02/SEPTEMBER/2026-20.00| Nova & Extinc PARAMIDSN
Pisces | 2025) |Aepysomanthias & Poroanthias gen. nov. , Pelontrus , Zalanthias | Chi-Ngai Tang dan Wei-Jen Chen | Revisi taksonomi
[Iktiologi • 2025] Aepysomanthias & Poroanthias gen. nov. , Pelontrus , Zalanthias , ... • Teka-teki Taksonomi 40 Tahun: Filogeni Multigen Memecahkan Polifili Plectranthias (Perciformes: Anthiadidae) dan Mendukung Taksonomi yang Direvisi
SURABAYA, Paramidsn.com — Dunia ilmu ikan kembali dikejutkan oleh sebuah revisi taksonomi besar. Setelah lebih dari empat dekade menyimpan teka-teki mengenai hubungan kekerabatan sejumlah ikan anthias, penelitian terbaru akhirnya menunjukkan bahwa genus Plectranthias ternyata bukan satu kelompok evolusioner tunggal. Melalui analisis genetika dan pemeriksaan morfologi secara menyeluruh, para peneliti mengungkap bahwa Plectranthias bersifat polifiletik, yaitu nama genus tersebut selama ini mencakup kelompok-kelompok ikan yang sebenarnya berasal dari garis evolusi berbeda. Temuan ini kemudian menghasilkan sebuah perubahan besar dalam sistematika famili Anthiadidae. Empat genus yang sebelumnya telah tidak digunakan kembali diaktifkan, yaitu Pelontrus, Sayonara, Xenanthias, dan Zalanthias. Pada saat yang sama, dua genus baru secara resmi didirikan, yakni Aepysomanthias dan Poroanthias Tang & Chen, 2025.
Teka-teki 40 Tahun di Balik Plectranthias
Ikan-ikan anthias merupakan kelompok ikan karang berukuran relatif kecil dengan warna tubuh yang sering kali mencolok. Anggotanya dapat ditemukan dari terumbu perairan dangkal hingga lingkungan laut yang jauh lebih dalam, terutama di kawasan Indo-Pasifik Barat. Famili Anthiadidae sendiri mencakup sekitar 250 spesies. Namun, hubungan kekerabatan antargenus di dalam kelompok tersebut masih lama menjadi persoalan karena banyak spesies hidup pada kedalaman yang sulit dijangkau untuk pengambilan sampel.
Masalah tersebut sangat terasa pada Plectranthias, genus yang sebelumnya menjadi salah satu kelompok anthias paling kaya spesies. Kecurigaan bahwa genus tersebut tidak monofiletik sebenarnya telah muncul sejak revisi sekitar 40 tahun sebelumnya. Kini, dugaan tersebut mendapatkan dukungan kuat dari analisis molekuler.
DNA Membongkar Tujuh Garis Keturunan
Dalam penelitian yang dilakukan Chi-Ngai Tang dan Wei-Jen Chen, para peneliti menggunakan kombinasi satu gen mitokondria dan empat gen nuklir untuk menganalisis 103 spesimen yang mewakili 19 genus Anthiadidae. Hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa kelompok yang sebelumnya ditempatkan dalam Plectranthias ternyata terbagi menjadi tujuh klad berbeda. Ketujuh klad tersebut kemudian diperlakukan sebagai garis keturunan pada tingkat genus. Klad tersebut terdiri atas Zalanthias, Aepysomanthias, Selenanthias, Sayonara, Plectranthias dalam pengertian yang dipersempit, Xenanthias, Pelontrus, serta satu klad yang menjadi dasar pembentukan Poroanthias. Dengan kata lain, nama Plectranthias tidak lagi digunakan untuk menampung seluruh keragaman yang sebelumnya ditempatkan di dalamnya. Setelah revisi, Plectranthias dibatasi menjadi hanya 20 spesies yang saat ini diakui.
Lahirnya Aepysomanthias
Salah satu hasil paling menarik dari penelitian ini adalah pembentukan genus baru Aepysomanthias. Genus ini berasal dari salah satu klad yang sebelumnya berada dalam Plectranthias. Spesies tipe genusnya adalah Aepysomanthias randalli, yang sebelumnya dikenal sebagai Plectranthias randalli Fourmanoir & Rivaton, 1980. Artinya, ikan ini bukan spesies yang baru ditemukan pada 2025, melainkan kombinasi nama baru akibat perubahan klasifikasi, atau new combination. Aepysomanthias memiliki kombinasi karakter morfologi yang membedakannya dari anthias lainnya. Di antaranya adalah pola percabangan jari-jari sirip ekor, karakter sisik tubuh, tiga supraneural yang panjang dan berdekatan, serta struktur tertentu pada sirip anal dan kepala. Kontur kepala genus ini juga memiliki bentuk cekung yang menjadi salah satu karakter diagnostiknya.
