Mamalia | 2018 ) Puma concolor couguar | Peter Simon Pallas | Sungai Mississippi | Amerika Serikat (PUNAH : 2018
28/JULI/2026 – 20.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya, Paramidsn.com – Kisah Eastern Puma (Puma concolor couguar) menjadi salah satu contoh bagaimana predator puncak dapat lenyap akibat tekanan manusia. Subspesies puma yang dahulu menghuni hampir seluruh wilayah timur Sungai Mississippi di Amerika Serikat ini pernah menjadi salah satu karnivora terbesar di kawasan tersebut. Namun, perburuan intensif, peracunan, serta hilangnya habitat membuat populasinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan punah.
Kehilangan keberadaan
Sebelum kedatangan para pemukim Eropa, Eastern Puma tersebar luas mulai dari wilayah New England hingga negara-negara bagian di tenggara Amerika Serikat. Keberadaannya sangat penting sebagai predator alami yang membantu menjaga keseimbangan populasi rusa, rakun, dan mamalia kecil lainnya. Memasuki abad ke-18 dan ke-19, konflik antara manusia dan satwa liar semakin meningkat. Puma dianggap sebagai ancaman bagi ternak sehingga pemerintah setempat maupun masyarakat memberikan hadiah bagi siapa saja yang berhasil membunuhnya. Selain diburu menggunakan senjata api, banyak individu mati akibat racun yang dipasang di alam. Pada pertengahan abad ke-19, sebagian besar populasi Eastern Puma telah menghilang dari wilayah jelajahnya. Catatan terakhir yang benar-benar terverifikasi berasal dari Somerset County, Maine, ketika seekor individu berhasil ditangkap pada tahun 1938. Sejak saat itu, puluhan laporan penampakan terus bermunculan selama hampir delapan dekade, tetapi tidak satu pun berhasil membuktikan adanya populasi berkembang biak melalui bukti DNA maupun dokumentasi ilmiah.
Laporan pada Tahun 2011
Tahun 2011, U.S. Fish and Wildlife Service (USFWS) memulai peninjauan status konservasi secara menyeluruh. Sebanyak 21 negara bagian Amerika Serikat dan provinsi di Kanada disurvei untuk mencari keberadaan Eastern Puma. Hasilnya menunjukkan tidak ada bukti bahwa subspesies tersebut masih bertahan hidup.
Beberapa laporan kemunculan puma di wilayah timur ternyata berasal dari puma peliharaan yang lepas, Florida Panther, atau puma dari populasi barat yang bermigrasi sangat jauh. Berdasarkan seluruh bukti ilmiah tersebut, pada 22 Januari 2018, pemerintah Amerika Serikat secara resmi menetapkan Eastern Puma telah punah (Extinct).
Keputusan penjelajahan
Menariknya, keputusan tersebut memunculkan ironi dalam dunia konservasi. Saat Eastern Puma dinyatakan punah, seekor puma jantan dari Black Hills, South Dakota, justru tercatat melakukan perjalanan luar biasa sejauh sekitar 1.800 mil (sekitar 2.900 kilometer) melintasi Minnesota, Wisconsin, New York hingga Connecticut sebelum akhirnya mati tertabrak kendaraan pada tahun 2011. Peristiwa ini menunjukkan bahwa puma dari populasi barat masih memiliki kemampuan menjelajah sangat jauh menuju wilayah yang dahulu dihuni Eastern Puma.
Perdebatan Status
Hingga kini para ilmuwan juga masih memperdebatkan apakah Eastern Puma benar-benar merupakan subspesies yang berbeda. Analisis DNA modern menunjukkan kemungkinan bahwa hewan ini sebenarnya bukan garis keturunan yang terpisah dari populasi puma di Amerika Utara bagian barat, melainkan bagian dari populasi yang sama yang mengalami pemisahan geografis.
Walaupun demikian, kepunahan Eastern Puma tetap menjadi simbol penting mengenai dampak aktivitas manusia terhadap predator besar. Hilangnya satu predator puncak tidak hanya mengurangi keanekaragaman hayati, tetapi juga mengubah keseimbangan ekosistem yang telah terbentuk selama ribuan tahun.
Etimologi & Nilai Ekologis
Nama genus Puma berasal dari bahasa Quechua di Amerika Selatan, yaitu puma, yang berarti "singa gunung" atau "kucing besar". Nama spesies concolor berasal dari bahasa Latin yang berarti "berwarna seragam", mengacu pada warna bulunya yang relatif polos tanpa pola mencolok. Sementara nama couguar merupakan variasi ejaan lama dari kata cougar, yang berasal dari bahasa Tupi-Guarani di Amerika Selatan dan kemudian diadopsi ke dalam berbagai bahasa Eropa sebagai sebutan bagi puma. Sebagai predator puncak, Eastern Puma memiliki peran penting dalam mengendalikan populasi herbivora, terutama rusa berekor putih (Odocoileus virginianus). Dengan menjaga jumlah mangsa tetap seimbang, puma membantu mencegah kerusakan vegetasi akibat penggembalaan berlebihan serta mendukung regenerasi hutan. Bangkai hasil buruannya juga menjadi sumber makanan bagi berbagai satwa pemakan bangkai, sehingga turut berkontribusi terhadap daur ulang nutrisi di dalam ekosistem. Hilangnya predator ini diduga menyebabkan perubahan struktur komunitas satwa liar di kawasan timur Amerika Utara.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mammalia
Ordo : Carnivora
Family : Felidae
Subfamily : Felinae
Genus : Puma
Spesies : Puma concolor
Subspesies : Puma concolor couguar
Notes : Eastern Puma dahulu menghuni hampir seluruh wilayah Amerika Serikat di sebelah timur Sungai Mississippi.
Individu terakhir yang dikonfirmasi secara ilmiah ditangkap di Somerset County, Maine, pada tahun 1938. Selama hampir 80 tahun, puluhan laporan penampakan tidak pernah berhasil membuktikan adanya populasi liar yang berkembang biak. Status kepunahannya resmi ditetapkan oleh pemerintah Amerika Serikat pada 22 Januari 2018. Masih terdapat perdebatan ilmiah mengenai apakah Eastern Puma benar-benar merupakan subspesies yang berbeda secara genetik dari populasi puma di wilayah barat. Seekor puma jantan dari South Dakota pernah melakukan perjalanan sekitar 2.900 kilometer menuju wilayah timur Amerika Serikat, menunjukkan kemampuan jelajah luar biasa dari spesies ini.
Penulis: Ali Setyaki
Editor : Agung Monche
Foto by : Lavonda Walton / USFWS