Revisi Species Ikan Gobi "Acentrogobius nigromaculatus" 1 Abad salah identifikasi

Revisi  Species Ikan Gobi "Acentrogobius nigromaculatus" 1 Abad salah identifikasi

Revisi Species Ikan Gobi "Acentrogobius nigromaculatus" 1 Abad salah identifikasi

Status: Active
02 Sep 2026
Dsn Mamalia
30 Views

2/SEPTEMBER /2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN


 

Pisces | 2025) |Geosesarma wongi | Reo Koreeda dan Hiroyuki Motomura | Indo-Pasifik Barat| Jepang


 

[Ichthyology • 2025] Acentrogobius nigromaculatus • Spesies Baru Acentrogobius (Perciformes: Gobiidae) dari Indo-Pasifik Barat , dengan diagnosis yang direvisi untuk Acentrogobius suluensis (Herre 1927)


 

 

SURABAYA, Paramidsn.com — Identitas seekor ikan gobi yang telah lama beredar dalam catatan ilmiah akhirnya mendapatkan kejelasan. Para peneliti mengungkap bahwa populasi yang selama ini kerap diidentifikasi sebagai Acentrogobius suluensis ternyata merupakan spesies berbeda yang secara resmi diberi nama Acentrogobius nigromaculatus. Spesies baru ini berasal dari kawasan tropis dan subtropis Indo-Pasifik Barat, dengan wilayah persebaran yang sangat luas, mulai dari Pulau Rodrigues di Kepulauan Mascarene hingga perairan Jepang. Penetapan Acentrogobius nigromaculatus menjadi penting karena kekeliruan identifikasi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Bahkan, kebingungan taksonomi ini berakar pada sejarah penelitian A. suluensis yang pertama kali dideskripsikan pada 1927. Penelitian yang dilakukan Reo Koreeda dan Hiroyuki Motomura pada 2025 kemudian memberikan diagnosis baru bagi A. suluensis sekaligus mendeskripsikan A. nigromaculatus sebagai spesies tersendiri.


 

Gobi dengan “Bintik Tunggal” di Sirip Punggung

Salah satu karakter paling mencolok dari Acentrogobius nigromaculatus adalah adanya satu bintik hitam yang jelas pada ujung duri sirip punggung kedua.

Ciri inilah yang menjadi dasar pemberian nama spesifik nigromaculatus. Karakter tersebut juga tercermin dalam nama Jepang barunya, Itten-hohoguro-suji-haze, dengan unsur “Itten” yang merujuk pada satu titik atau bintik. Namun, identitas spesies ini tidak hanya ditentukan oleh satu bintik tersebut. Para peneliti menemukan kombinasi karakter morfologi yang membuatnya dapat dibedakan dari kerabat dekatnya. Sirip punggung pertama memiliki duri pertama hingga keempat yang masing-masing mempunyai ujung berbentuk filamen. Biasanya, duri keempat merupakan yang terpanjang, sedangkan duri pertama menjadi yang terpendek. Tubuhnya juga memperlihatkan pola yang menyerupai tangga. Terdapat dua garis cokelat memanjang dari belakang pangkal sirip dada menuju pangkal sirip ekor, disertai lima bercak lateral cokelat gelap kadang-kadang enam yang tersusun di antara garis lateral tubuh. Pada bagian ekor terdapat kombinasi warna yang menarik. Sebuah garis kuning, terkadang tampak kuning kemerahan, berada di tepi atas sirip ekor dan terletak tepat di atas garis biru memanjang. Spesies ini juga mempunyai sepasang bintik hitam pada dagu serta sebuah bercak hitam pada operkulum.


 

Bagaimana Membedakannya dari Acentrogobius suluensis?

Sekilas, Acentrogobius nigromaculatus dapat terlihat sangat mirip dengan A. suluensis maupun Acentrogobius violarisi. Ketiganya memiliki pola lateral tubuh yang menyerupai tangga serta bercak hitam pada operkulum. Namun, pemeriksaan morfologi yang lebih teliti memperlihatkan sejumlah perbedaan. Salah satu karakter penting adalah area pra-dorsal dan tengkuk yang tidak berbulu atau tidak tertutup sisik pada A. nigromaculatus. Spesies ini juga mempunyai bintik hitam berpasangan pada dagu dan bintik hitam tunggal yang sangat jelas pada ujung duri sirip punggung kedua.

Selain itu, kombinasi garis kuning dan biru pada bagian atas sirip ekor menjadi karakter pembeda lainnya. A. nigromaculatus* juga tidak mempunyai pola garis merah melintang dan bercak hitam vertikal lateral yang menjadi karakter pada spesies-spesies yang menyerupainya. Dengan demikian, peneliti tidak mendasarkan pengakuan spesies baru hanya pada warna tubuh, melainkan pada kombinasi karakter meristik, pola sisik, struktur sirip, serta pola warna.


 

Ciri Morfologi Utama

Secara meristik, Acentrogobius nigromaculatus memiliki:

Jari-jari sirip punggung VI-I, 9, jarang 10.

Jari-jari sirip dubur I, 9, jarang 10.

Jari-jari sirip dada 15–17.

Sisik memanjang 26–32, dengan rata-rata sekitar 29.

Sisik melintang 9–12, dengan rata-rata sekitar 10.

Tidak memiliki sisik pra-punggung.

Duri pertama hingga keempat pada sirip punggung pertama memiliki ujung filamen.

Kepala dan tengkuk tidak tertutup sisik.

