06/OKTOBER/2026 | Nova & Extinct PARAMIDSN
(Paleontologi | 2024 ) Miropictopallium colouradmonens | Nama penemu | Di temukan di Lokasi | Negara
PaleoEntomologi • 2024] Miropictopallium colouradmonens • Serangga aposematik bermata besar yang aneh (Heteroptera: Pentatomomorpha: Yuripopovinidae) dari Amber Kachin pertengahan Cretaceous
Surabaya,Paramidsn.com- Sebuah serangga fosil yang memiliki mata sangat besar, pola warna tubuh rumit, dan skutellum membesar telah menambah daftar keanekaragaman serangga Pentatomomorpha yang hidup pada ekosistem hutan pada periode Kapur. Spesies tersebut adalah Miropictopallium coloradmonens, genus dan spesies baru yang dideskripsikan berdasarkan dua spesimen yang terawetkan dalam amber Kachin dari Myanmar utara. Spesies ini dideskripsikan oleh Dolev Fabrikant dan Tania Novoselska pada 2024 dalam Israel Journal of Entomology volume 53, halaman 1–23. Penemuan ini tidak hanya memperkenalkan satu takson baru, tetapi juga memperluas pemahaman mengenai keragaman dan morfologi Yuripopovinidae, kelompok serangga fosil yang termasuk dalam Pentatomomorpha.
Serangga Mata besar mencolok
Salah satu karakter paling mencolok dari Miropictopallium coloradmonens adalah ukuran matanya yang sangat besar dibandingkan morfologi tubuhnya. Struktur tersebut menjadi salah satu karakter yang membedakannya dari anggota Yuripopovinidae lainnya. Selain mata besar, tubuhnya memperlihatkan pola warna yang kompleks. Kombinasi struktur tubuh dan pola warna tersebut dipandang memiliki kemungkinan hubungan dengan aposematisme, yaitu penggunaan warna atau pola tubuh yang mencolok sebagai sinyal peringatan terhadap predator.
Namun, karena spesies ini hanya diketahui dari fosil yang terperangkap dalam amber, fungsi ekologis pola warna tersebut tidak dapat dibuktikan secara langsung. Interpretasi aposematik lebih tepat dipandang sebagai hipotesis paleoekologis berdasarkan karakter morfologinya.
Skutellum yang Membesar
Karakter lain yang menarik adalah skutellum yang relatif membesar. Pada serangga Heteroptera, skutellum merupakan struktur penting pada bagian dorsal tubuh yang terletak di antara pangkal sayap.
Pada M. coloradmonens, perkembangan skutellum tersebut menjadi salah satu ciri morfologi yang membantu mengenali genus baru ini. Penelitian terhadap dua spesimen juga menemukan karakter venasi sayap depan yang sebelumnya belum dilaporkan pada anggota Yuripopovinidae yang terawetkan dalam amber. Pada tegmen, vena kosta (C) dan vena subkosta (Sc) tidak menyatu.Karakter tersebut menjadi penting karena memberikan tambahan informasi mengenai variasi morfologi dalam Yuripopovinidae dan membantu memperjelas karakter diagnostik kelompok tersebut.
Keanekaragaman Yuripopovinidae
Sebelum deskripsi Miropictopallium, Yuripopovinidae telah memiliki sejumlah anggota yang diketahui dari rekaman fosil. Dengan penambahan genus dan spesies baru ini, keanekaragaman Yuripopovinidae yang terdokumentasi meningkat menjadi 15 spesies dalam 12 genus. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa fauna Pentatomomorpha pada ekosistem Kapur memiliki keragaman morfologi yang lebih besar daripada yang sebelumnya diketahui.
Amber Kachin menjadi salah satu sumber penting untuk mempelajari komunitas arthropoda darat pada masa tersebut. Serangga yang hidup di sekitar vegetasi dapat terperangkap dalam resin pohon dan kemudian mengalami proses fosilisasi, sehingga mempertahankan detail morfologi yang sangat baik.
Etimologi
Nama genus Miropictopallium dibentuk dari beberapa kata Latin, yaitu mirus yang berarti “indah”, pictus yang berarti “bercat” atau “berwarna”, dan pallium yang berarti “jubah”.
Nama tersebut merujuk pada pola warna tubuh yang rumit dan mencolok yang menjadi salah satu karakter khas genus ini. Nama genus bersifat netral secara gramatikal.
Epitet spesifik coloradmonens merupakan nama spesifik yang diberikan oleh penulis ketika mendeskripsikan spesies baru ini.
Nilai Ekologis dan Paleoekologis
Walaupun Miropictopallium coloradmonens telah lama punah, spesies ini memiliki nilai penting dalam merekonstruksi ekosistem hutan Kapur Tengah. Morfologi mata yang sangat besar memberikan petunjuk mengenai kemungkinan pentingnya sistem visual dalam kehidupan serangga tersebut. Sementara itu, pola tubuh yang kompleks dan diduga aposematik membuka kemungkinan bahwa interaksi antara serangga dengan predator telah menjadi bagian dari dinamika ekosistem hutan pada masa Kapur.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Hemiptera
Suborder: Heteroptera
Infraorder: Pentatomomorpha
Superfamily: Coreoidea
Family: Yuripopovinidae
Genus: Miropictopallium
Species: Miropictopallium coloradmonens
Notes: Keberadaan M. coloradmonens juga menunjukkan bahwa Coreoidea fosil memiliki variasi morfologi yang lebih luas daripada yang terlihat dari beberapa anggota yang telah diketahui sebelumnya. Karakter venasi sayap yang baru ditemukan memperlihatkan bahwa variasi struktur tubuh dapat memberikan informasi penting untuk memahami evolusi dan diversifikasi kelompok tersebut. Dengan demikian, Miropictopallium coloradmonens bukan sekadar penambahan satu nama dalam daftar serangga fosil. Spesies ini menjadi jendela menuju keragaman serangga Pentatomomorpha pada ekosistem daratan Kapur Tengah, sekaligus memberikan data baru untuk memahami evolusi morfologi, kemungkinan strategi pertahanan, serta paleobiodiversitas Coreoidea.
Informasi & Publikasi
Dolev Fabrikant and Tania Novoselska. 2024. A peculiar large-eyed aposematic bug Miropictopallium coloradmonens n. gen., n. sp. (Heteroptera: Pentatomomorpha: Yuripopovinidae) from mid-Cretaceous Kachin amber. https://ij-entomology.online/ojs/index.php/ije/article/view/206
Researchgate.net/publication/379221354_Miropictopallium_coloradmonens_n_gen_n_sp_from_mid-Cretaceous_Kachin_amber
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Agung Monche
Foto by : Dolev Fabrikant and Tania Novoselska.
Link & Doi : https://ij-entomology.online/ojs/index.php/ije/article/view/206
Researchgate.net/publication/379221354_Miropictopallium_coloradmonens_n_gen_n_sp_from_mid-Cretaceous_Kachin_amber