17/JUNI/ 2026/ Nova & Extinct | PARAMIDSN
(Amfibi | 2025 ) Adhaerobufo wokomungensis |Philippe JR Kok, D. Bruce Means| Massif Wokomung, Guyana |
[Herpetologi • 2025] Adhaerobufo wokomungensis • Spesies Baru Adhaerobufo (Anura: Bufonidae) dari Massif Wokomung, Guyana, mengkonfirmasi sinapomorfi kunci pada genus saudaranya , Rhaebo
Surabaya, Paramidsn.com – Sebuah spesies katak baru dari famili Bufonidae berhasil dideskripsikan dari kawasan terpencil Massif Wokomung, sebuah gunung meja (tepui) yang termasuk dalam wilayah Pantepui di Guyana, Amerika Selatan. Spesies baru ini diberi nama Adhaerobufo wokomungensis, menambah jumlah spesies yang diketahui dalam genus Adhaerobufo yang selama ini dikenal sangat terbatas persebarannya di Dataran Tinggi Guiana. Penemuan ini menjadi penting karena selama bertahun-tahun populasi tersebut dianggap sebagai Adhaerobufo nasicus. Namun, penelitian terbaru yang menggabungkan analisis morfologi dan filogenetik molekuler menunjukkan bahwa populasi dari Massif Wokomung mewakili garis keturunan yang berbeda dan layak diakui sebagai spesies tersendiri.
Etimologi
Nama spesies wokomungensis diambil dari Massif Wokomung, lokasi tipe tempat spesies ini ditemukan. Nama tersebut merupakan kata sifat dalam bentuk nominatif yang merujuk langsung pada daerah asal spesies tersebut.
Ciri Morfologi dan Diagnosis
Adhaerobufo wokomungensis merupakan katak berukuran sedang dengan tubuh kokoh yang memiliki sejumlah karakter unik yang membedakannya dari kerabat terdekatnya, yaitu A. nasicus dan A. ceratophrys. Karakteristik utama spesies ini meliputi: Panjang tubuh (SVL) jantan sekitar 41,6–45,3 mm, sedangkan betina yang diketahui mencapai 60,9 mm. Kepala sedikit lebih lebar daripada panjangnya. Moncong runcing jika dilihat dari atas namun tampak membulat dari samping. Gendang telinga (tympanum) tidak jelas terlihat. Tepi luar kelopak mata memiliki tonjolan dermal membulat. Puncak kantus rostralis rendah dengan daerah loreal yang cekung. Bibir bawah tidak memiliki garis putih terang maupun bercak putih mencolok pada individu dewasa hidup. Tidak memiliki puncak preorbital, pretimpanik, maupun parietal yang berkembang jelas. Memiliki puncak supraorbital, postorbital, dan supratimpanik yang rendah. Lubang hidung berbentuk oval dan mengarah ke posterolateral.
Tidak memiliki tuberkel riktal yang membesar. Jantan memiliki tuberkel di antara Jari I–III. Kedua jenis kelamin memiliki prepollex kecil yang menonjol. Kombinasi karakter tersebut membuat spesies ini mudah dibedakan dari seluruh anggota genus Adhaerobufo yang telah dikenal sebelumnya.
Perbedaan dengan Adhaerobufo nasicus
Selama bertahun-tahun, populasi dari Massif Wokomung sering disalahidentifikasi sebagai Adhaerobufo nasicus. Namun penelitian terbaru menunjukkan beberapa perbedaan mencolok, antara lain:
Tidak adanya garis putih terang pada bibir bawah. Tidak adanya bercak putih mencolok pada bagian mulut. Hilangnya puncak preorbital dan pretimpanik yang berkembang pada spesies kerabat.
Adanya tuberkel interdigital pada jantan.
Adanya prepollex menonjol pada kedua jenis kelamin. Perbedaan genetik yang mendukung statusnya sebagai spesies tersendiri.
Karakter Diagnostik Baru pada Genus Adhaerobufo
Penelitian ini juga mengungkap karakter diagnostik baru yang sebelumnya belum banyak diperhatikan. Seluruh anggota genus Adhaerobufo diketahui menghasilkan sekresi putih dari kelenjar parotoid besar (makrogland parotoid). Karakter ini dapat digunakan untuk membedakan genus tersebut dari genus saudaranya, Rhaebo, yang memiliki karakter sekresi berbeda. Selain itu, larva atau kecebong genus Adhaerobufo diketahui memiliki adaptasi suctorial, yaitu kemampuan menempel pada permukaan batu di aliran air yang deras, sebuah adaptasi penting untuk kehidupan di habitat pegunungan.
Habitat dan Persebaran
Adhaerobufo wokomungensis hanya diketahui dari Massif Wokomung, sebuah tepui terpencil di bagian barat-tengah Guyana. Wilayah Pantepui dikenal sebagai salah satu pusat endemisme terbesar di Amerika Selatan. Isolasi geografis yang berlangsung selama jutaan tahun menyebabkan banyak organisme di kawasan ini berevolusi secara terpisah dan menghasilkan spesies-spesies unik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Karena persebarannya yang sangat terbatas, spesies ini kemungkinan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap perubahan lingkungan dan gangguan habitat.
Signifikansi Ilmiah
Penemuan Adhaerobufo wokomungensis menambah daftar panjang spesies endemik dari Dataran Tinggi Guiana dan menunjukkan bahwa kawasan Pantepui masih menyimpan banyak biodiversitas yang belum terungkap.
Penelitian ini juga memperjelas batas taksonomi dalam genus Adhaerobufo sekaligus menyediakan karakter diagnostik baru yang membantu membedakan genus tersebut dari kerabat dekatnya.
Temuan ini menjadi bukti bahwa eksplorasi biologis di wilayah pegunungan terpencil Amerika Selatan masih berpotensi menghasilkan penemuan spesies baru yang penting bagi pemahaman evolusi amfibi Neotropis.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amphibia
Order: Anura
Family: Bufonidae
Genus: Adhaerobufo
Species: Adhaerobufo wokomungensis
Notes: Merupakan spesies endemik yang saat ini hanya diketahui dari satu kawasan pegunungan di Guyana. Sebelumnya dianggap sebagai Adhaerobufo nasicus sebelum analisis morfologi dan DNA mengungkap identitasnya yang berbeda.
Genus Adhaerobufo termasuk kelompok kodok yang relatif jarang ditemukan dan memiliki persebaran terbatas di Dataran Tinggi Guiana.vKecebongnya memiliki adaptasi khusus untuk hidup pada aliran air pegunungan yang deras. Sekresi putih dari kelenjar parotoid kini diusulkan sebagai karakter diagnostik penting genus Adhaerobufo.
Informasi Publikasi :
Philippe JR Kok, D. Bruce Means. 2025. Spesies Baru Adhaerobufo (Amphibia, Bufonidae) dari Massif Wokomung, Guyana, mengkonfirmasi sinapomorfi kunci pada genus saudaranya Rhaebo . Jurnal Biologi Vertebrata. 74 (25085), 25085.1-10. DOI: doi.org/10.25225/jvb.25085 (11 November 2025)
Penulis :Dila
Editor : Ali Maruf
Link & Doi : doi.org/10.25225/jvb.25085 (11 November 2025)
Foto By :Philippe JR Kok, D. Bruce Means