis
Etimologi Soriculus dexingensis
Soriculus: Nama genus yang digunakan untuk kelompok celurut ini.
dexingensis: Epitet spesifik yang merujuk pada Dexing, lokasi tipe spesies di Medog County, Tibet, Cina. Akhiran Latin -ensis berarti “berasal dari” atau “berkaitan dengan suatu tempat”. Dengan demikian, nama Soriculus dexingensis dapat dipahami sebagai Soriculus yang berasal dari kawasan Dexing.
Nilai ekologis: Sebagai anggota famili Soricidae, S. dexingensis berpotensi berperan sebagai predator artropoda kecil di habitat hutan. Celurut pada umumnya memangsa berbagai invertebrata, sehingga dapat berkontribusi terhadap dinamika populasi organisme kecil di lantai hutan dan lingkungan sekitarnya.
Dalam jaringan makanan, celurut juga berpotensi menjadi mangsa bagi predator yang lebih besar. Kehadirannya dapat membantu menghubungkan aliran energi antara komunitas invertebrata dan predator vertebrata.
Nilai biodiversitas: Deskripsi S. dexingensis menunjukkan bahwa keragaman mamalia kecil di Himalaya bagian timur masih dapat diremehkan apabila identifikasi hanya didasarkan pada penampilan fisik. Kombinasi data morfologi dan molekuler membantu mengungkap perbedaan spesies yang sebelumnya belum dikenali secara tepat.
Nilai konservasi: Informasi mengenai lokasi, ketinggian, dan habitat menjadi dasar untuk penelitian lanjutan terhadap persebaran dan kebutuhan ekologis spesies ini. Survei tambahan diperlukan untuk mengetahui ukuran populasi, batas persebaran, tingkat toleransi terhadap perubahan habitat, serta potensi ancaman yang dihadapinya.
Status konservasi global spesies ini belum dapat dipastikan hanya dari penelitian deskripsi taksonomi. Penemuan spesies baru juga tidak otomatis berarti spesies tersebut terancam punah.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Class: Mammalia
Order: Eulipotyphla
Family: Soricidae
Subfamily: Soricinae
Tribe: Nectogalini
Genus: Soriculus Blyth, 1854
Species: Soriculus dexingensis Zhang, Liu & Chen, 2025
Notes: Soriculus dexingensis merupakan spesies baru celurut yang dideskripsikan dari Medog County, Tibet, Cina. Spesies ini dibedakan dari kerabatnya melalui kombinasi karakter morfologi, terutama ekor yang relatif lebih panjang dan rasio TL/HB yang lebih tinggi, serta perbedaan genetik berdasarkan empat penanda molekuler. Analisis filogenetik menempatkannya sebagai kelompok saudara Soriculus medogensis. Penemuan ini memperkuat pentingnya survei mamalia kecil dan pendekatan taksonomi integratif untuk memahami keanekaragaman hayati Himalaya bagian timur.
Informasi & Publikasi
Tao Zhang, Siyu Yang, Haijun Jiang, Lin Gu, Qingfang Zou, Changkun Fu, Keji Guo, Tong Zhang, Shaoying Liu dan Shunde Chen. 2025. “A New Species of the Genus Soriculus (Soricidae, Eulipotyphla, Mammalia) from Medog, Tibet, China, based on morphological and molecular data.” ZooKeys. 1262: 175–189.
Tanggal publikasi: 4 Desember 2025.
DOI: https://doi.org/10.3897/zookeys.1262.164459
Artikel ilmiah: https://zookeys.pensoft.net/article/164459/
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Agung Monche
Foto By: Tao Zhang, Siyu Yang, Haijun Jiang, Lin Gu, Qingfang Zou, Changkun Fu, Keji Guo, Tong Zhang, Shaoying Liu dan Shunde Chen
Link DOI: https://doi.org/10.3897/zookeys.1262.164459