Sebagian besar tubuh tertutup sisik ctenoid.

Bagian toraks dan area tepat di atas pangkal sirip dada memiliki sisik sikloid atau ctenoid yang lemah. Kombinasi karakter tersebut membantu memastikan bahwa ikan yang sebelumnya dianggap sebagai Acentrogobius suluensis sebenarnya mewakili garis spesies tersendiri.


 

Persebaran yang Membentang Ribuan Kilometer

Acentrogobius nigromaculatus diketahui mempunyai persebaran geografis yang luas di Indo-Pasifik Barat. Rentang tersebut membentang dari Pulau Rodrigues di Kepulauan Mascarene di Samudra Hindia hingga Jepang di bagian barat Pasifik. Persebaran yang luas ini menunjukkan bahwa spesies tersebut bukan penghuni wilayah geografis yang sangat terbatas. Justru karena rentang persebarannya luas dan kemiripannya dengan spesies lain, kesalahan identifikasi dapat bertahan dalam literatur ilmiah selama bertahun-tahun. Kasus ini juga menunjukkan bahwa keberadaan spesies baru tidak selalu berarti menemukan hewan yang sebelumnya sama sekali belum pernah dilihat manusia. Dalam taksonomi, spesies baru dapat berasal dari populasi yang sebenarnya sudah lama diketahui, tetapi selama ini ditempatkan pada nama spesies yang keliru.


 

Etimologi & Nilai Ekologis

Nama spesifik nigromaculatus berasal dari bahasa Latin. Unsur nigro- berkaitan dengan warna hitam, sedangkan maculatus berarti berbintik atau memiliki noda. Nama tersebut merujuk pada satu bintik hitam khas yang terdapat di ujung duri sirip punggung kedua. Nama Jepang Itten-hohoguro-suji-haze juga mempertahankan gagasan yang sama melalui unsur “Itten”, yang berarti satu titik atau satu bintik, merujuk pada karakter visual tersebut. Nama Inggris Spotted Ladder Goby menggambarkan dua karakter visual utama ikan ini: pola bercak lateral menyerupai tangga dan keberadaan tanda-tanda berbintik pada tubuhnya. Sebagai anggota famili Gobiidae, Acentrogobius nigromaculatus merupakan bagian dari komunitas ikan dasar di ekosistem pesisir Indo-Pasifik. Ikan gobi pada umumnya memiliki peranan dalam jaringan makanan perairan karena dapat menjadi konsumen organisme berukuran kecil sekaligus menjadi mangsa bagi ikan predator yang lebih besar. Keberadaan A. nigromaculatus juga memiliki nilai penting dalam pemantauan keanekaragaman hayati laut. Ketika satu spesies ternyata selama bertahun-tahun tercampur dengan spesies lain, data mengenai persebaran, kelimpahan, dan ekologinya berpotensi ikut tercampur.

Dengan dipisahkannya A. nigromaculatus dari A. suluensis, catatan keanekaragaman hayati di Indo-Pasifik Barat menjadi lebih akurat. Hal ini penting bagi penelitian biogeografi, inventarisasi biodiversitas, serta kajian ekologi komunitas ikan pesisir.



 

Klasifikasi dan Taksonomi

Kingdom : Animalia
 

Phylum : Chordata

 

 Class : Actinopterygii
 

Order : Gobiiformes
 

Family : Gobiidae
 

Subfamily : Gobiinae
 

Genus : Acentrogobius
 

Species : Acentrogobius nigromaculatus Koreeda & Motomura, 2025

Nama Inggris : Spotted Ladder Goby
 

Nama Jepang : Itten-hohoguro-suji-haze

Notes :  Kisah Acentrogobius nigromaculatus memperlihatkan bahwa dunia laut masih menyimpan banyak persoalan taksonomi yang belum terselesaikan. Seekor ikan dapat telah dikoleksi, difoto, diteliti, bahkan dimasukkan ke dalam catatan ilmiah selama puluhan tahun, tetapi identitas sebenarnya baru dapat diketahui setelah dilakukan pemeriksaan ulang terhadap spesimen dan karakter pembanding. Dalam kasus ini, revisi terhadap Acentrogobius suluensis justru membuka jalan bagi pengakuan A. nigromaculatus sebagai spesies tersendiri. Dengan demikian, penemuan tersebut bukan sekadar menambah satu nama baru dalam daftar ikan dunia. Ia juga mengoreksi catatan keanekaragaman hayati Indo-Pasifik Barat yang telah berlangsung hampir satu abad.

Bagi dunia iktiologi, Acentrogobius nigromaculatus menjadi contoh bahwa menemukan spesies baru tidak selalu berarti menjelajah ke tempat yang belum pernah didatangi manusia. Terkadang, jawabannya sudah ada dalam koleksi ilmiah dan catatan lama—menunggu untuk diperiksa kembali dengan lebih teliti.



 

Informasi & Publikasi

Reo Koreeda dan Hiroyuki Motomura. 2025. Spesies Baru  Acentrogobius  (Perciformes: Gobiidae) dari Indo-Pasifik Barat, dengan diagnosis revisi untuk  Acentrogobius suluensis  (Herre 1927).    Penelitian Iktiologi.  


 

Penulis :Dila

Editor : Ali Setyaki

Foto By :Reo Koreeda dan Hiroyuki Motomura.

Link & DOI:  doi.org/10.1007/s10228-025-01044-9  [21 November 2025]

 facebook.com/100008955613897/posts/3758840624424421

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.