Poroanthias, Genus Baru Kedua
Genus baru lainnya adalah Poroanthias Tang & Chen, 2025. Genus ini mewakili klad lain yang sebelumnya berada dalam Plectranthias. Spesies yang menjadi kombinasi baru di dalamnya antara lain Poroanthias pelicieri, yang sebelumnya dikenal sebagai Plectranthias pelicieri.
Salah satu karakter yang membantu membedakan Poroanthias adalah kondisi tulang parietal dan frontal yang tidak tertutup sisik, dengan bagian yang terbuka memiliki banyak pori dan tubulus. Karakter tersebut menjadi bagian dari kombinasi ciri diagnostik yang digunakan untuk mengenali genus tersebut.
Empat Genus Lama Bangkit Kembali
Revisi ini tidak hanya menghasilkan nama genus baru. Para peneliti juga menghidupkan kembali empat nama genus yang sebelumnya telah ditinggalkan dalam klasifikasi modern, yaitu Pelontrus, Sayonara, Xenanthias, dan Zalanthias.
Dengan demikian, perubahan ini lebih tepat disebut sebagai restrukturisasi besar-besaran taksonomi Anthiadidae, bukan sekadar penambahan dua genus.
Basis data taksonomi ikan seperti Eschmeyer's Catalog of Fishes dan World Register of Marine Species kini juga mencatat sejumlah kombinasi baru yang mengikuti revisi tersebut. Misalnya, Plectranthias randalli tercatat sebagai Aepysomanthias randalli, sementara Plectranthias pelicieri menjadi Poroanthias pelicieri.
Etimologi & Nilai Ekologis
Nama Aepysomanthias merupakan nama genus yang dibentuk oleh Tang dan Chen dalam revisi 2025. Genus ini ditetapkan dengan Aepysomanthias randalli sebagai spesies tipe. Sementara itu, Poroanthias juga merupakan nama genus baru yang didirikan Tang dan Chen pada 2025 untuk mewakili salah satu klad yang sebelumnya ditempatkan dalam Plectranthias. Makna etimologis rinci nama genus tersebut sebaiknya mengikuti bagian etimologi resmi dalam publikasi asli agar tidak terjadi penerjemahan bebas yang berpotensi keliru. Meskipun revisi ini terutama berkaitan dengan sistematika, hasilnya mempunyai arti penting bagi ilmu ekologi laut. Anthias merupakan bagian dari komunitas ikan terumbu dan dapat menjadi komponen penting ekosistem karang, termasuk pada habitat mesofotik dan lingkungan laut yang lebih dalam. Beberapa anthias diketahui hidup pada kedalaman hingga ratusan meter. Pemisahan Plectranthias menjadi beberapa genus membantu ilmuwan mengetahui garis keturunan sebenarnya dari ikan-ikan tersebut. Informasi ini penting untuk penelitian biodiversitas, biogeografi, evolusi, serta pemantauan ekosistem terumbu karang.
Bukan Sekadar Nama Baru
Revisi Plectranthias menunjukkan bahwa penamaan ilmiah bukan sesuatu yang selalu bersifat permanen. Ketika bukti molekuler dan morfologi baru tersedia, klasifikasi dapat berubah agar lebih mencerminkan sejarah evolusi organisme.
Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya penelitian terhadap fauna laut dalam. Kesulitan memperoleh spesimen dari kedalaman tertentu selama bertahun-tahun membuat hubungan kekerabatan beberapa anthias tetap tersembunyi.
Kini, dengan menggabungkan data DNA dan karakter anatomi, para peneliti berhasil membuka kembali "pohon keluarga" Anthiadidae yang selama puluhan tahun masih penuh tanda tanya.
Klasifikasi dan Taksonomi hasil Revisi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Family : Anthiadidae
Genus : Aepysomanthias Tang & Chen, 2025
Untuk Poroanthias:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Family : Anthiadidae
Genus : Poroanthias Tang & Chen, 2025
Kedua genus tersebut merupakan bagian dari revisi sistematika Anthiadidae yang diterbitkan dalam Zoological Journal of the Linnean Society pada 2025.
Informasi & Publikasi
Chi-Ngai Tang dan Wei-Jen Chen. 2025. Teka-teki Taksonomi 40 Tahun: Filogeni Multigen Memecahkan Polifili Plectranthias (Perciformes: Anthiadidae) dan Mendukung Taksonomi yang Direvisi. Jurnal Zoologi Masyarakat Linnean. 205(3) ; zlaf148. DOI: doi.org/10.1093/zoolinnean/zlaf148 [11 November 2025]
facebook.com/TVictorCN /posts/ 25008703768796255
Penulis :Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By :Chi-Ngai Tang dan Wei-Jen Chen.
Link & DOI: doi.org/10.1093/zoolinnean/zlaf148 [11 November 2025]
facebook.com/TVictorCN /posts/ 25008703768796255