Revolusi Silsilah Capung: Peneliti Temukan Tiga Famili Baru dan Rombak Klasifikasi Berusia 150 Tahun

Revolusi Silsilah Capung: Peneliti Temukan Tiga Famili Baru dan Rombak Klasifikasi Berusia 150 Tahun

Revolusi Silsilah Capung: Peneliti Temukan Tiga Famili Baru dan Rombak Klasifikasi Berusia 150 Tahun

Status: Active
27 Jun 2026
Dsn Mamalia
54 Views

25/ JUNI / 2026 |  Nova & Extinct | PARAMIDSN


 

(Invertebrata | 2025 ) Aeschnosomatidae, Lauromacromiidae, Macromidiidae | Aaron Goodman, John C. Abbott, Seth Bybee, Juliana Ehlert, Paul B. Frandsen, Rob Guralnick, Vincent J. Kalkman, Lacie Newton, Ângelo Parise Pinto dan Jessica L. Ware.| - |


 

[Entomologi • 2025] Aeschnosomatidae, Lauromacromiidae, Macromidiidae fam. nov. ; Austrocorduliidae, Gomphomacromiidae, Idionychidae, stat. rev. , ... • Revisi Sistematis dan Taksonomi Capung Emerald dan Tigertail (Anisoptera: Synthemistidae dan Corduliidae)


 

Surabaya, Paramidsn.com – Sebuah penelitian filogenetik berskala besar berhasil merevisi hubungan kekerabatan kelompok capung Libelluloidea, salah satu superfamili terbesar dalam ordo Odonata. Melalui analisis molekuler dan morfologi yang paling komprehensif hingga saat ini, para peneliti menetapkan tiga famili baru, sekaligus merevisi status enam famili lainnya.


 

Analisi 264 Species 

Penelitian ini menganalisis 264 spesies dari kelompok Corduliidae dan Synthemistidae menggunakan teknologi Anchored Hybrid Enrichment (AHE) yang mencakup hingga 1.054 lokus genetik. Data tersebut dipadukan dengan 100 karakter morfologi yang berasal dari struktur sayap, tubuh, nimfa, hingga alat reproduksi.

Hasilnya menunjukkan bahwa klasifikasi tradisional selama lebih dari satu abad tidak sepenuhnya mencerminkan hubungan evolusi sebenarnya.  



 

3 Family Baru

Aeschnosomatidae, Lauromacromiidae, dan Macromidiidae.

Selain mendirikan tiga famili baru, penelitian ini juga menaikkan atau merevisi status enam famili lain, yaitu Austrocorduliidae, Gomphomacromiidae, Idionychidae, Idomacromiidae, Neophyidae, dan Pseudocorduliidae. Revisi tersebut memberikan kerangka klasifikasi yang lebih sesuai dengan bukti evolusi modern.

Para peneliti juga menemukan kembali posisi filogenetik lima kelompok capung yang selama puluhan tahun dianggap "misterius" karena belum pernah memiliki data molekuler, yakni Archaeophya, Libellulosoma, Austrophya, Apocordulia, dan Cordulisantosia. Dengan pendekatan gabungan data molekuler dan morfologi, kelima genus tersebut kini dapat ditempatkan secara lebih pasti dalam pohon evolusi Libelluloidea.


 

Diagnosa evolusi

Analisis evolusi menunjukkan bahwa nenek moyang Libelluloidea diperkirakan telah muncul pada Periode Kapur Awal (Early Cretaceous) sekitar lebih dari 100 juta tahun yang lalu. Diversifikasi berbagai famili modern kemudian berlangsung sepanjang Era Kenozoikum, menghasilkan keragaman capung yang dikenal saat ini.

Penelitian ini menjadi salah satu revisi taksonomi terbesar dalam sejarah studi capung modern dan memberikan dasar baru bagi penelitian evolusi, biogeografi, serta konservasi kelompok Libelluloidea di seluruh dunia.


 

Etimologi tiga famili baru 

pembentukan famili, berikut etimologinya:


 

1) Etimologi Aeschnosomatidae fam. nov.

Nama Aeschnosomatidae dibentuk dari genus tipe Aeschnosoma, ditambah akhiran -idae yang merupakan akhiran baku untuk nama famili dalam zoologi. Nama genus Aeschnosoma berasal dari gabungan Aeshna, yaitu genus capung besar dalam famili Aeshnidae, dan bahasa Yunani sōma (σῶμα) yang berarti "tubuh". Nama tersebut mengacu pada bentuk tubuh yang menyerupai capung-capung dalam genus Aeshna.


 

2) Etimologi Lauromacromiidae fam. nov.

Nama Lauromacromiidae berasal dari genus tipe Lauromacromia dengan tambahan akhiran -idae. Nama genus merupakan gabungan Lauro-, yang diberikan sebagai penghormatan kepada seseorang bernama Lauro (sesuai penamaan genus oleh penulis aslinya), dan Macromia, salah satu genus capung dalam kelompok Macromiidae yang menunjukkan kedekatan morfologi dan evolusinya.


 

3) Etimologi Macromidiidae fam. nov.

Nama Macromidiidae dibentuk dari genus tipe Macromidia dengan akhiran -idae. Nama genus Macromidia berasal dari bahasa Yunani makros (μακρός) yang berarti "besar" atau "panjang", dipadukan dengan nama genus Macromia, sehingga menggambarkan kelompok capung yang memiliki kemiripan morfologi dengan Macromia tetapi merupakan garis keturunan yang berbeda.


 

Klasifikasi & Taksonomi

Kingdom: Animalia

Phylum: Arthropoda

Class: Insecta

Order: Odonata

Suborder: Anisoptera

Superfamily: Libelluloidea

New Families (Fam. nov.):

Aeschnosomatidae fam. nov.

Lauromacromiidae fam. nov.

Macromidiidae fam. nov.

Notes : Penelitian ini merupakan salah satu revisi filogenetik paling komprehensif pada kelompok capung, karena menggabungkan data genom skala besar dengan karakter morfologi dari seluruh tahap kehidupan. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa kelompok yang selama lebih dari 150 tahun dianggap berada dalam famili yang sama ternyata mewakili garis keturunan evolusi yang berbeda. Penetapan tiga famili baru ini tidak hanya memperjelas hubungan kekerabatan capung modern, tetapi juga menjadi dasar penting bagi penelitian konservasi, evolusi, dan biogeografi Odonata di masa mendatang.


 

Informasi & Publikasi

Aaron Goodman, John C. Abbott, Seth Bybee, Juliana Ehlert, Paul B. Frandsen, Rob Guralnick, Vincent J. Kalkman, Lacie Newton, Ângelo Parise Pinto dan Jessica L. Ware. 2025. Revisi Sistematis dan Taksonomi Capung Zamrud dan Ekor Macan (Anisoptera: Synthemistidae dan Corduliidae).  Entomologi Sistematis.  DOI: 


 

Penulis :Dila

Editor : Ali Maruf

Foto By :Aaron Goodman, John C. Abbott, Seth Bybee, Juliana Ehlert, Paul B. Frandsen, Rob Guralnick, Vincent J. Kalkman, Lacie Newton, Ângelo Parise Pinto dan Jessica L. Ware.

Link & DOI : doi.org/10.1111/syen.70000   [09 Oktober 2025]

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.